Terapi Parkinson: Alternatif Penanganan Selain Medikasi

07 Jun 2019 | Oleh
Parkinson salah satu jenis terapi yang dapat digunakan untuk melatih koordinasi gerak tubuh
Salah satu jenis terapi Parkinson adalah fisioterapi yang akan membantu penderita untuk melatih koordinasi gerak tubuh

Penyakit Parkinson membuat penderitanya mengalami kesulitan saat bergerak, berpikir, dan bahkan rentan menimbulkan depresi. Apakah penyakit ini dapat diatasi dengan terapi Parkinson?

Penanganan penyakit Parkinson dapat melalui medikasi yang akan membantu meringankan gejala yang dirasakan. Selain medikasi, penanganan lainnya adalah dengan terapi Parkinson. Terapi Parkinson terdiri dari berbagai macam jenis.

Jenis-jenis terapi Parkinson

Terapi dapat membantu penderita untuk menangani gejala yang dirasakan dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Berikut adalah beberapa terapi yang dapat diikuti oleh penderita penyakit Parkinson:

1. Terapi fisik/fisioterapi

Fisioterapi atau terapi fisik dapat menjadi salah satu terapi Parkinson. Terapi ini membantu penderita Parkinson dalam hal koordinasi, keseimbangan tubuh, menangani rasa sakit, lemas, dan lelah, serta membantu cara berjalan penderita.

Tujuan dari terapi fisik adalah untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penderita. Terapi fisik dapat membantu penderita untuk belajar pergerakan, teknik, dan alat-alat baru yang dapat mendukung dalam melakukan aktivitas fisik.

Terapis dapat mengajarkan penderita cara mengkontraksikan dan melemaskan otot, maupun latihan-latihan yang dapat menguatkan otot tertentu. Selain itu, terapis dapat memberikan saran-saran, seperti postur tubuh yang benar, cara mengangkat barang, dan sebagainya.

Terapis juga dapat menggunakan tangannya untuk membantu meringankan kekakuan dan rasa sakit yang dialami agar penderita dapat bergerak dengan lebih baik.

2. Teknik Alexander

Terapi Parkinson berikutnya adalah teknik Alexander. Teknik Alexander dapat membantu penderita untuk beraktivitas secara normal dan membuat penderita merasa lebih baik dengan penyakit yang dialami.

Serupa dengan terapi fisik, teknik Alexander berpusat pada peningkatan postur dan pergerakan dari penderita. Tujuan utama dari teknik Alexander adalah untuk mendapatkan tubuh yang lebih seimbang dan sejajar.

Umumnya, dibutuhkan 20 sesi atau lebih untuk dapat mempelajari dasar dari teknik Alexander. Satu sesi berlangsung selama 30-45 menit. Pembelajaran teknik Alexander diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya saat di kelas saja.

Pada awalnya, pengajar akan mengobservasi bagaimana penderita bergerak dan kemudian akan mengajarkan penderita cara bergerak, berbaring, duduk, dan berdiri yang tidak memberikan rasa sakit pada tubuh serta memberikan keseimbangan yang lebih baik.

Pengajar akan membimbing dan membantu pergerakan penderita agar terdapat keseimbangan di antara kepala, leher, dan tulang belakang penderita. Pengajar juga akan membantu untuk mengurangi ketegangan otot yang dialami oleh penderita.

3. Terapi okupasi

Terapi Parkinson berupa terapi okupasi bertujuan untuk membuat penderita tetap aktif  secara mandiri dalam kegiatan sehari-harinya dengan meningkatkan kemampuan dan cara-cara penderita dalam menyelesaikan tugasnya.

Terapis juga akan membantu penderita untuk menggunakan alat-alat tertentu yang dapat membantu penderita untuk melakukan aktivitasnya. Tidak jarang terapis akan merekomendasikan penderita untuk mengubah lingkungan di rumah atau tempat kerja.

Terapi Parkinson yang satu ini membantu mencari solusi untuk masalah-masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari penderita, seperti saat berpakaian, membersihkan rumah, mempersiapkan makanan, dan sebagainya.

Beberapa hal yang dapat diajarkan atau diberikan oleh terapi okupasi ini adalah alat-alat yang membantu untuk menulis, terapi tangan dan lengan, adaptasi cara memasak dan makan, modifikasi pada komputer, dan sebagainya.

4. Terapi wicara

Penderita Parkinson dapat mengalami kesulitan dalam berbicara ataupun menelan. Permasalahan ini dapat dibantu dengan terapi wicara.

Terapi wicara dapat mengajarkan penderita teknik untuk melatih otot yang dapat membantu cara berbicara dan menelan pada penderita Parkinson.

Terapis juga dapat merekomendasikan teknologi yang dapat membantu komunikasi penderita dan mengevaluasi serta memberitahukan perubahan-perubahan yang harus dilakukan pada cara menelan yang dilakukan penderita.

Waspadai gejala parkinson

Gejala parkinson bisa ditangani dengan terapi parkinson dan akan semakin baik apabila diberikan sesegera mungkin. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengenali gejala parkinson. Gejala parkinson pada tiap orang berbeda-beda dan bisa jadi hanya mempengaruhi satu sisi tubuh saja.

Namun, terdapat beberapa gejala yang umumnya bisa terlihat, seperti:

  • Pergerakan yang melambat, seperti kesulitan untuk berjalan, berdiri dari kursi, kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, dan sebagainya.
  • Terganggunya keseimbangan dan postur tubuh, penderita parkinson dapat memiliki postur tubuh yang membungkuk dan memiliki masalah dalam menyeimbangkan tubuh.
  • Kesulitan menulis, penderita mulai susah untuk menulis dan tulisan bisa terlihat mengecil.
  • Otot yang kaku, kekakuan otot bisa terjadi di bagian tubuh mana saja dan menyebabkan rasa sakit serta mengurangi pergerakan penderita.
  • Tremor, salah satu ciri khas dari penyakit parkinson adalah tremor pada salah satu anggota tubuh. Umumnya tremor terjadi di jemari atau tangan, serta dapat terjadi saat tidur.
  • Perubahan cara bicara, penderita akan berbicara lebih lambat, tidak terdengar, terlalu cepat, terlihat ragu, dan lebih monoton dari biasanya.
  • Berkurangnya pergerakan yang terjadi secara otomatis, penderita akan mengalami penurunan pergerakan yang tidak disadari, seperti tersenyum, berkedip, dan sebagainya.

Berkonsultasilah ke dokter bila Anda atau kerabat mengalami gejala-gejala parkinson di atas agar bisa segera diberikan penanganan berupa medikasi dan terapi parkinson secepatnya.

Referensi

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055
Diakses pada 25 April 2019

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/323462.php
Diakses pada 25 April 2019

NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/physiotherapy/
https://www.nhs.uk/conditions/alexander-technique/
Diakses pada 25 April 2019

WebMD.
https://www.webmd.com/parkinsons-disease/guide/physical-occupational-therapy#1
https://www.webmd.com/parkinsons-disease/guide/parkinsons-speech-therapy#1
Diakses pada 25 April 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top