Terapi Mata Juling, Alternatif Perawatan Tanpa Operasi!

17 Mei 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Terapi mata juling bisa juga dilakukan dengan penggunaan penutup mata
Terapi mata juling bisa dilakukan dengan pemberian obat tetes mata

Pada anak-anak, memiliki mata juling tidak hanya berpengaruh kepada kondisi kesehatan fisik, tapi juga kondisi psikologisnya. Namun hingga saat ini, kesadaran orangtua untuk membawa anaknya menjalani terapi mata juling maupun operasi sebagai jalan kesembuhan, dirasa masih kurang.

Akibatnya, kondisi mata juling tersebut bertahan hingga dewasa. Padahal, dalam kasus mata juling, semakin cepat perawatan dimulai, maka tingkat keberhasilan perawatannya juga akan jauh lebih baik.

[[artikel-terkait]]

Pentingnya menjalani terapi mata juling sejak dini

Tujuan utama dari perawatan mata juling adalah untuk mengembalikan perkembangan penglihatan normal, membuat posisi mata kembali seperti seharusnya serta mencegah timbulnya kondisi mata malas (lazy eye).

Tidak hanya itu, perawatan mata juling juga dilakukan untuk memulihkan kemampuan melihat secara tiga dimensi.

Jika kondisi ini dapat terdeteksi sejak dini, tingkat keberhasilan perawatannya kemungkinan akan cukup tinggi. Sebaliknya, jika terlambat, kerusakan yang terjadi bisa berkembang menjadi kondisi yang permanen.

Untuk mendapatkan penglihatan yang baik, kedua mata perlu bekerja sama dengan otak. Jika tidak menerima hasil penglihatan yang baik dari salah satu mata, maka otak secara alami hanya akan menerima informasi dari mata yang sehat.

Perbedaan kemampuan melihat antar kedua mata inilah yang kerap terjadi pada penderita mata juling. Hubungan kerjasama antara otak dan mata masih dapat terus berkembang pada anak-anak. Sehingga, perawatan mata juling paling efektif dilakukan pada usia tersebut.

3 Pilihan terapi untuk mata juling

Perawatan mata juling akan tergantung dari jenis gangguan yang dialami. Sehingga, Anda perlu memeriksakan terlebih dahulu kondisi anak ke dokter mata, untuk mengetahui jenis gangguan yang dialami.

Setelah itu, apabila dokter merasa kondisi tersebut dapat dirawat tanpa operasi, jenis terapi mata juling berikut ini mungkin direkomendasikan.

1. Penggunaan kacamata atau lensa khusus

Tergantung pada kondisinya, dokter dapat menyarankan penggunaan kacamata dan lensa kontak khusus, sebagai terapi perawatan untuk mata juling. Tidak hanya itu, dokter juga meresepkan penggunaan lensa prisma khusus.

Lensa ini dibuat dengan resep dokter. Lensa prisma memiliki kemampuan untuk membelokkan cahaya dan mengubah cahaya yang masuk ke mata, sehingga mengurangi usaha yang diperlukan mata untuk melihat suatu objek. Pada beberapa kasus, lensa ini juga dapat mengurangi frekuensi berputarnya bola mata, saat sedang berusaha melihat.

2. Menggunakan penutup mata

Pada terapi ini, penutup mata ditempatkan di mata yang sehat selama beberapa jam sehari. Hal ini membuat mata yang mengalami gangguan “terpaksa” melihat, tanpa bantuan mata yang sehat.

Jika dilakukan secara teratur, lama kelamaan otot mata dapat terus menguat. Selain itu, gangguan penglihatan yang terjadi juga akan semakin membaik. Jadikan terapi ini sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari agar anak tidak sulit ketika harus menggunakannya.

3. Pemberian tetes mata

Pada anak yang sulit untuk dipakaikan penutup mata, dokter mungkin akan memberikan obat tetes mata khusus, sebagai alternatif perawatannya. Sama seperti penutup mata yang menghalangi mata sehat untuk bekerja, obat tetes mata juga diteteskan pada mata sehat.

Obat ini kemudian akan membuat penglihatan di mata yang sehat tersebut menjadi kabur untuk sementara waktu. Hal ini membuat mata yang mengalami gangguan, harus bekerja lebih keras. Akibatnya, otot mata dan kemampuan melihatnya terus membaik.

Jika terapi di atas tidak juga efektif, maka operasi untuk memperbaiki otot mata mungkin diperlukan. Operasi umumnya dilakukan untuk mengendurkan, atau justru mengencangkan otot yang menyebabkan terjadinya kelainan pergerakan mata. Ikuti saran dokter untuk menentukan perawatan yang terbaik.

Referensi

American Optometric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/strabismus#3
Diakses pada 3 Mei 2019

Kellog Eye Center, Michigan Medicine. https://www.umkelloggeye.org/conditions-treatments/strabismus
Diakes pada 3 Mei 2019

National Eye Institute. https://nei.nih.gov/news/briefs/eye_patching
Diakses pada 3 Mei 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/strabismus.html
Diakses pada 3 Mei 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top