Terapi Jeruk Nipis untuk Mengatasi Kemandulan Belum Terbukti Secara Ilmiah

Terapi jeruk nipis disebut-sebut ampuh mengatasi kemandulan seperti yang dipopulerkan oleh penyanyi Dewi Yull
Secara ilmiah, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa terapi jeruk nipis ini efektif mengatasi kemandulan

Belakangan marak terapi jeruk nipis yang disebut efektif mengatasi kemandulan. Metodenya adalah mengonsumsi jeruk nipis selama 14 hari penuh. Meski demikian, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan khasiat jeruk nipis dalam mengatasi kemandulan.

Terapi jeruk nipis untuk kemandulan

terapi jeruk nipis mengharuskan orang untuk minum jeruk nipis selama 2 minggu berturut-turut tanpa jeda
Terapi jeruk nipis dilakukan dengan cara mengonsumsi jeruk nipis peras tanpa tambahan apapun

Popularitas terapi jeruk nipis untuk mengatasi kemandulan dimulai ketika penyanyi legendaris Dewi Yull membuat video di channel YouTube pribadinya. Dalam videonya, disampaikan bahwa ada ribuan testimoni yang menyebut terapi jeruk nipis bisa membuat pasangan memiliki keturunan.

Seperti apa terapi jeruk nipis ini?

Terapi jeruk nipis mengharuskan orang yang mengikutinya untuk mengonsumsi jeruk nipis selama 2 minggu berturut-turut tanpa jeda. Pada seminggu pertama, jumlah jeruk nipis yang dikonsumsi lebih banyak. Sementara seminggu berikutnya, jumlah jeruk nipis berkurang.

Detilnya sebagai berikut:

  • Hari ke-1: 4 jeruk nipis
  • Hari ke-2: 8 jeruk nipis
  • Hari ke-3: 12 jeruk nipis
  • Hari ke-4: 16 jeruk nipis
  • Hari ke-5: 20 jeruk nipis
  • Hari ke-6: 24 jeruk nipis
  • Hari ke-7: 28 jeruk nipis
  • Hari ke-8: 28 jeruk nipis
  • Hari ke-9: 24 jeruk nipis
  • Hari ke-10: 20 jeruk nipis
  • Hari ke-11: 16 jeruk nipis
  • Hari ke-12: 12 jeruk nipis
  • Hari ke-13: 8 jeruk nipis
  • Hari ke-14: 4 jeruk nipis

Biasanya, jeruk nipis yang digunakan adalah yang berukuran kecil karena perlu cukup banyak jeruk nipis selama 2 minggu periode melakukan terapi jeruk nipis. 

Cara melakukan terapi jeruk nipis juga sederhana. Pertama, peras jeruk nipis dalam wadah tanpa diberi tambahan apapun. Namun apabila tidak bisa menahan rasa asam dari jeruk nipis, boleh diberikan tambahan madu secukupnya.

Efektifkah terapi jeruk nipis?

Terlepas dari ribuan testimoni atau popularitas terapi jeruk nipis, secara ilmiah belum ada penelitian yang membuktikan efek terapi jeruk nipis terhadap kemandulan.

Pada Agustus 2010 lalu, pernah ada penelitian tentang efek ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantifolia) pada tikus jenis Sprague-Dawley. Dalam penelitian ini, 25 tikus betina dewasa digunakan.

Ada 2 eksperimen yang dilakukan. Pada eksperimen pertama, 15 tikus secara acak dibagi ke 3 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 tikus (kelompok 1a, 1b, dan 1c). Selama 16 hari pertama eksperimen, diteliti siklus kesuburan tikus.

Kemudian, kelompok tikus 1a diberi 1 ml ekstrak jeruk nipis tanpa diberi tambahan apapun. Kelompok tikus 1b mendapat 1 ml 50% ekstrak jeruk nipis yang sudah dicampur bahan lain, dan tikus di kelompok 1c hanya diberikan air.

Hasilnya, ditemukan pola yang tidak teratur pada tikus dari kelompok 1a yang diberi ekstrak jeruk nipis tanpa diberi tambahan apapun. Sementara pada tikus kelompok 1b, ada 80% perubahan siklus kesubran.

Kesimpulannya, pemberian jeruk nipis dalam eksperimen ini menyebabkan siklus kesuburan tidak teratur dan juga bisa meningkatkan kesuburan.

Meski demikian, masih perlu banyak sekali penelitian untuk benar-benar membuktikan manfaat terapi jeruk nipis terhadap kemandulan. Apa yang diujikan terhadap tikus belum menjawab apakah perlakuannya akan sama ketika diaplikasikan pada manusia.

Manfaat jeruk nipis

Terlepas dari apakah terapi jeruk nipis bisa mengatasi kemandulan atau tidak, jeruk nipis merupakan buah yang kaya akan manfaat. Beberapa manfaatnya adalah:

Dan ada banyak lagi manfaat jeruk nipis untuk kesehatan tubuh. Jeruk nipis juga kerap digunakan sebagai obat untuk disentri atau diare yang cukup parah. Beberapa orang lainnya juga mengaplikasikan minyak jeruk nipis dengan cara dioleskan untuk membunuh kuman.

Bisa jadi, mengonsumsi banyak makanan bernutrisi seperti sayur dan buah-buahan memang membuat tubuh seorang individu menjadi lebih sehat.

Ketika tubuh mereka sehat, artinya metabolisme baik dan kemungkinan memiliki keturunan juga meningkat. Tentunya, juga diiringi dengan gaya hidup sehat.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20150029
Diakses 20 Januari 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/545679-lemon-juice-mens-fertility/
Diakses 20 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-548/lime
Diakses 20 Januari 2020

Artikel Terkait