Jaring dan alat khusus perlu digunakan dalam terapi sinar gamma
Terapi sinar gamma dilakukan dengan memakai jaring dan alat khusus

Operasi untuk tumor otak dan gangguan otak lainnya tak harus ditangani dengan pembedahan lewat tempurung otak. Ada cara lain yang lebih mudah serta minim risiko, yakni dengan sinar gamma.

Terapi radiasi sinar gamma juga tidak membutuhkan sayatan dan pembiusan seperti tindakan bedah saraf pada umumnya. Seperti apa sebenarnya prosedur minim invasf ini?

Apa itu sinar gamma?

Sinar gamma, yang disebut juga dengan gamma knife, adalah terapi radiasi yang digunakan untuk menangani berbagai gangguan pada otak. Prosedur ini tidak melibatkan sayatan pada kulit kepala, sehingga berbeda dengan operasi saraf tradisional yang melibatkan pisau bedah.

Sebagai gantinya, terapi sinar gamma menggunakan sekitar 200 sinar radiasi untuk dipancarkan pada area yang mengalami gangguan.

Keuntungan terapi sinar gamma

Karena tidak memerlukan sayatan dan proses pembiusan, terapi sinar gamma menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan operasi bedah saraf pada umumnya. Beberapa kelebihannya meliputi:

  • Sangat akurat karena sinar gamma langsung menargetkan pada tumor. Dengan ini, area di sekitarnya tidak terkena banyak radiasi.
  • Sinar gamma hanya perlu dilakukan satu kali. Waktu yang dibutuhkan untukterapi ini sekitar 10 hingga 70 menit.
  • Termasuk efektif untuk menangani kanker otak. Ada bukti yang menunjukkan bahwa radiasi sinar gamma dapat menambah usia harapan hidup pasien.
  • Komplikasi seperti perdarahan atau infeksi bisa dihindari.
  • Hampir tidak menimbulkan rasa sakit setelahnya.
  • Pasien tidak harus menginap di rumah sakit untuk menjalani terapi sinar gamma.
  • Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas dalam satu atau dua hari pascaterapi.

Apa saja kondisi yang dapat ditangani dengan radiasi sinar gamma?

Umumnya, sinar gamma digunakan untuk mengatasi kondisi-kondisi medis di bawah ini:

  • Tumor otak

Terapi sinar gamma bisa dilakukan untuk menangani tumor otak jinak maupun ganas (kanker otak). Radiasi ini dapat merusak DNA pada sel-sel tumor sehingga tumor menyusut secara bertahap.

  • Malformasi arteri vena

Malformasi arteri vena adalah suatu kelainan pada pembuluh darah arteri dan vena. Kondisi ini dapat mengakibatkan stroke dan perdarahan di otak jika tak ditangani dengan saksama.

  • Trigeminal neuralgia

Pada kondisi ini, terjadi gangguan pada salah satu atau kedua saraf trigeminal. Pasien bisa merasakan nyeri seperti tersengat listrik di area wajah.

Setelah terapi, rasa nyeri tersebut akan berkurang secara perlahan-lahan dalam beberapa hari hingga beberapa bulan.

  • Neuroma akustik

Neuroma akustik adalah tumor jinak yang berkembang di sepanjang saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam dan otak. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran, pusing berputar, dan telinga berdengung.

Terapi sinar gamma dapat menghentikan pertumbuhan tumor neuroma akustik, sehingga gejalanya bisa menghilang.

  • Beberapa jenis epilepsi

Sinar gamma bisa menangani beberapa jenis epilepsi, salah satunya epilepsi lobus temporal. Terapi radiasi ini diyakini mampu mengendalikan kejang-kejang pada pasien epilepsi dalam jangka panjang.

Sinar gamma juga dibutuhkan untuk pasien-pasien yang tidak dapat menjalani operasi tradisional karena kondisi tertentu atau masalah usia. Terapi ini pun bisa dikombinasikan dengan operasi tradisional untuk mencegah tumor tumbuh kembali.

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani terapi sinar gamma?

Sebelum menjalani terapi ini, Anda perlu mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Informasikan pada dokter mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi secara rutin. Konsumsi beberapa jenis obat mungkin perlu dihentikan.
  • Beri tahu dokter apabila Anda alergi terhadap obat-obatan tertentu, lateks, perekat plester, atau cairan iodine.
  • Tidak makan dan minum (berpuasa) di malam sebelum operasi.
  • Keramas pada malam sebelum prosedur.
  • Minta bantuan teman atau keluarga untuk mengantar Anda pulang setelah terapi.
  • Pakai baju dengan kancing depan di hari prosedur agar memudahkan prosesnya.

Sinar gamma dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan operasi bedah saraf pada umumnya. Terapi ini tidak memerlukan sayatan dan pembiusan, sehingga risiko perdarahan atau infeksi bisa diminimalkan.

Meski demikian, prosedur sinar gamma tetap dapat menimbulkan efek samping. Mulai dari sakit kepala ringan, mual-muntah, dan sensasi kesemutan di kepala. Umumnya, komplikasi ini berlangsung sementara, dan Anda dapat kembali menjalani aktivitas pascaterapi.

Untuk menentukan apakah Anda termasuk kandidat yang cocok untuk menjalani terapi sinar gamma, perlu konsultasi dengan dokter. Dengan ini, efektivitas sinar gamma bisa Anda dapatkan secara optimal.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/brain-tumor/gamma-knife-surgery.aspx
Diakses pada 8 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/brain-stereotactic-radiosurgery/about/pac-20384679
Diakses pada 8 April 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16559-gamma-knife-radiosurgery
Diakses pada 8 April 2020