Inilah Terapi Komplementer dan Jenis-jenisnya yang Perlu Diketahui

Terapi komplementer adalah terapi untuk penanganan penyakit di luar terapi dokter
Pijat merupakan salah satu terapi komplementer

Saat Anda merasakan stres yang terus-menerus datang, beberapa rekan mungkin menyarankan untuk mengikuti kelas yoga. Yoga merupakan salah satu jenis terapi komplementer yang diyakini mampu membantu pengendalian kondisi psikologis.

Sebenarnya, apa itu terapi komplementer? Apakah semua terapi komplementer aman dilakukan?

Apa itu terapi komplementer?

Terapi komplementer adalah terapi yang dilakukan untuk menangani penyakit di luar tindakan konvensional dari dokter. Disebut sebagai terapi komplementer karena beberapa terapi tersebut melengkapi penanganan medis oleh dokter dan rumah sakit.

Walau berpotensi untuk membantu penanganan konvensional dari dokter, penting untuk diingat bahwa terapi komplementer tidak menggantikan pengobatan dokter. Dengan demikian, Anda amat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani terapi komplementer.

Beberapa jenis terapi komplementer

Ada cukup banyak jenis terapi komplementer. Beberapa yang umum dan terkenal di masyarakat, yaitu:

1. Aromaterapi

Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan minyak hasil ektraksi dari tanaman dan bunga, yang dikenal sebagai minyak esensial atau minyak atsiri. Larutan minyak atsiri dengan minyak pelarut dapat dihirup, digunakan untuk pijat, dioleskan sebagai krim, atau ditambahkan ke air saat mandi air hangat.

Aromaterapi umumnya digunakan untuk relaksasi. Walau begitu, beberapa pihak memercayai bahwa aromaterapi dapat membantu meredakan gejala atau penyakit tertentu. Beberapa manfaat aromaterapi yang diyakini, yaitu:

  • Rasa sakit jangka panjang
  • Stres, rasa cemas, dan depresi
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan kognitif
  • Infeksi kulit

Bukti khasiat aromaterapi dan minyak atsiri tersebut masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Anda disarankan untuk berkonsultasi dahulu terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan minyak aromaterapi karena beberapa minyak atsiri dapat menyebabkan efek samping.

2. Akupuntur

Akupuntur adalah terapi tradisional Cina kuno yang menggunakan jarum dan ditusukkan ke titik-titik tertentu ke dalam tubuh. Awalnya, akupuntur bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan 'energi' di dalam tubuh. Akupuntur masih banyak dilakukan dan menjadi salah satu terapi komplementer yang paling terkenal dan populer.

Beberapa kondisi medis yang banyak dipercaya dapat ditangani dengan akupuntur, yaitu:

  • Sakit dan nyeri (terutama sakit punggung, lutut, leher, dan rahang)
  • Sakit kepala dan migrain
  • Penyakit setelah operasi atau saat menjalani kemoterapi
  • Kecanduan zat tertentu
  • Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome)
  • Asma
  • Stroke
  • Radang sendi
  • Gangguan usus atau kandung kemih

Akupunktur cukup aman dan cenderung tidak menghasilkan efek samping. Walau begitu, terapi komplementer termasuk akupuntur harus dilakukan oleh praktisi yang terlatih. Berkonsultasi dengan dokter amat diperlukan sebelum mencoba terapi ini. 

Sebagai informasi, akupuntur juga menjadi salah satu spesialisasi dalam profesi dokter di Indonesia.

3. Homoeopati

Homeopati adalah terapi komplementer yang didasarkan pada gagasan bahwa suatu zat yang biasanya menyebabkan gejala-gejala tertentu dapat menyembuhkan gejala tersebut jika diberikan dalam dosis yang sangat kecil.

Praktisi dari homoeopati mengklaim bahwa terapi komplementer ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk:

Sebagai terapi komplementer, dasar ilmiah untuk homeopati juga masih perlu dikaji lebih lanjut. Sebelum mencoba terapi komplementer ini, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

4. Pijat

Pijat adalah terapi komplementer dengan melibatkan manipulasi jaringan lunak tubuh, biasanya dilakukan dengan tangan. Terapi ini utamanya digunakan untuk merilekskan tubuh, walau juga dipercaya dapat membantu mengurangi rasa sakit tertentu.

Pijat sebagai terapi komplementer dipercaya untuk menangani kondisi berikut ini:

5. Osteopati dan kiropraktik

Osteopati dan kiropraktik adalah terapi komplementer yang melibatkan penggunaan tangan untuk bekerja dengan sendi dan otot. Kedua terapi ini umumnya digunakan untuk menangani kondisi yang berkaitan dengan otot, tulang, dan persendian. Walau begitu, beberapa orang juga mencoba terapi ini untuk masalah medis lain.

Osteopati dan kiropraktik sebagai terapi komplementer umumnya dilakukan untuk menangani kondisi berikut ini:

  • Nyeri punggung bagian bawah karena aktivitas fisik
  • Osteoartritis karena aktivitas fisik
  • Nyeri leher jangka panjang yang tidak diketahui penyebabnya

Sebagai terapi komplementer, Anda juga harus berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum menjalani terapi osteopati maupun kiropraktik.

6. Yoga

Yoga mungkin salah satu terapi komplementer yang terkenal. Yoga adalah terapi yang didasarkan pada filosofi India kuno. Gerakan yoga dirancang sebagai ‘jalan’ untuk menuju pencerahan spiritual, dan kini populer sebagai bentuk latihan dan manajemen stres.

Banyak pakar telah sepakat, bahwa melakukan yoga dengan teratur mampu memberikan banyak manfaat kesehatan. Manfaat tersebut, termasuk peningkatan kebugaran tubuh dan pengendalian tekanan darah.

Yoga juga menjadi cara untuk menangkal stres. Orang yang rutin melakukan yoga merasakan adanya penurunan tingkat, dan meningkatnya perasaan bahagia. Khasiat yoga tersebut dipercaya karena berkonsentrasi pada postur dan pengaturan napas.

Saat ini, ada banyak kelas-kelas yoga yang bisa Anda ikuti, untuk mengendalikan stres duniawi.

Catatan dari SehatQ

Beberapa terapi komplementer memang terbukti ampuh untuk mengatasi gejala tertentu. Hanya saja, tak semua terapi komplementer dapat membantu Anda. Sebelum menerapkan terapi apapun, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/complementary-therapies
Diakses pada 4 Desember 2019

Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/pilates-and-yoga-health-benefits
Diakses pada 4 Desember 2019

Bupa. https://www.bupa.co.uk/health-information/complementary-therapies/complementary-therapies
Diakses pada 4 Desember 2019

Artikel Terkait