logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Terbentur Sedikit Bisa Patah Tulang, Waspadai Bahaya Osteoporosis

open-summary

Osteoporosis bisa membuat risiko terjadinya patah tulang meningkat dua kali lipat. Orang yang terkena penyakit ini, bisa mengalami patah tulang hanya karena batuk terlalu kencang atau tidak sengaja menyenggol meja.


close-summary

7 Apr 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Osteoporosis dapat menyebabkan risiko patah tulang meningkat

Ilustrasi tulang yang keropos karena osteoporosis

Table of Content

  • Osteoporosis dan patah tulang
  • Bahaya osteoporosis perlu dikenali
  • Cara mencegah osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi pengapuran tulang yang membuat tulang penderitanya menjadi rapuh sehingga mudah patah. Pada kondisi yang parah, seseorang dengan osteoporosis bisa saja mengalami patah tulang punggung hanya karena mobil yang ditumpanginya melewati gundukan jalan.

Advertisement

Penyebab patah tulang pada penderita osteoporosis memang terkadang adalah hal sepele yang tidak terpikirkan oleh nalar. Selain karena gundukan jalan, batuk terlalu kencang pun bisa menyebabkan patah tulang.

Para penderita pengapuran tulang ini paling sering mengalami patah tulang panggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Lalu sebenarnya, apa yang menyebabkan penyakit ini membuat tulang begitu rapuh?

Osteoporosis dan patah tulang

Secara umum, osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai oleh menurunnya massa atau kepadatan tulang. Pengukuran kepadatan tulang tersebut dapat dilakukan dengan metode Bone Mass Desity (BMD).

Jika hasil BMD menunjukkan angka 0, maka Anda memiliki massa tulang yang normal. Sementara itu, jika yang muncul adalah angka -1 hingga -2, maka artinya kepadatan tulang telah berkurang. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai osteopenia atau pre-osteoporosis.

Pada fase ini, seseorang belum sepenuhnya mengalami osteoporosis. Namun, jika tidak segera ditangani dengan baik, maka dalam 5-10 tahun ke depan, kondisi ini sudah hampir pasti akan berkembang menjadi osteoporosis.

Menurut dokter spesialis ortopedi, dr. Tanjung A. Sangkai, osteopenia merupakan kondisi yang sudah masuk zona kuning. Lalu jika hasil BMD menunjukkan angka -2,5, maka kondisi kepadatan tulang sudah masuk sudah zona merah atau osteoporosis.

“Semakin tinggi tingkat osteoporosisnya maka semakin tinggi juga risiko patah tulangnya. Terbentur sedikit saja, sudah bisa patah tulang,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan orang yang kepadatan tulangnya normal, risiko patah tulang orang yang hasil BMD-nya menunjukkan angka -1, akan meningkat dua kali lipat. Sementara itu, pada orang dengan hasil BMD -2, risiko patah tulangnya empat kali lebih besar, dan akan begitu seterusnya.

”Bahkan saya pernah menangani pasien osteoporosis yang patah tulang hanya karena tidak sengaja sedikit menendang kaki meja karena keadaan sedang gelap,” ujar dr. Tanjung.

Bahaya osteoporosis perlu dikenali

Bahaya osteoporosis penting untuk dikenali. Sebab, banyak orang yang tidak merasa mengidap penyakit ini dan baru mengetahuinya setelah patah tulang terjadi.

Patah tulang karena osteoporosis ini umumnya terjadi di tiga tempat, yakni:

  • Tulang belakang
  • Tulang pinggul
  • Tulang pada pergelangan tangan

Sebab, ketiga bagian tubuh inilah yang biasa digunakan untuk menyangga badan saat kita terjatuh. Kasus patah tulang pada ketiga tempat tersebut juga kerap terjadi pada orangtua yang sebagian besar penyebabnya adalah terpeleset di kamar mandi maupun anak tangga.

“Biasanya, terpeleset dengan posisi miring kemudian terkena tulang di bagian pinggul atau posisi terduduk yang mengakibatkan patah tulang belakang,” jelas dr. Tanjung. Kejadian paling ringan adalah bertumpu dengan tangan yang mengakibatkan tulang pergelangan tangannya patah.

Lebih lanjut, dr. Tanjung menuturkan bahwa penanganan patah tulang pada pasien yang mengalami osteoporosis lebih sulit. Hal ini dikarenakan kondisi tulang yang sudah keropos. Sehingga, untuk penanganan kondisi ini, diperlukan dokter ahli dan peralatan khusus.

Terakhir, dr. Tanjung juga menekankan pentingnya tabungan kalsium untuk tulang pada masa mengandung, pertumbuhan, dan menjelang menopause bagi wanita. ”Dengan tabungan kalsium di masa pertumbuhan hingga usia 35 tahun itu, diharapkan kepadatan tulang kita akan bagus, sehingga tubuh terhindar dari osteoporosis dan patah tulang karena osteoporosis,” tutupnya.

Baca Juga

  • Sering Dialami Lansia, Kenali Cara Mengatasi Pengapuran Tulang Berikut
  • Mengenal Pentingnya Fungsi Tulang Jari Tangan
  • Vitamin untuk Tulang Tidak Hanya Vitamin D, Kenali Di Sini

Cara mencegah osteoporosis

Konsumsi vitamin D untuk cegah osteoporosis
Konsumsi vitamin D diperlukan untuk cegah osteoporosis

Seperti yang telah diungkapkan oleh dr. Tanjung, memenuhi kebutuhan kalsium merupakan langkah utama dalam usaha menjaga kepadatan tulang. Pria dan wanita berusia 18-50 tahun, membutuhkan 1.000 mg kalsium per hari.

Sementara itu, saat sudah memasuki usia 50 tahun ke atas, kebutuhan kalsium pada wanita naik menjadi 1.200 mg per hari. Pada pria, kebutuhan kalsium meningkat menjadi 1.200 mg per hari setelah memasuki usia 70 tahun.

Untuk mendapatkan kalsium yang cukup, Anda bisa mengonsumsi makanan yang merupakan sumber kalsium alami, seperti:

  • Susu rendah lemak
  • Sayuran hijau
  • Kedelai dan produk olahannya, misalnya tahu
  • Ikan salmon dan sarden
  • Sereal dan jus jeruk yang diperkaya kalsium

Kebutuhan kalsium juga bisa dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, suplemen kalsium dinilai bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Jadi, sebaiknya hanya konsumsi suplemen apabila disarankan oleh dokter.

Selain itu, untuk mencegah osteoporosis, Anda juga dapat melakukan hal-hal di bawah ini.

  • Mencapai berat badan ideal

Jika berat badan Anda di terlalu rendah, maka risiko terjadinya pengapuran tulang dan patah tulang akan meningkat. Sementara itu, apabila berat badan berlebihan, maka risiko patah tulang pergelangan tangan dan lengan juga akan meningkat.

  • Memenuhi kebutuhan vitamin D

Vitamin D penting didapatkan agar tubuh bisa menyerap kalsium dengan baik. Vitamin ini bisa didapatkan dari sinar matahari, suplemen, maupun makanan yang mengandung vitamin D seperti ikan, jamur, dan kuning telur.

  • Berolahraga secara teratur

Olahraga akan membuat tulang menjadi kuat dan mencegah tulang keropos. Jenis olahraga yang baik untuk tulang adalah latihan kekuatan, angkat beban, dan latihan keseimbangan.

Setelah mengetahui lebih jauh tentang osteoporosis dan risiko patah tulang yang dibawanya, diharapkan Anda lebih waspada terhadap penyakit yang satu ini. Karena itu, Anda sebaiknya tidak lagi menunda untuk mulai melakukan langkah pencegahan demi kesehatan tulang yang lebih baik.

Narasumber:
dr. Tanjung A. Sangkai, Sp.OT
Dokter Spesialis Orthopedi
RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya

Advertisement

masalah tulangosteoporosis

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved