Apa Saja Pilihan Pengobatan Alternatif Telinga Tuli untuk Perbaiki Pendengaran?

Untuk membantu penderita tuli konduktif mendengar bunyi lebih jelas, pemakaian alat bantu dengar bisa menjadi pilihan.
Alat bantu dengar bisa membantu penderita tuli konduktif untuk mendengar suara dengan jelas.

Fungsi utama telinga adalah sebagai indra pendengaran. Tidak jarang, beberapa orang mengalami gangguan pada telinga yang mengakibatkan gangguan pendengaran (hearing loss). Salah satu gangguan pendengaran yang bisa dialami lansia adalah tuli konduktif. Saat ini, para lansia memiliki berbagai pilihan pengobatan alternatif telinga tuli, untuk memperbaiki pendengaran.

Gangguan pendengaran terjadi ketika adanya penurunan kemampuan untuk mendengarkan bunyi, seperti orang normal lainnya. Namun jangan khawatir. Sebab, dengan adanya kemajuan teknologi kesehatan, Anda bisa mendapatkan terapi dan pengobatan untuk telinga tuli yang efektif.  

[[artikel-terkait]]

Pilihan pengobatan alternatif telinga tuli

Beberapa tindakan dapat dilakukan pada individu dengan gangguan pendengaran. Prosedur medis itu diberikan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan gangguan pendengaran. Meski demikian, perlu diingat, gangguan pendengaran karena kerusakan sel bagian dalam telinga atau saraf tuli sensorineuli, tidak dapat diobati.

Sebab pada kondisi tersebut, sel rambut yang rusak, tidak dapat diperbarui. Oleh sebab itu, terapi dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan pendengaran. Berikut ini beberapa tindakan atau terapi, yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan pendengaran.

1. Membersihkan kotoran telinga

Kotoran telinga yang menumpuk, merupakan penyebab gangguan pendengaran konduktif yang bersifat reversibel atau dapat kembali lagi seperti semula. Namun perlu diingat, selalu lakukan hal ini secara hati-hati atau datang ke dokter, untuk mencegah komplikasi akibat membersihkan kotoran telinga dengan cara yang tidak benar.

2. Tindakan bedah

Ada gangguan pendengaran yang dapat dikoreksi dengan tindakan bedah, seperti gangguan pada gendang telinga, atau tulang-tulang pendengaran. Pembedahan untuk mengambil atau mengurangi cairan pada telinga tengah, juga dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan pendengaran.

3. Penggunaan alat bantu dengar (hearing aids)

Alat bantu dengar berfungsi sebagai penguat (amplifier) bunyi atau suara yang masuk ke dalam telinga, sehingga bunyi dapat didengar dengan jelas.

Ada beberapa tipe alat bantu dengar, seperti alat bantu dengar di belakang telinga  (behind-the ear atau BTE), alat bantu dengar di dalam liang telinga (in-the-canal atau ITC), alat bantu dengar yang seluruhnya berada di dalam liang telinga (completely in the canal atau CIC), alat bantu dengar open fit, dan alat bantu dengar bone conduction. Dokter akan merekomendasikan alat bantu dengar, berdasarkan kebutuhan pasien.

4. Implan koklea

Implan koklea direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan pendengaran berat, atau yang bersumber dari kerusakan sel-sel rambut di dalam koklea.

Selalu konsultasikan kepada dokter, untuk mendapatkan terapi yang sesuai, untuk mengatasi gangguan pendengaran Anda.

3 Jenis gangguan pendengaran

Sebelum merekomendasikan terapi maupun pengobatan, dokter tentunya akan memeriksa gangguan pendengaran yang Anda alami.

Ada tiga jenis gangguan pendengaran, yaitu gangguan pendengaran konduktif atau tuli konduktif, gangguan pendengaran sensorineural, dan gangguan pendengaran campuran.

1. Gangguan pendengaran konduktif atau tuli konduktif

Gangguan ini terjadi saat gelombang suara dari telinga lua,r tidak dapat dihantarkan ke telinga dalam. Beberapa penyebab gangguan pendengaran konduktif adalah kotoran telinga, cairan di dalam telinga, gendang telinga yang pecah, atau infeksi pada telinga.

2. Gangguan pendengaran sensorineural

Ini merupakan gangguan pendengaran yang bersumber dari telinga dalam, saraf-saraf pendengaran, koklea (sel rambut), dan otak.

3. Gangguan pendengaran

Gangguan ini merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran konduktif dan gangguan pendengaran sensorineural.

Artikel Terkait

Banner Telemed