Inilah 2 Jenis Terapi Disleksia Anak yang Mengasah Kemampuan Membacanya

Kemampuan membaca anak disleksia bisa diperbaiki melalui terapi yang tepat
Dengan terapi yang tepat, anak dengan disleksia, bisa mengalami perbaikan dalam kemampuan membaca.

Disleksia adalah suatu kondisi yang membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja suatu kata. Berbeda dengan gangguan belajar, penderita disleksia tidak mengalami masalah pada tingkat kecerdasannya.

Disleksia bukan merupakan kondisi yang dapat disembuhkan dan akan bertahan seumur hidup. Namun, dengan pendampingan dan terapi yang tepat, kemampuan membaca serta menulis penderitanya dapat terus meningkat, sehingga dapat berhasil di sekolah maupun pekerjaannya.

[[artikel-terkait]]

Jenis terapi disleksia yang dapat dilakukan

Ada dua terapi yang umum digunakan untuk meningkatkan kemampuan baca tulisnya. Keduanya dapat membantu anak Anda untuk mengejar ketertinggalan di sekolah.

Semakin cepat terapi dimulai, maka tingkat kesuksesannya juga akan semakin baik. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi penderita disleksia yang sudah dewasa, untuk memperbaiki kemampuannya.

Terapi disleksia akan disesuaikan dengan masing-masing penderita. Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, dokter atau ahli yang memberikan perawatan, akan melakukan tes baca tulis, untuk melihat kemampuan awalnya dan memberikan diagnosis.

Setelah itu, dapat dilakukan terapi untuk mengembangkan kemampuan anak tersebut. Terdapat dua terapi membaca yang umum diberikan kepada penderita kondisi ini, yaitu:

1. Orton-Gillingham

Terapi ini mengaplikasikan teknik untuk mengajarkan membaca pada penderita disleksia, secara bertahap. Pada metode ini, penderita disleksia untuk mencocokkan huruf dengan suara dan mengenali cara pengucapan huruf tersebut.

Metode ini fokus untuk mengajarkan anak membaca pada tingkatan kata, dan bukan terapi satu-satunya yang akan dilakukan. Selain itu, metode Orton-Gilingham juga menggunakan berbagai cara untuk membantu anak belajar, misalnya dengan sentuhan.

2. Instruksi multisensori

Metode ini mengajarkan anak menggunakan seluruh inderanya seperti sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan gerakan untuk membantunya belajar. Penderita disleksia akan belajar dengan lebih efektif, apabila informasi yang diberikan, diterima beberapa sensor secara berkesinambungan.

Metode ini memungkinkan peserta yang menjalaninya, untuk belajar menggunakan caranya sendiri. Hal tersebut akan memungkinkan anak untuk belajar menggunakan indera terkuatnya dan meningkatkan kemampuan indera terlemahnya.

Tips untuk orangtua dengan anak disleksia

Selain menjalani terapi dengan bantuan para profesional, pendampingan orangtua juga merupakan bagian penting dari perkembangan anak dengan disleksia. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendampingi Si Buah Hati antara lain:

1. Bantu anak saat belajar membaca

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak belajar membaca, di antaranya:

  • Mendengarkan audio book bersama anak. Anak bisa sembari membaca tulisan yang sama.
  • Pastikan anak Anda memiliki waktu membaca sendiri, baik dalam hati maupun diucapkan secara lantang
  • Selain buku pelajaran, Anda juga dapat menggunakan novel bergambar dan buku komik untuk membantu anak membaca.
  • Jangan lupa, Anda juga perlu rajin membaca, sebagai contoh yang baik bagi anak.

2. Monitor performa belajar anak

Bangun kerjasama yang baik dengan para guru di sekolah, agar anak Anda mendapatkan pola belajar yang sesuai dengan kondisinya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan berbagai alat bantu seperti smartphone, tablet, maupun komputer untuk membantu pembelajaran.

Selain itu, Anda juga bisa membantu anak untuk mengatur pekerjaan sekolahnya tetap teratur.

3. Berikan dukungan emosional

Selain membantu anak dengan proses pembelajarannya, dukungan emosional juga merupakan komponen penting yang perlu Anda berikan. Jadilah orangtua yang tegas, tapi tetap sabar, dan positif.

Pastikan anak Anda mengerti bahwa meski dirinya memiliki kondisi disleksia, masih banyak kemampuan lain yang bisa dibanggakan. Beri pujian terhadap kemajuan yang ditunjukkan, jangan biarkan kesulitan membaca menjadi satu-satunya fokus. Biarkan anak Anda melakukan kegiatan yang dia kuasai dan diminati.

Kondisi disleksia memang dapat memberikan banyak tantangan, baik bagi anak maupun orangtua. Karena itu, dengan terapi disleksia yang tepat, diharapkan kondisi tersebut akan terus membaik. Konsultasikan dengan dokter atau ahli terkait sedini mungkin, agar mendapatkan penanganan yang tepat, serta hasil yang baik.

Understood.
https://www.understood.org/en/school-learning/partnering-with-childs-school/instructional-strategies/orton-gillingham-what-you-need-to-know
Diakses pada 6 Februari 2019

NHS UK.
https://www.nhs.uk/conditions/dyslexia/
Diakses pada 6 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/helping-children-with-dyslexia#1
Diakses pada 6 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/understanding-dyslexia-treatment#1
Diakses pada 6 Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed