Terapi wicara ampuh atasi keterlambatan bicara anak
Terapi bicara diharapkan bisa mengatasi keterlambatan bicara pada anak

Anak ibu Ani sudah dapat berbicara dengan jelas di usia 2 tahun, sedangkan anak ibu Budi yang usianya sama, tidak dapat dimengerti jika berbicara. Contoh kondisi yang dialami anak ibu Budi seringkali membuat orangtua bertanya-tanya, apakah anak mereka mengalami keterlambatan bicara atau tidak.

Keterlambatan bicara pada anak berhubungan dengan kesulitan untuk membaca, menulis, memusatkan perhatian, dan bersosialisasi. Pada anak dengan keterlambatan bicara, pemeriksaan tumbuh kembang secara menyeluruh sangatlah penting karena bisa jadi masalah bahasa dapat muncul karena penyebab yang lain, misalnya akibat kelainan pendengaran, autisme, disabilitas intelektual, hingga penyakit langka seperti sindrom Angelman.

Bahasa dibagi menjadi dua, yaitu bahasa reseptif yang merupakan kemampuan untuk mengerti, dan bahasa ekspresif, yaitu kemampuan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan ide. Sedangkan berbicara adalah produk verbal dari bahasa. Selain verbal, juga dikenal bahasa nonverbal, seperti bahasa isyarat, menggunakan gambar, atau media lainnya.

Gangguan bicara reseptif terjadi jika anak tidak dapat mengerti perkataan orang lain, sedangkan gangguan bicara ekspresif terjadi jika anak tampak mengerti apa yang dikatakan orang, tetapi tidak mampu memberi respons.

Mengidentifikasi keterlambatan bicara anak

Untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya keterlambatan bicara anak, tentunya perlu diketahui tahapan perkembangan anak yang normal terlebih dulu. Berikut panduannya secara umum:

  1. Bayi 1 tahun mampu untuk:
    • Mencari dan menoleh ke arah sumber suara
    • Bereaksi saat namanya disebut
    • Melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal
    • Jika anda menunjuk sesuatu, anak menoleh ke arah yang dituju
    • Berbicara bergantian, mendengarkan saat Anda berbicara
    • Mengatakan “pa-pa” atau “ma-ma”
    • Mengucapkan setidaknya 1 kata
  2. Antara 1-2 tahun, bayi mampu:
    • Mengikuti instruksi sederhana
    • Menunjuk beberapa bagian tubuh sesuai instruksi
    • Menunjuk benda yang membuatnya tertarik untuk menunjukkannya kepada Anda
    • Belajar 1 kata baru setiap minggu di usia 18-24 bulan
  3. Di usia 2 tahun, anak mampu:
    • Mengikuti perintah verbal sederhana
    • Mampu mengucapkan 50-100 kata
    • Mampu membuat kalimat setidaknya dari 2 kata
    • Sebagian besar ucapannya dapat dimengerti oleh orang lain

Penting untuk mengetahui kapan penanganan lebih jauh perlu diberikan kepada anak yang tampak memiliki keterlambatan berbicara. Berikut adalah gejala-gejala umum pada keterlambatan bicara:

  • Tidak babbling atau tidak mengucapkan setidaknya tiga kata sampai usia 15 bulan
  • Tidak berbicara, atau tidak mampu mengucapkan setidaknya 25 kata sampai usia 2 tahun
  • Tidak mampu membuat kalimat sederhana, tidak mengerti perintah sederhana di usia 3 tahun
  • Sulit memahami instruksi
  • Pengucapan dan artikulasi kata yang tidak baik
  • Sulit merangkai kata
  • Tidak mampu membuat kalimat lengkap

[[artikel-terkait]]

Terapi Wicara untuk Mengatasi Keterlambatan Bicara Anak

Terapi wicara ampuh atasi keterlambatan bicara anak, dan efektivitasnya bergantung pada penyebab dasar masalah. Terapi wicara terbukti efektif untuk anak dengan kesulitan bicara ekspresif, tetapi tidak cukup efektif mengatasi kesulitan bicara reseptif. Berikut adalah jenis-jenis terapi wicara yang bisa dijalani oleh anak:

1. Terapi wicara untuk anak yang terlambat bicara

Pada dasarnya, terapi dilakukan untuk merangsang anak untuk berbicara. Terapis akan mencoba berbagai cara seperti mengajak anak bermain, memperkenalkan kartu bergambar, atau bahasa isyarat.

2. Terapi untuk anak dengan apraxia

Apraxia adalah kesulitan untuk mengucapkan suku kata tertentu. Anak mengetahui kata yang ingin diucapkan, tetapi tidak dapat menyebutkannya dengan benar. Terapi yang intensif dibutuhkan untuk membantu mengatasi apraxia. Terapis dapat membantu anak untuk mengerti respons pendengaran, visual, atau sentuhan. Misalnya dengan melatih anak berbicara di depan cermin atau dengan merekam suaranya.

3. Terapi untuk gagap (stuttering)

Dalam masalah gagap, terapis akan mencoba untuk melatih anak berbicara lebih pelan dan jelas karena berbicara terlalu cepat seringkali membuat gagap lebih berat.

Berhasil tidaknya seorang anak dengan keterlambatan bicara untuk berbicara dan berkomunikasi secara normal sangat bergantung pada tipe kelainan dan penyebabnya. Secara umum, hasil yang lebih baik akan didapat jika dilakukan deteksi dan intervensi sedini mungkin.

Para ahli sepakat mengenai tidak ada patokan usia yang pasti untuk mendiagnosis keterlambatan bicara. Kekhawatiran orangtua adalah salah satu indikasi awal yang dapat digunakan untuk segera memeriksakan anak.

McLauglin MR. Speech and language delay in children. Am Fam Physician. 2011; 83(10) : 1183-8. https://www.aafp.org/afp/2011/0515/p1183.html
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/language-delay#symptoms
Diakses pada Mei 2019

Harding M. Delay in talking. https://patient.info/doctor/delay-in-talking
Diakses pada Mei 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/types-of-speech-therapy-1192153
Diakses pada Mei 2019

American Academy of Pediatrics. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Language-Delay.aspx
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed