Mengenal 5 Terapi Gagal Jantung yang Wajib Anda Ketahui

(0)
02 Jul 2019|Azelia Trifiana
Terapi gagal jantung untuk meningkatkan kualitas hidupPenanganan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup penderita gagal jantung.
Penyakit jantung, bahkan gagal jantung, adalah salah satu penyakit yang gejala dan tanda-tandanya perlu diketahui oleh pria. Menurut American Heart Association, penyakit jantung bisa terjadi pada 1 di setiap 3 pria di Amerika Serikat. Jika dibiarkan, bisa saja terjadi komplikasi.

Terapi untuk gagal jantung

Tidak semua kondisi yang menyebabkan gagal jantung bisa diperbaiki. Meski demikian, terapi dan perawatan yang tepat bisa membantu penderitanya memiliki kualitas hidup baik dan umur panjang.Perubahan gaya hidup seperti rutin berolahraga, mengurangi garam, mengelola stres, dan mengurangi berat badan dapat memperbaiki kondisi tubuh anda.Terapi untuk penderita gagal jantung harus dilakukan secara menyeluruh, baik dengan memberikan medikasi (pengobatan) maupun mengubah gaya hidup secara drastis. Jenis terapi untuk gagal jantung pun semakin berkembang seiring dengan pesatnya inovasi dunia medis. Bahkan kini orang yang gagal jantung tak selalu harus dirawat di rumah sakit untuk bisa meningkatkan kualitas hidupnya.Beberapa terapi terbaru untuk gagal jantung adalah:

1. Implan monitor

Teknologi untuk terapi gagal jantung pertama adalah monitor yang bisa diimplan ke dalam pembuluh darah tanpa perlu baterai ataupun kabel apapun. Ukurannya pun hanya sekecil klip kertas.Alat ini dapat mengukur tekanan darah ke pembuluh darah serta detak jantung pasien. Dengan cara ini, pasien dapat memantau kondisinya sendiri di rumah dan tak perlu berlama-lama dirawat di rumah sakit.
Obat ivabradine dan valsartan dapat membantu detak jantung menjadi lebih pelan

2. Pengobatan terbaru

Kini telah banyak obat-obatan untuk gagal jantung yang membuat penderitanya bisa hidup lebih lama dan merasa semakin sehat.Jenis obat yang dimaksud adalah Ivabradine yang membantu detak jantung lebih pelan dan Valsartan/Sacubitril yang merupakan kombinasi dua obat-obatan jantung dan membuat penderitanya tak harus berlama-lama dirawat di rumah sakit.

3. Implan cardioverter defibrillator

Jika biasanya alat stimulator detak jantung atau defibrilator merupakan rangkaian mesin tersendiri, kini implan defibrilator pun mungkin dilakukan. Lewat alat ini, jantung akan dikejutkan setiap kali ada perubahan ritme yang mengancam nyawa.Hebatnya lagi, model defibrilator ini dapat ditanam di bawah kulit dan tidak perlu kabel atau penghubung lain di pembuluh darah.
cardiac resynchronization therapy adalah alat pacu detak jantung yang ditanam dalam tubuh

4. Sinkronkan kembali jantung 

Terapi selanjutnya adalah cardiac resynchronization therapy, yaitu alat pacu detak jantung yang ditanam dalam tubuh untuk memastikan detak jantung seseorang berdetak dengan normal.Teknologi terbaru memungkinkan alat pacu detak jantung ini berukuran lebih kecil dan tidak perlu kabel. Tak hanya ditanam lewat insisi di dada pasien, bisa juga melalui pembuluh darah di kaki.

5. Jantung buatan

Bukan transplantasi, melainkan jantung buatan yang bisa jadi opsi bagi pasien yang menderita gagal jantung kronis. Jantung buatan ini bisa ditanam di jantung untuk menggantikan dua serambi di bawah yang tak lagi bisa memompa darah dengan efektif. Meski demikian, teknologi ini masih dalam pengembangan.Terlepas dari terapi mana yang dipilih, setiap penderita gagal jantung perlu menyesuaikan kondisi mereka dengan rekomendasi dari dokter.Selain itu, menghindari gagal jantung bisa dilakukan dengan menghindari kondisi pemicunya seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga obesitas.Disiplin dan konsisten menjalani gaya hidup yang lebih sehat juga menjadi kunci agar seseorang yang gagal jantung bisa menjalani hidup sehat. 

Faktor risiko gagal jantung

Membahas lebih jauh tentang kasus gagal jantung pada pria, angka penderitanya cukup signifikan. Data dari American Heart Association, hingga kini ada 2,7 juta pria yang hidup dengan kondisi gagal jantung.Tiap tahunnya pun, ada sekitar 350,000 kasus gagal jantung yang ditemukan pada pria. Salah satu faktor risiko terjadinya gagal jantung pada pria adalah gaya hidup seperti merokok dan pola makan tinggi kolesterol.Faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan penyakit jantung pada pria adalah:
  • Diabetes
  • Pola makan tidak sehat
  • Obesitas dan kelebihan berat badan
  • Tidak aktif bergerak
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol

Pilihan pengobatan untuk gagal jantung

Dilansir dari Mayo Clinic, dokter umumnya akan mengobati gagal jantung menggunakan kombinasi dari beberapa obat-obatan. Dokter akan memberikan obat berdasarkan gejala gagal jantung yang dialami yang umumnya berupa: 

1. ACE inhibitors

Obat ini umumnya diberikan kepada pasien gagal jantung sistolik dengan tujuan agar pasien memiliki harapan hidup lebih panjang dan memiliki kualitas hidup lebih baik. ACE inhibitors merupakan salah satu jenis vasodilator, yaitu obat yang dapat membantu pembuluh darah menjadi lebih lebar demi menurunkan tekanan darah. Selain itu, obat ini juga diketahui dapat meningkatkan aliran darah dan mengurangi beban kerja jantung. Terdapat beberapa jenis obat ACE inhibitor yang umumnya diresepkan oleh dokter untuk pasien gagal jantung, di antaranya: 
  • Captopril (Capoten).
  • Perindropril (Aceon).
  • Ramipril (Altace).
  • Enalapril (Vasotec).
  • Fosinopril (Monopril).

2. Angiotensin II receptor blockers

Obat-obatan jenis angiotensin II receptor blockers juga umumnya diresepkan oleh dokter sebagai obat gagal jantung. Obat untuk penyakit jantung ini memiliki manfaat yang tidak jauh berbeda dengan ACE inhibitors. Jika pasien tidak dapat mengonsumsi obat-obatan ACE inhibitor, obat ini akan dijadikan salah satu alternatif terbaik. Berikut adalah obat golongan angiotensin II receptor blockers yang kerap diresepkan pada pasien gagal jantung
  • Valsartan (Diovan).
  • Candesartan (Atacand).
  • Losartan (Cozaar).

3. Beta blockers

Beta blockers merupakan golongan obat yang tidak hanya bermanfaat untuk memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah saja. Obat ini juga bermanfaat untuk memperkecil kerusakan jantung karena gagal jantung sistolik. Beta blockers juga diketahui dapat meredakan berbagai gejala yang mungkin timbul seperti, meningkatkan fungsi kerja jantung, dan membantu pasien untuk memiliki kesempatan hidup lebih panjang.Berikut adalah jenis-jenis beta blockers yang mungkin diresepkan dokter untuk mengatasi gagal jantung: 
  • Carvedilol (Coreg).
  • Carvedilol CR (Coreg CR).
  • Toprol XL.
  • Bisoprolol (Zebeta).
  • Metoprolol succinate (Toprol XL).

4. Diuretik

Diuretik atau pil air merupakan salah satu golongan obat yang kerap digunakan untuk mengatasi gagal jantung. Obat ini umumnya akan membuat pasien gagal jantung lebih sering buah air kecil, sekaligus menurunkan cairan yang terdapat pada paru-paru untuk memudahkan pasien bernapas. Perlu dipahami, penggunaan obat ini berpotensi membuat tubuh kekurangan kalium dan magnesium. Maka dari itu, saat Anda diresepkan obat untuk gagal jantung yang satu ini, dokter juga mungkin akan meresepkan suplemen mineral. 

5. Antagonis aldosteron

Antagonis aldosteron termasuk jenis diuretik yang kandungan kaliumnya lebih banyak dibanding diuretik biasa. Namun, obat ini memiliki beberapa kandungan lain yang dapat membantu pasien gagal jantung pada tingkatan yang parah untuk dapat hidup lebih lama. Meskipun begitu, antagonis aldosteron dapat meningkatkan kadar kalium di dalam darah pada tingkatan yang cukup berbahaya. Anda harus melakukan konsultasikan dengan dokter jika peningkatan kalium bisa menjadi masalah. Mulailah untuk mengatur jenis makanan yang Anda konsumsi, khususnya yang memiliki kandungan kalium di dalamnya.Obat-obatan antagonis aldosteron yang umumnya diresepkan dokter sebagai obat gagal jantung di antaranya: 
  • Spironolactone (Aldactone).
  • Eplerenone (Inspra).

6. Inotropik

Berbeda dengan obat gagal jantung sebelumnya, inotropik merupakan obat gagal jantung yang hanya dapat diberikan oleh dokter dari rumah sakit. Pasalnya, obat ini merupakan obat intravena yang diberikan untuk mengatasi gagal jantung pada tingkatan yang sudah parah. Menurut ahli, manfaat dari inotropik adalah meningkatkan fungsi pompa jantung dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Maka dari itu, inotropik tidak diperbolehkan untuk digunakan secara mandiri di rumah. 

7. Digoxin (Lanoxin)

Obat gagal jantung yang satu ini bekerja untuk menjaga kekuatan kontraksi dari otot jantung. Selain itu, obat ini juga mampu membantu memperlambat detak jantung yang berdetak terlalu cepat. Penggunaan obat ini bermanfaat untuk meredakan gejala gagal jantung sistolik. Maka itu, obat ini cenderung lebih efektif apabila diberikan kepada pasien yang memiliki masalah dengan ritme jantung. 

Apa yang terjadi saat gagal jantung?

Gagal jantung terjadi ketika kondisi jantung telah rusak dan lemah. Pada penderitanya, serambi utama jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh tidak lagi berfungsi optimal.Pada beberapa kasus gagal jantung, otot jantung telah lemah dan rusak sehingga tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Seiring dengan berjalannya waktu, jantung tak bisa memenuhi kebutuhan aliran darah tubuh.Pada jantung yang sehat, 50 persen atau lebih darah di serambi berhasil dipompa di setiap detak jantung. Namun ketika gagal jantung terjadi, angka ini tidak tercapai.
penyakit jantunggagal jantung
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142
Diakses pada 8 Juni 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322237.php
Diakses pada 8 Juni 2019
American Heart Association. http://www.heart.org/idc/groups/heart-public/@wcm/@sop/@smd/documents/downloadable/ucm_319573.pdf
Diakses pada 8 Juni 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/signs-men#common-symptoms
Diakses pada 8 Juni 2019
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/DHDSP/data_statistics/fact_sheets/fs_men_heart.htm
Diakses pada 8 Juni 2019
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-failure/treatment-options-for-heart-failure
Diakses pada 8 Juni 2019
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/heart-failure/heart-care-16/heart-failure-treatment-advances
Diakses pada 1 Juli 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait