Terapi Hormon Testosteron Lewat Suntik, Amankah untuk Semua Orang?

(0)
29 Jul 2020|Azelia Trifiana
Terapi suntik testosteronBeberapa kondisi kesehatan pria memerlukan terapi suntik testosteron
Testosteron adalah hormon steroid yang berperan pada banyak aspek kesehatan termasuk massa otot, lemak tubuh, kepadatan tulang, jumlah sel darah merah, bahkan mood. Jika kadar testosteron seseorang di bawah standar dan menimbulkan gejala yang mengganggu aktivitas, dokter akan menyarankan terapi hormon testosteron berupa suntik testosteron.Idealnya, kadar testosteron normal adalah antara 300-1.000 ng/dL. Ketika dilakukan prosedur terapi hormon testosteron, biasanya suntikan dilakukan di area otot gluteal di bokong. Pada beberapa kasus, dokter akan mengajarkan cara suntik testosteron sendiri di area otot paha.

Kapan terapi hormon testosteron diperlukan?

Secara alami, seorang pria biasanya mengalami penurunan hormon testosteron saat menginjak usia 30-40 tahun. Namun, ada juga yang mengalami penurunan hormon signifikan disebut low T.Beberapa gejalanya seperti:
  • Disfungsi ereksi
  • Perubahan gairah seksual
  • Jumlah sperma menurun
  • Berat badan bertambah
  • Depresi
  • Cemas berlebih
  • Perubahan ukuran penis dan testis
  • Payudara lebih besar
Untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang mengalami penurunan hormon testosteron, perlu dilakukan tes khusus. Dokter juga akan mempertimbangkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik sebagai bahan diagnosis.Pemeriksaan darah pun juga penting untuk tahu berapa kadar sel darah merah. Suntik testosteron bisa meningkatkan kadar sel darah merah seseorang, jadi penting untuk melakukan pemeriksaan darah sebelum prosedur terapi hormon dilakukan.

Manfaat suntik testosteron

Tujuan suntik testosteron adalah menjaga agar kadar hormon testosteron tetap normal. Umumnya, penderita low T akan merasakan manfaat setelah melakukan suntik testosteron seperti:
  • Gairah seksual meningkat
  • Tidak lagi mengalami disfungsi ereksi
  • Lebih berenergi
  • Mood menjadi lebih baik
  • Jumlah sperma meningkat
Selain itu, suntik testosteron juga bisa membantu distribusi lemak ke seluruh tubuh. Namun tentu tidak bisa diharapkan ada perubahan berat badan signifikan secara instan. Bahkan, ada orang yang tidak merasakan perubahan apa-apa terkait berat badannya setelah menjalani terapi.Sementara terkait dengan kondisi otot, terapi hormon testosteron bisa meningkatkan massa otot. Namun, bukan berarti membuat otot terasa lebih kuat. Kadar testosteron biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 2-3 hari setelah suntik dilakukan, kemudian perlahan menurun hingga dosis penambahan hormon selanjutnya.

Apakah suntik testosteron aman?

Suntik testosteron aman dilakukan, terutama bagi penderita low T. Meski demikian, bukan berarti semua orang aman menjalani terapi hormon ini. Jadi, sebelum menjalani prosedurnya, sampaikan kepada dokter riwayat medis selama ini.Perlu pengawasan ekstra apabila pasien memiliki riwayat penyakit jantung, sleep apnea, atau jumlah sel darah merah terlalu tinggi. Orang yang menderita kanker payudara atau kanker prostat juga tidak disarankan melakukan prosedur suntik testosteron.Terkadang, ada beberapa risiko kesehatan yang muncul akibat suntik testosteron seperti:
  • Masalah pada liver
  • Serangan jantung
  • Stroke
  • Penggumpalan darah
  • Pembesaran prostat
Terapi hormon seperti suntik testosteron bisa bermanfaat, namun hanya jika seseorang dinyatakan menderita low T lewat pemeriksaan medis dengan dokter. Diagnosis sendiri terkadang belum tentu akurat menentukan kadar hormon testosteron seseorang.Selain terapi hormon, perlu juga mengimbangi dengan aktif bergerak, mendapat asupan makanan bergizi, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Diskusikan pula dengan dokter sebelum memutuskan untuk memulai terapi hormon testosteron. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sehingga risikonya bisa dihindari.

Apabila rendahnya kadar hormon testosteron seseorang terjadi karena masalah medis seperti obesitas, diabetes tipe 2, atau sleep apnea, dokter juga mungkin menyarankan pengobatan untuk penyakit itu terlebih dahulu. Diharapkan, kadar testosteron akan membaik seiring dengan berjalannya perawatan.
hidup sehatkesehatan priapola hidup sehat
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/hs/low-testosterone-guide/after-low-testosterone-diagnosis/
Diakses pada 13 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/testosterone-injections
Diakses pada 13 Juli 2020
Drugs. https://www.drugs.com/testosterone.html
Diakses pada 13 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait