Terapi Depresi dan Perawatan Paliatif untuk Penderita Kanker Prostat

Penderita kanker prostat rentan alami depresi sehingga membutuhkan terapi dan perawatan paliatif
Penderita kanker prostat rentan alami depresi sehingga membutuhkan terapi dan perawatan paliatif agar memiliki kualitas hidup yang baik

Penderita kanker prostat membutuhkan terapi depresi. Sama seperti penderita penyakit kanker lainnya, penderita kanker prostat juga rentan terhadap gangguan mental depresi. Hal ini digambarkan melalui sebuah penelitian mengenai depresi pada penderita kanker prostat.

Penelitian pada tahun 2014 tersebut menemukan bahwa tingkat depresi dan kecemasan pada penderita kanker prostat cukup tinggi. Namun, apa yang membuat penderita kanker prostat membutuhkan terapi depresi?

Bayang-bayang gelap depresi

Penderita kanker prostat bergulat dengan penyakit yang dialaminya. Kanker yang menggerogoti menimbulkan berbagai perubahan pada bentuk tubuh penderita yang bisa memengaruhi rasa percaya dan keberhargaan dirinya.

Belum lagi perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya tentu dapat menimbulkan rasa kehilangan yang memicu depresi dan kecemasan. Gejala-gejala dari kanker prostat ataupun efek samping dari terapi pengobatan yang diberikan menimbulkan stres pada penderita.

Bahkan, penelitian di tahun 2019 mendapati bahwa terapi hormon dan radiasi dapat meningkatkan risiko depresi pada penderita kanker prostat. Ketakutan akan kematian juga turut berpartisipasi memicu emosi-emosi negatif pada penderita.

Terapi depresi dan perawatan paliatif untuk penderita kanker prostat

Perawatan paliatif bisa menjadi salah satu cara selain terapi depresi untuk mengatasi gangguan depresi yang dimiliki. Hal ini karena perawatan paliatif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita. 

Definisi perawatan paliatif itu sendiri adalah perawatan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang didiagnosis penyakit yang mengancam nyawa. Seringkali pasien sudah dalam batas maksimal pengobatan dan tidak banyak lagi yang bisa dilakukan.

Perawatan paliatif tidak hanya mengatasi efek dari gejala-gejala kanker prostat yang dirasakan, tetapi juga membantu penderita secara sosial, spiritual, dan psikologis. Salah satu masalah yang diungkit adalah mengenai depresi. 

Perawatan paliatif bisa menjadi salah satu alternatif selain terapi depresi untuk penderita kanker prostat yang juga menderita depresi. 

Penelitian di tahun 2011 menyebutkan bahwa pengurangan efek dari gejala kanker prostat dapat membantu penderita kanker prostat yang mengalami depresi.

Penderita kanker prostat tidak perlu ragu untuk mencoba perawatan paliatif sebagai alternatif dari terapi depresi, karena orang-orang yang memberikan perawatan paliatif umumnya terdiri dari tim yang berisikan perawat, ahli farmasi, dokter, pekerja sosial, psikolog, dan sebagainya.

Prinsip komunikasi yang baik mengurangi depresi

Prinsip komunikasi yang baik akan sangat membantu penderita yang sedang menjalani terapi depresi ataupun yang memilih perawatan paliatif. Dukungan sosial merupakan salah satu landasan prinsip komunikasi yang baik antara penderita kanker prostat dan keluarganya.

Memberikan dukungan pada penderita kanker akan membantu mengurangi kecemasan dan depresi serta meningkatkan kualitas hidupnya. Prinsip komunikasi yang baik meliputi mendengarkan keluh kesah, membantunyaa saat menghadapi masalah, menemani saat harus menjalani terapi, dan sebagainya.

Terkadang penderita kanker prostat berusaha untuk bersikap tegar, tetapi ingatkan bahwa ia tak sendirian. 

Psikolog, psikiater, ataupun perawat yang menangani penderita kanker prostat yang sedang dalam terapi depresi ataupun perawatan paliatif perlu peka untuk menyadari kapan depresi mulai kambuh.

Namun, prinsip komunikasi tidak hanya melibatkan keluarga dan orang-orang yang memberikan terapi depresi ataupun perawatan paliatif, tetapi juga pada diri penderita. Penderita harus menyadari kapan dirinya membutuhkan bantuan dari orang lain.

Mencoba untuk terbuka dan berbicara kepada orang sekitar, seperti kerabat, perawat, dokter, dan sebagainya dapat membantu penderita untuk mengatasi depresi dan kecemasan yang dialami.

American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/emotional-side-effects/anxiety-fear-depression.html
Diakses pada 13 Juni 2019

BMJ Journals. https://bmjopen.bmj.com/content/4/3/e003901
Diakses pada 13 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3181973/
Diakses pada 13 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30748008
Diakses pada 13 Juni 2019

NIH. https://www.cancer.gov/about-cancer/advanced-cancer/care-choices/palliative-care-fact-sheet
Diakses pada 13 Juni 2019

Prostate Cancer Foundation. https://www.pcf.org/prostate-cancer-depression/
Diakses pada 13 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed