Tepung Semolina Adalah Olahan dari Gandum yang Tinggi Serat dan Protein

(0)
05 Sep 2020|Azelia Trifiana
Tepung semolina sangat menyehatkan dan tinggi kadar proteinTepung semolina berasal dari olahan gandum
Tepung semolina adalah jenis tepung yang terbuat dari gandum khusus yaitu durum wheat. Gandum jenis ini cenderung lebih keras sehingga kadar proteinnya pun lebih tinggi jika dibandingkan dengan tepung terigu biasa. Umumnya, tepung semolina digunakan untuk membuat makanan dengan tekstur elastis.Tak hanya untuk membuat pasta, tepung semolina juga kerap dipakai untuk mengolah roti, cake, puding, atau makanan gurih agar lebih renyah. Namun perlu diingat, tepung semolina memiliki kadar gluten lebih tinggi karena proteinnya cukup tinggi.

Kandungan nutrisi semolina

Pada proses pembuatan tepung semolina, kandungan nutrisinya berkurang. Itu sebabnya, produsen banyak yang menambahkan kembali nutrisi agar kadar vitamin dan mineralnya lebih tinggi.Dalam 56 gram tepung semolina, kandungan nutrisinya adalah:
  • Kalori: 198 kkal
  • Karbohidrat: 40 gram
  • Protein: 7 gram
  • Lemak: <1 gram
  • Serat: 7% AKG
  • Thiamine: 41% AKG
  • Folat: 36% AKG
  • Riboflavin: 29% AKG
  • Zat besi: 13% AKG
  • Magnesium: 8% AKG
Tepung semolina mengandung protein dan serat cukup tinggi, itu sebabnya ketika dikonsumsi akan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Proses cernanya lebih lama ketimbang tepung lain yang rendah serat.Selain itu, tepung semolina juga tinggi vitamin B seperti thiamine dan asam folat yang dapat membantu mengolah makanan menjadi energi.

Manfaat tepung semolina untuk kesehatan

Beberapa manfaat tepung semolina untuk kesehatan, di antaranya:

1. Kaya zat besi

Tepung semolina mengandung zat besi, mineral esensial yang membantu sintesis DNA, penyaluran oksigen lewat aliran darah, hingga mendukung sistem imun.Mengingat dalam 56 gram tepung semolina telah memenuhi 13% AKG zat besi, ini dapat membantu optimalisasi produksi sel darah merah. Meski demikian jika dibandingkan dengan zat besi yang ada pada protein hewani seperti daging, ikan, atau ayam, zat besi dalam tepung semolina tidak bisa diserap tubuh dengan maksimal.Alternatifnya, tambahkan makanan tinggi vitamin C seperti berries, jeruk, atau tomat untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dari tepung semolina.

2. Potensi menurunkan berat badan

Kandungan serat dalam tepung semolina yang cukup tinggi dapat membantu menurunkan berat badan sehingga cocok bagi yang sedang menjalani diet sehat. Mengonsumsi makanan yang diolah dari tepung semolina membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Jadi, risiko merasa lapar dan surplus kalori pun bisa dihindari.Dalam studi terhadap 252 perempuan, konsumsi 1 gram lebih banyak serat setiap harinya dapat membantu menurunkan berat badan 0,25 kg selama periode 20 bulan.Tingginya protein dalam tepung semolina juga membantu menurunkan berat badan. Fakta ini didukung dengan 24 riset bahwa pola makan tinggi protein dapat menurunkan 0,79 kg berat badan dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi makanan tinggi protein.

3. Menjaga kesehatan jantung

Kandungan serat juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Dalam 31 penelitian, orang yang banyak mengonsumsi serat berisiko 24% lebih rendah mengalami penyakit jantung. Serat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), inflamasi, dan juga tekanan darah.Dalam sebuah penelitian selama 3 pekan, konsumsi 23 gram serat per hari dari whole grain seperti semolina dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) hingga 5%.Lebih jauh lagi, tepung semolina mengandung nutrisi seperti folat dan magnesium yang baik untuk kesehatan jantung. Konsumsi 100 mg magnesium setiap harinya bisa menurunkan risiko gagal jantung hingga 22% dan risiko stroke sebesar 7%.

4. Potensi kendalikan gula darah

Adanya magnesium dan serat dalam tepung semolina dapat mengendalikan kadar gula darah. Dengan demikian, dapat membantu menurunkan risiko menderita diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung.Ketika mengonsumsi magnesium, gula darah bisa lebih terkendali karena respons sel terhadap hormon insulin semakin optimal. Serat dalam tepung semolina pun memperlambat penyerapan karbohidrat ke aliran darah sehingga kadar gula darah tidak melonjak signifikan.

Apakah tepung semolina sehat?

Terlepas dari kandungan nutrisi tepung semolina yang baik untuk tubuh, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsinya. Bagi yang baru mencoba, ingat bahwa tepung semolina mengandung gluten cukup tinggi. Jenis protein ini bisa berbahaya bagi mereka yang sensitif atau penderita celiac disease.Selain itu, mengingat tepung semolina terbuat dari gandum keras, bisa juga menimbulkan reaksi alergi bagi yang sensitif terhadap gandum. Namun, sebagian besar orang bisa mengonsumsi olahan tepung semolina tanpa efek samping berarti.Jika tidak ada masalah dari mengonsumsi olahan tepung yang satu ini, tak ada salahnya menambahkannya dalam menu sehari-hari. Tingginya protein dan serat dalam tepung semolina bisa membuat olahan resep roti dan pasta menjadi lebih lezat.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/semolina
Diakses pada 22 Agustus 2020
Style Craze. https://www.stylecraze.com/articles/health-benefits-of-semolina-flour/
Diakses pada 22 Agustus 2020
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/524684-the-health-benefits-of-semolina/
Diakses pada 22 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait