5 Terapi Terbaru untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung

Teknologi untuk terapi gagal jantung pertama adalah monitor yang bisa diimplan ke dalam pembuluh darah
Penanganan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup penderita gagal jantung.

Penyakit jantung, bahkan gagal jantung, adalah salah satu penyakit yang gejala dan tanda-tandanya perlu diketahui oleh pria. Menurut American Heart Association, penyakit jantung bisa terjadi pada 1 di setiap 3 pria di Amerika Serikat. Jika dibiarkan, bisa saja terjadi komplikasi.

Terapi untuk gagal jantung

Tidak semua kondisi yang menyebabkan gagal jantung bisa diperbaiki. Meski demikian, terapi dan perawatan yang tepat bisa membantu penderitanya memiliki kualitas hidup baik dan umur panjang.

Perubahan gaya hidup seperti rutin berolahraga, mengurangi garam, mengelola stres, dan mengurangi berat badan dapat memperbaiki kondisi tubuh anda.

Terapi untuk penderita gagal jantung harus dilakukan secara menyeluruh, baik dengan memberikan medikasi (pengobatan) maupun mengubah gaya hidup secara drastis. 

Jenis terapi untuk gagal jantung pun semakin berkembang seiring dengan pesatnya inovasi dunia medis. Bahkan kini orang yang gagal jantung tak selalu harus dirawat di rumah sakit untuk bisa meningkatkan kualitas hidupnya.

Beberapa terapi terbaru untuk gagal jantung adalah:

  • Implan monitor

Teknologi untuk terapi gagal jantung pertama adalah monitor yang bisa diimplan ke dalam pembuluh darah tanpa perlu baterai ataupun kabel apapun. Ukurannya pun hanya sekecil klip kertas.

Alat ini dapat mengukur tekanan darah ke pembuluh darah serta detak jantung pasien. Dengan cara ini, pasien dapat memantau kondisinya sendiri di rumah dan tak perlu berlama-lama dirawat di rumah sakit.

  • Pengobatan terbaru

Kini telah banyak obat-obatan untuk gagal jantung yang membuat penderitanya bisa hidup lebih lama dan merasa semakin sehat.

Jenis obat yang dimaksud adalah Ivabradine yang membantu detak jantung lebih pelan dan Valsartan/Sacubitril yang merupakan kombinasi dua obat-obatan jantung dan membuat penderitanya tak harus berlama-lama dirawat di rumah sakit.

  • Implan cardioverter defibrillator

Jika biasanya alat stimulator detak jantung atau defibrilator merupakan rangkaian mesin tersendiri, kini implan defibrilator pun mungkin dilakukan. Lewat alat ini, jantung akan dikejutkan setiap kali ada perubahan ritme yang mengancam nyawa.

Hebatnya lagi, model defibrilator ini dapat ditanam di bawah kulit dan tidak perlu kabel atau penghubung lain di pembuluh darah.

  • Sinkronkan kembali jantung 

Terapi selanjutnya adalah cardiac resynchronization therapy, yaitu alat pacu detak jantung yang ditanam dalam tubuh untuk memastikan detak jantung seseorang berdetak dengan normal.

Teknologi terbaru memungkinkan alat pacu detak jantung ini berukuran lebih kecil dan tidak perlu kabel. Tak hanya ditanam lewat insisi di dada pasien, bisa juga melalui pembuluh darah di kaki.

  • Jantung buatan

Bukan transplantasi, melainkan jantung buatan yang bisa jadi opsi bagi pasien yang menderita gagal jantung kronis. Jantung buatan ini bisa ditanam di jantung untuk menggantikan dua serambi di bawah yang tak lagi bisa memompa darah dengan efektif. Meski demikian, teknologi ini masih dalam pengembangan.

Terlepas dari terapi mana yang dipilih, setiap penderita gagal jantung perlu menyesuaikan kondisi mereka dengan rekomendasi dari dokter.

Selain itu, menghindari gagal jantung bisa dilakukan dengan menghindari kondisi pemicunya seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga obesitas.

Disiplin dan konsisten menjalani gaya hidup yang lebih sehat juga menjadi kunci agar seseorang yang gagal jantung bisa menjalani hidup sehat. 

Kasus gagal jantung pada pria

Membahas lebih jauh tentang kasus gagal jantung pada pria, angka penderitanya cukup signifikan. Data dari American Heart Association, hingga kini ada 2,7 juta pria yang hidup dengan kondisi gagal jantung.

Tiap tahunnya pun, ada sekitar 350,000 kasus gagal jantung yang ditemukan pada pria. Salah satu faktor risiko terjadinya gagal jantung pada pria adalah gaya hidup seperti merokok dan pola makan tinggi kolesterol.

Faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan penyakit jantung pada pria adalah:

  • Diabetes
  • Pola makan tidak sehat
  • Obesitas dan kelebihan berat badan
  • Tidak aktif bergerak
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol

Apa yang terjadi saat gagal jantung?

Gagal jantung terjadi ketika kondisi jantung telah rusak dan lemah. Pada penderitanya, serambi utama jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh tidak lagi berfungsi optimal.

Pada beberapa kasus gagal jantung, otot jantung telah lemah dan rusak sehingga tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Seiring dengan berjalannya waktu, jantung tak bisa memenuhi kebutuhan aliran darah tubuh.

Pada jantung yang sehat, 50 persen atau lebih darah di serambi berhasil dipompa di setiap detak jantung. Namun ketika gagal jantung terjadi, angka ini tidak tercapai.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142
Diakses pada 8 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322237.php
Diakses pada 8 Juni 2019

American Heart Association. http://www.heart.org/idc/groups/heart-public/@wcm/@sop/@smd/documents/downloadable/ucm_319573.pdf
Diakses pada 8 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/signs-men#common-symptoms
Diakses pada 8 Juni 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/DHDSP/data_statistics/fact_sheets/fs_men_heart.htm
Diakses pada 8 Juni 2019

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-failure/treatment-options-for-heart-failure
Diakses pada 8 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/heart-failure/heart-care-16/heart-failure-treatment-advances
Diakses pada 1 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed