Anak Mengalami Disleksia? Terapkan Cara Belajar Membaca Berikut Ini

Terdapat berbagai bentuk latihan yang dapat dijadikan sebagai cara belajar membaca anak disleksia
Orangtua perlu mengajarkan cara belajar membaca lewat latihan-latihan khusus bagi anak disleksia

Ketika anak mengalami kesulitan dalam membaca, masalah tersebut belum tentu disebabkan oleh rasa malas atau kurangnya kecerdasan pada anak. Namun, kondisi tersebut bisa juga disebabkan oleh penyakit disleksia.

Anak yang mengalami disleksia akan mengalami masalah dalam mempelajari kata-kata sehingga membuatnya sulit untuk membaca. Cara belajar membaca bagi anak disleksia dapat dilakukan dengan latihan tertentu, seperti halnya latihan multisensori.

Cara belajar membaca dan menulis bagi anak disleksia dengan lancar

Latihan multisensori bisa membantu anak disleksia lancar membaca dan menulis, terutama jika dilakukan secara rutin. Latihan ini melibatkan penglihatan, pendengaran, gerak, dan sentuhan. Bentuk-bentuk latihan multisensori, di antaranya:

  • Menulis di pasir

Tak hanya membantu anak disleksia lancar membaca dan menulis, menulis di pasir juga bisa membuat anak merasa senang karena mereka menganggapnya sebagai suatu hal yang unik. Caranya cukup mudah, yaitu ratakan pasir di atas meja atau nampan. Lalu, mintalah anak untuk menuliskan sebuah kata dengan menggunakan jari. Ketika anak menulis, beri tahu ia untuk menyebutkan setiap huruf yang ditulisnya. Kemudian, setelah anak selesai menulis anjurkan anak untuk membaca seluruh kata tersebut dengan keras.

  • Menggunakan kertas lipat

Gunting kertas lipat, kemudian bentuk kertas tersebut menjadi berbagai huruf. Ketika sudah terbentuk menjadi berbagi huruf, mintalah anak untuk menyebutkan huruf yang Anda pegang atau kata yang Anda susun. Selain itu, ajak mereka untuk menyusun suatu kata yang Anda sebutkan. Hal ini bisa membantunya untuk mengingat huruf dan membacanya dengan lancar.

  • Menggunakan balok huruf

Balok huruf dapat membantu anak mengenal huruf ataupun menyusun huruf menjadi suatu kata. Sebaiknya, balok huruf memiliki warna yang berbeda untuk menandakan mana huruf vokal dan mana huruf konsonan. Ketika anak sedang menyusun kata, mint mereka untuk mengeja kata tersebut dan sebutkan secara lengkap jika sudah beres.

  • Membaca bersama

Anda bisa membaca bersama dengan anak. Ketika Anda membaca buku, anak dapat mengikutinya. Lalu, mintalah anak untuk menggaris bawahi kata-kata yang tidak diketahui cara membacanya sehingga nanti dapat diajarkan. Hal ini bisa membantu anak lebih mudah untuk belajar.

  • Menggunakan stik es krim

Anda dapat membaca buku cerita bersama dengan anak, dan jika sudah mintalah ia untuk mengambil stik es krim warna-warni yang bertuliskan pertanyaan mengenai cerita tersebut. Anak pun akan berlatih untuk membaca dan menjawab pertanyaan.

  • Baca, susun, tulis

Gunakan selembar kertas karton, lalu buatlah tiga kolom yang terdiri dari baca, susun, tulis. Tuliskan satu kata di kolom baca, lalu bacalah bersama dengan anak. Setelah itu, minta anak untuk menyusun kata di kolom susun menggunakan balok huruf dengan menyebutkan hurufnya. Lalu, minta ia menuliskan kata tersebut di kolom tulis menggunakan spidol. Jika sudah selesai, lakukan secara berulang.

  • Menulis di udara

Anda dapat meminta anak untuk mencoba menuliskan huruf bayangan di udara menggunakan jari tengah dan telunjuk. Ketika anak menulis huruf bayangan, mintalah ia untuk menyebutkan huruf yang ia tulis tersebut. Hal ini bisa membantu anak memperkuat ingatannya mengenai huruf, dan mengurangi, atau bahkan menghilangkan kebiasaan tertukarnya huruf yang mirip seperti ‘b’ dan ‘d’.

Melakukan latihan multisensori secara berulang, dapat membantu mengubah cara anak disleksia memproses kata sehingga akan terjadi peningkatan dalam kemampuan bahasa lisan dan tulisannya.

Latihan lain yang bisa dijalani anak disleksia

Bukan hanya latihan multisensori, namun terdapat pula latihan lain yang dapat dilakukan untuk membuat anak disleksia lancar baca tulis. Berikut bentuk latihan yang dapat dilakukan:

  • Pendekatan whole language

Pendekatan whole language dilakukan untuk mengajarkan anak mengenal kata secara menyeluruh dengan memperhatikan kosakata. Misalnya, saat Anda memperlihatkan sebuah kata mintalah anak untuk menuliskannya kembali dengan memperhatikan huruf kapital, ejaan, atau tanda baca yang ada.

Hal ini bisa membantu anak untuk tidak lagi membolak-balik kata yang hampir mirip. Keterampilan membaca dan menulis anak dapat berkembang secara alami dengan latihan ini. Selain itu, dapat mendorong anak untuk semakin rajin dalam membaca dan menulis di kehidupan sehari-hari.

  • Terapi wicara dan bahasa

Terapi wicara dan bahasa dapat membantu anak disleksia dengan gangguan fonologis (gangguan bunyi) untuk mengenali kata-kata secara lebih jelas. Tindakan ini efektif untuk membantu cara belajar membaca dan menulisnya anak menjadi lancar.

Berbagai latihan di atas dapat membantu anak disleksia membangun keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan pengenalan kata, kelancaran mengeja, membaca maupun menulis.

Meski dapat dilakukan oleh orangtua di rumah, akan lebih baik jika hal tersebut dilakukan berdasarkan konsultasi pada dokter atau psikolog anak agar peluang keberhasilannya lebih besar. Selain itu, anak juga memerlukan dukungan yang besar agar dapat mempelajarinya dengan mudah dan cepat.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/assessment-teaching-strategies-for-dyslexia-2162406
Diakses pada Juli 2019

Understood. https://www.understood.org/en/school-learning/partnering-with-childs-school/instructional-strategies/8-multisensory-techniques-for-teaching-reading#slide-2
Diakses pada Juli 2019

Every Day Health. https://www.everydayhealth.com/dyslexia/treatment/
Diakses pada Juli 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/dyslexia.html
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed