Terapi disfungsi ereksi adalah sejenis konseling jangka pendek, sekitar 5-20 sesi dengan terapis seks
Libatkan pasangan ketika Anda harus melakukan terapi disfungsi ereksi

Terapi disfungsi ereksi adalah sejenis konseling jangka pendek, sekitar 5-20 sesi dengan terapis seks. Durasi sesi biasanya berlangsung sekitar 1 jam per minggu.

Selama sesi, terapis akan memberikan tugas untuk pasien, seperti membaca buku tentang seksualitas, latihan sentuhan untuk mengurangi beban selama aktivitas seks, dan cara berkomunikasi seks yang lebih baik.

Terapi ini berguna untuk mengobati disfungsi ereksi jika penderita masih bisa mengalami ereksi normal saat tidur, uji fisik, dan hasil tes darah normal, dan secara umum memiliki kesehatan yang baik.

Selain itu, terapi ini juga dapat berguna untuk disfungsi ereksi yang diakibatkan oleh stres akibat pekerjaan, finansial atau hubungan, dan komunikasi seksual yang buruk. Untuk hal-hal seperti ini, terapi disfungsi ereksi bisa menjadi cara pengobatan paling efektif.

Kunci Keberhasilan Terapi Disfungsi Ereksi 

Studi menunjukkan kalau terapi disfungsi ereksi akan memiliki tingkat kesuksesan hingga 50-70% jika melibatkan pasangan. Jika pria harus menjalani terapi seks sendirian, persentase keberhasilan akan lebih rendah.

Terapi disfungsi ereksi juga tidak akan bisa berhasil jika pasien berhenti di tengah sesi atau hanya menjalani dua sesi saja. Terkadang, sesi konseling seksual ini bisa menjadi sangat bermanfaat bagi pria yang akan menjalani prosedur operasi untuk masalah disfungsi ereksi yang dialami.

Terapis akan membimbing Anda dan pasangan memahami pentingnya menjalani terapi ini. Selain itu, terapis juga dapat membantu memperbaiki komunikasi seksual. 

Tips Mengatasi Disfungsi Ereksi Secara Psikologis

Selain menjalani terapi disfungsi ereksi, Anda juga boleh mencoba beberapa tips berikut untuk mengatasi disfungsi ereksi:

1. Memberi Perhatian pada Hubungan

Diskusikan pada pasangan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan seksual Anda, dimulai dari frekuensi bercinta, rutinitas seksual, dan komunikasi saat berhubungan seks.

Jika pasangan berhubungan intim kurang dari dua kali sebulan, maka tentu aktivitas cinta akan penuh dengan ketegangan dan rasa cemas. Ini disebabkan karena pasangan kian jauh dan terbebani saat harus berhubungan seks.

Jika Anda tidak bisa melakukan hubungan intim lebih dari dua kali dalam sebulan, maka coba untuk berbaring dan saling mendekatkan diri secara intim.

Sentuh pasangan dan diskusikan hal-hal yang ada di benak Anda, termasuk rasa cemas karena gagal dan bagaimana untuk lebih intim selain hanya dengan penetrasi penis.

2. Masturbasi Secara Hati-Hati

Perhatikan cara masturbasi dan objek masturbasi saat melakukannya, karena teknik yang Anda gunakan tidak selalu dapat dipraktekkan dengan pasangan saat bercinta. Jika ada cara tertentu yang berhasil saat masturbasi, bagikan informasi tersebut pada pasangan untuk dicoba.

Selain itu, perhatikan konten untuk rangsangan masturbasi supaya tidak terlalu jauh berbeda dengan realitas pasangan. Coba cari bahan yang ada hubungan dengan kisah percintaan sesuai dengan hubungan asmara Anda.

Anda juga bisa mencoba menggunakan gambar 2D seperti majalah dan menjauhi video atau konten visual online supaya tidak sampai mempengaruhi realita Anda dengan pasangan.

3. Pelan tapi Pasti

Saat melakukan hubungan intim, jangan terburu-buru, misalnya foreplay 1 menit yang harus dilanjutkan dengan bercinta.

Pada hubungan seksual orang dewasa yang fungsional, persiapan ruangan dan distraksi seperti jadwal anak-anak harus dikesampingkan dulu supaya sesi bercinta aman, nyaman, dan sukses.

Punya masalah disfungsi ereksi? Konsultasikan pada dokter Anda untuk penanganan tepatnya.

WebMD. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/sex-therapy-erectile-dysfunction
Diakses pada Februari 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/save-your-sex-life/201505/treating-erectile-dysfunction-without-pills
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed