Terapi Suportif adalah Terapi untuk Atasi Tekanan Emosional, Ini Tahapannya


Terapi suportif adalah terapi yang bertujuan membantu pasien mengekspresikan beban dan keresahan mereka. Tujuan dari terapi ini untuk membantu mengatasi tekanan emosional dan masalah hidup pasien.

(0)
Terapi suportif adalah terapi bicara yang dimaksudkan agar pasien dapat mengekspresikan apa yang menjadi keresahan merekaMelalui terapi suportif, pasien akan diajak untuk mengelola gejala kecemasan yang dialami
Terapi merupakan perawatan yang penting dilakukan untuk mengatasi masalah psikologis dan gangguan kesehatan mental. Salah satu jenis psikoterapi yang cukup sering digunakan untuk mengatasi kedua kondisi tersebut yaitu terapi suportif. Tujuan dari terapi suportif adalah untuk membantu mengatasi tekanan emosional dan masalah hidup pasien.

Apa itu terapi suportif?

Terapi suportif adalah terapi bicara (talk therapy) yang dirancang untuk memungkinkan penderita masalah psikologis dan gangguan kesehatan mental untuk menyampaikan terkait keresahan mereka selama ini. Dari cerita yang disampaikan pasien, terapis lalu akan mencoba untuk memberikan dukungan dan solusi.Melalui terapi ini, pasien akan diajak untuk mengelola gejala kecemasan yang mereka alami. Jika kecemasan yang dirasakan parah, terapis akan mengajari pasien metode-metode untuk mengendalikannya, salah satunya koping. Perubahan gaya hidup seperti konsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga mungkin juga akan disarankan oleh terapis.Tujuan terapi suportif adalah agar pasien dapat mengekspresikan perasaan-perasaan yang dirasakan mulai dari frustasi, kesedihan, kegembiraan, hingga harapan mereka. Terkadang, beberapa pasien hanya butuh seseorang yang ada di pihak mereka dan memberi dukungan untuk melewati masalah hidup tertentu. Menurut sejumlah penelitian, terapi suportif diklaim efektif untuk menangani berbagai macam tantangan emosional dan masalah kesehatan mental. Selain itu, terapi ini disebut cocok bagi pasien yang baru mengenal terapi.

Cara kerja terapi suportif

Ketika menjalani terapi ini, ada beberapa tahapan yang akan dilalui oleh pasien. Tahapan-tahapan yang akan dilakukan terapis ketika Anda menjalani terapi suportif adalah sebagai berikut:

1. Membangun aliansi dengan pasien

Terapis umumnya akan membangun aliansi dengan mengekspresikan minat dan empati. Gaya percakapan yang diterapkan pun cenderung informal. Hal itu sengaja dilakukan dengan maksud untuk membuat pasien merasa nyaman dalam menceritakan keluh kesah mereka.

2. Membangun harga diri pasien

Usai mendengarkan keresahan tersebut, terapis lalu akan membantu membangun harga diri pasien dengan cara meyakinkan dan menormalkan pikiran mereka. Selanjutnya, terapis akan memberikan dukungan semangat kepada pasiennya.

3. Pengembangan keterampilan untuk menghadapi tekanan emosional

Dalam tahap ini, terapis akan bekerja secara kolaboratif dengan pasien untuk membangun kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan emosional. Pasien akan dibekali dengan sesuatu yang bisa membantu mereka untuk menghadapi masalahnya ketika berada di luar ruang terapi.

4. Mengurangi dan mencegah kecemasan

Tahap ini mengajak pasien untuk mengubah pikiran dan perasaan negatif mereka menjadi lebih rasional. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi dan mencegah pasien mengalami kecemasan akibat tekanan emosional yang dihadapinya.

5. Memperluas kesadaran pasien

Pendekatan berorientasi wawasan ini merupakan tahapan terakhir dalam terapi suportif. Pada tahapan ini, terapis akan mengajak pasien untuk mengembangkan kesadaran mereka melalui klarifikasi, konfrontasi, dan interpretasi terhadap pikiran yang menimbulkan kecemasan.Dalam beberapa kasus, terapis mungkin akan mengombinasikan terapi suportif dengan terapi perilaku kognitif (CBT). Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan proses pengobatan yang Anda jalani.

Siapa saja yang membutuhkan terapi suportif?

Terapi ini bisa dipakai untuk membantu mengatasi beragam masalah psikologis dan gangguan kesehatan mental. Berbagai macam masalah yang dapat dibantu diatasi dengan terapi suportif adalah kondisi-kondisi seperti:
  • Stres
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Masalah kecanduan
  • Gangguan kepribadian
  • Masalah dalam hubungan
  • Masalah dalam mengendalikan emosi
  • Masalah dalam mengendalikan pikiran
  • Masalah dalam mengendalikan perilaku
  • Gangguan makan seperti bulimia nervosa
Apabila Anda mengalami kondisi-kondisi di atas, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Penanganan yang dilakukan sedini mungkin bisa membantu mencegah kondisi Anda bertambah parah. 

Catatan dari SehatQ

Terapi suportif adalah terapi bicara yang dimaksudkan agar pasien dapat mengekspresikan apa yang menjadi keresahan mereka. Tujuan terapi ini untuk membantu mengatasi tekanan emosional dan masalah hidup pasien.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai apa itu terapi suportif dan kondisi-kondisi yang dapat dibantu dengan jenis psikoterapi ini, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
terapi wicarapsikoterapi
Zencare. https://zencare.co/therapy-type/supportive-therapy
Diakses pada 14 April 2021
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/supportive-psychotherapy
Diakses pada 14 April 2021
Betterhelp. https://www.betterhelp.com/advice/therapy/what-is-supportive-therapy/
Diakses pada 14 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait