Mengenal 4 Jenis Terapi Disleksia untuk Asah Kemampuan Baca Anak

(0)
15 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Terapi disleksia untuk anakDengan terapi yang tepat, anak dengan disleksia, bisa mengalami perbaikan dalam kemampuan membaca.
Disleksia adalah suatu kondisi yang membuat penderitanya mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja suatu kata. Berbeda dengan gangguan belajar, penderita disleksia tidak mengalami masalah pada tingkat kecerdasannya.Menurut IDAI, disleksia bukan merupakan kondisi yang dapat disembuhkan dan akan bertahan seumur hidup. Namun, dengan pendampingan dan terapi yang tepat, kemampuan membaca serta menulis penderitanya dapat terus meningkat, sehingga dapat berhasil di sekolah maupun pekerjaannya.Kemampuan mengatasi masalah (coping strategy) dapat dikembangkan oleh setiap anak disleksia, karena pada dasarnya anak disleksia memiliki intelegensia yang normal. Kemampuan mengatasi masalah ini dapat dikembangkan melalui terapi remediasi dan akomodasi sehingga seorang anak disleksia dapat tumbuh menjadi seorang individu dewasa tanpa disleksia atau berkurang derajat disleksianya.[[artikel-terkait]]

Jenis terapi disleksia yang dapat dilakukan

Ada empat terapi yang umum digunakan untuk meningkatkan kemampuan baca tulisnya. Keempatnya dapat membantu anak Anda untuk mengejar ketertinggalan di sekolah.Semakin cepat terapi dimulai, maka tingkat kesuksesannya juga akan semakin baik. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi penderita disleksia yang sudah dewasa, untuk memperbaiki kemampuannya.Terapi disleksia akan disesuaikan dengan masing-masing penderita. Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, dokter atau ahli yang memberikan perawatan, akan melakukan tes baca tulis, untuk melihat kemampuan awalnya dan memberikan diagnosis.Setelah itu, dapat dilakukan terapi untuk mengembangkan kemampuan anak tersebut. Terdapat empat terapi membaca yang umum diberikan kepada penderita kondisi ini, yaitu:

1. Orton-Gillingham

Terapi ini mengaplikasikan teknik untuk mengajarkan membaca pada penderita disleksia, secara bertahap. Pada metode ini, penderita disleksia untuk mencocokkan huruf dengan suara dan mengenali cara pengucapan huruf tersebut.Metode ini fokus untuk mengajarkan anak membaca pada tingkatan kata, dan bukan terapi satu-satunya yang akan dilakukan. Selain itu, metode Orton-Gilingham juga menggunakan berbagai cara untuk membantu anak belajar, misalnya dengan sentuhan.

2. Instruksi multisensori

Metode ini mengajarkan anak menggunakan seluruh inderanya seperti sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan gerakan untuk membantunya belajar. Penderita disleksia akan belajar dengan lebih efektif, apabila informasi yang diberikan, diterima beberapa sensor secara berkesinambungan.Metode ini memungkinkan peserta yang menjalaninya, untuk belajar menggunakan caranya sendiri. Hal tersebut akan memungkinkan anak untuk belajar menggunakan indera terkuatnya dan meningkatkan kemampuan indera terlemahnya.

3. Terapi dengan metode fonik

Terapi dengan metode fonik merupakan metode yang memanfaatkan kemampuan visual dan auditori anak dengan cara menamakan huruf sesuai dengan bunyi bacaannya. Misalnya, huruf B yang dibunyikan "be", huruf C dibunyikan "ce", dan lain sebagainya. Selain itu, anak juga akan diajarkan beberapa hal seperti mengeja,  membaca, menulis, memahami huruf dan susunan huruf pada suatu kata, serta menyusun suatu kalimat untuk memahami kosa kata baru.

4. Terapi visual dan auditori

Anak dengan disleksia umumnya tidak terlepas dari masalah pendengaran dan penglihatan. Terapi visual dan auditori bisa Anda berikan untuk membantu anak mengenali huruf dan membaca huruf tersebut dalam suatu kata ataupun kalimat.

Tips untuk orangtua dengan anak disleksia

Selain menjalani terapi dengan bantuan para profesional, pendampingan orangtua juga merupakan bagian penting dari perkembangan anak dengan disleksia. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendampingi Si Buah Hati antara lain:

1. Bantu anak saat belajar membaca

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak belajar membaca, di antaranya:
  • Mendengarkan audio book bersama anak. Anak bisa sembari membaca tulisan yang sama.
  • Pastikan anak Anda memiliki waktu membaca sendiri, baik dalam hati maupun diucapkan secara lantang
  • Selain buku pelajaran, Anda juga dapat menggunakan novel bergambar dan buku komik untuk membantu anak membaca.
  • Jangan lupa, Anda juga perlu rajin membaca, sebagai contoh yang baik bagi anak.

2. Monitor performa belajar anak

Bangun kerjasama yang baik dengan para guru di sekolah, agar anak Anda mendapatkan pola belajar yang sesuai dengan kondisinya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan berbagai alat bantu seperti smartphone, tablet, maupun komputer untuk membantu pembelajaran.Selain itu, Anda juga bisa membantu anak untuk mengatur pekerjaan sekolahnya tetap teratur.

3. Berikan dukungan emosional

Selain membantu anak dengan proses pembelajarannya, dukungan emosional juga merupakan komponen penting yang perlu Anda berikan. Jadilah orangtua yang tegas, tapi tetap sabar, dan positif.Pastikan anak Anda mengerti bahwa meski dirinya memiliki kondisi disleksia, masih banyak kemampuan lain yang bisa dibanggakan. Beri pujian terhadap kemajuan yang ditunjukkan, jangan biarkan kesulitan membaca menjadi satu-satunya fokus. Biarkan anak Anda melakukan kegiatan yang dia kuasai dan diminati.Kondisi disleksia memang dapat memberikan banyak tantangan, baik bagi anak maupun orangtua. Karena itu, dengan terapi disleksia yang tepat, diharapkan kondisi tersebut akan terus membaik. Konsultasikan dengan dokter atau ahli terkait sedini mungkin, agar mendapatkan penanganan yang tepat, serta hasil yang baik.
tips parentingtumbuh kembang anakdisleksia
Understood.
https://www.understood.org/en/school-learning/partnering-with-childs-school/instructional-strategies/orton-gillingham-what-you-need-to-know
Diakses pada 6 Februari 2019
NHS UK.
https://www.nhs.uk/conditions/dyslexia/
Diakses pada 6 Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/helping-children-with-dyslexia#1
Diakses pada 6 Februari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/understanding-dyslexia-treatment#1
Diakses pada 6 Februari 2019
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mengenal-disleksia
Diakses pada 3 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait