Terapi Holistik, Paket Lengkap Pengusir Stres yang Bisa Dilakukan Kapan Saja


Terapi holistik atau yang biasa disebut dengan holistic psychotherapy adalah jenis terapi integratif. Artinya, ada perpaduan antara penanganan tradisional dan non-tradisional agar seorang individu mendapat penanganan secara utuh dan menyeluruh.

0,0
21 Sep 2021|Azelia Trifiana
Terapi holistik mencakup kesehatan mentalTerapi holistik mencakup kesehatan mental
Terapi holistik atau yang biasa disebut dengan holistic psychotherapy adalah jenis terapi integratif. Artinya, ada perpaduan antara penanganan tradisional dan non-tradisional agar seorang individu mendapat penanganan secara utuh dan menyeluruh.Di dalamnya, terdapat beberapa jenis terapi seperti hipnosis, teknik pernapasan, hingga meditasi. Bisa dibilang, level terapinya lebih mendalam lagi.

Jenis terapi holistik

Psikoterapi holistik adalah istilah yang memayungi beberapa jenis penanganan berbeda. Lebih jauh lagi, macamnya bisa berupa:
  • Integratif atau eklektik

Sesuai namanya, eklektik berarti memilih yang terbaik dari beberapa opsi. Artinya, pendekatan ini berdasar pada beberapa tradisi dan teknik demi memenuhi mana yang paling diperlukan klien.
  • Terapi tubuh dan pikiran

Merupakan teknik terapi yang fokus dalam mengoptimalkan fungsi tubuh. Selain itu, ada pula terapi pikiran berupa relaksasi. Tujuannya sama, demi membuat kesehatan kian optimal.
  • Terapi somatik

Pendekatan yang berpusat pada tubuh dengan memanfaatkan strategi seperti teknik pernapasan, menari, meditasi, dan semacamnya. Fungsinya untuk meredakan stres hingga menyembuhkan trauma. Ini juga bisa menjadi media untuk menangani masalah kesehatan mental lainnya.
  • Terapi spiritual

Pendekatan yang satu ini memasukkan sistem kepercayaan dan keyakinan seseorang. Lewat parameter ini, dicari tahu lebih jauh apa akar masalah yang tengah dihadapi.

Teknik melakukan terapi holistik

Ketika seorang pakar menerapkan terapi holistic, tentu ada lebih dari satu teknik yang diterapkan. Tujuan utamanya adalah membantu individu mengenali gejala yang mereka alami.Selain itu, strategi semacam ini juga didesain untuk membuat seseorang kian sadar akan dirinya sendiri. Dengan demikian, koneksi antara tubuh dan pikiran bisa dipahami dalam perannya terhadap kesehatan mental.Teknik-tenik dalam terapi holistic biasanya berakar pada pola pikir mindful dan gerakan tubuh pula. Biasanya, klien akan dibuat rileks sehingga bisa lebih mencerna bagaimana relasi antara jiwa dan raga.Lihat saja beberapa contoh dari terapi holistik seperti:
  • Akupuntur
  • Teknik pernapasan
  • Imajinasi terarah (guided imagery)
  • Hipnosis
  • Pemberian pijatan
  • Meditasi
  • Reiki
  • Tai chi
  • Yoga
  • Mindfulness
  • Biofeedback (mengendalikan respons tubuh)
Selain beberapa teknik di atas, terapis juga mungkin memasukkan pendekatan terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif, psikoanalisis, dan terapi yang fokus pada individu atau person-centered therapy.

Manfaat terapi holistik

Biasanya, praktik terapi holistik digunakan untuk membantu seseorang menghadapi ketegangan dan stres. Berbeda dengan jenis terapi lain, terapi yang satu ini sudah menggunakan pendekatan ke seluruh tubuh. Semua efektif menargetkan kesehatan mental, fisik, dan juga spiritual.Dengan melakukan terapi, maka seorang individu bisa melihat lebih jernih koneksi berbagai aspek dalam hidupnya. Tentu saja, ini berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas hidupnya.Bahkan, teknik tini bisa diterapkan di luar sesi terapi bersama psikolog atau psikiater. Orang yang sudah paham betul tentang terapi ini dapat mengaplikasikannya sendiri kapan saja ketika menghadapi situasi yang memicu stres, cemas berlebih, atau berdampak signifikan pada mood.Lihat saja bagaimana ketika seseorang melatih napas atau melakukan meditasi, situasi yang dihadapinya bisa lebih terkendali. Bukan berarti membuat situasi jadi serba mudah, namun respons dan tingkat stres lebih bisa diatur.Umumnya, terapi holistik digunakan sebagai cara pencegahan atau tambahan dari penanganan. Artinya, sebelum gangguan kesehatan mental benar-benar muncul, terapi ini bisa mencegah munculnya masalah yang membahayakan sisi emosional, fisik, sosial, atau spiritual seseorang.

Efektifkah?

Tidak mudah menyebutkan seberapa efektif terapi holistic. Jelas, sebab ada banyak teknik dan pendekatan yang digunakan dalam terapi ini. Namun, pakar kesehatan mental biasanya menambahkan terapi holistic pada penanganan seperti terapi perilaku kognitif dan terapi psikologi dinamis.Hebatnya lagi, terapi yang terintegrasi semacam ini efektif secara biaya. Seseorang bisa melakukannya kapan saja, tanpa harus membuat janji konsultasi atau satu sesi dengan terapis.Terlebih, mengingat situasi yang memicu stres bisa terjadi kapan saja tanpa terduga, maka terapi holistic seperti meditasi atau mengatur napas bisa jadi cara mengendalikan situasi.

Catatan dari SehatQ

Tentu saja bagi yang belum ada ide tentang apa itu terapi holistic, tak ada salahnya bertanya dulu kepada pakarnya. Apalagi jika selama ini sudah menghadapi masalah seperti panic attack atau kecemasan berlebih. Dengan bertanya kepada ahlinya, maka praktiknya bisa lebih nyata dan partisipatif.Untuk memulainya, temukan dulu psikolog atau psikiater yang cocok. Lalu, penerapan terapi holistic akan bergantung pada kondisi setiap individu.Mengingat terapi holistic sangatlah fleksibel, kebutuhan bisa disesuaikan dengan kondisi setiap individu.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar efektivitas terapi holistic untuk masalah kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/holistic-therapy-definition-types-techniques-and-efficacy-5196420
Diakses pada 7 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/departments/wellness/integrative/treatments-services/holistic-psychotherapy
Diakses pada 7 September 2021
Cambridge Core. https://www.cambridge.org/core/journals/irish-journal-of-psychological-medicine/article/benefits-of-meditation-and-mindfulness-practices-during-times-of-crisis-such-as-covid19/076BCD69B41BC5A0A1F47E9E78C17F2A
Diakses pada 7 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait