Teori Pembelajaran Sosial, Benarkah Anak Meniru Apa yang Dilihatnya?


Dalam teori pembelajaran sosial Albert Bandura, tidak berarti semua hal akan ditiru anak secara langsung. Konsep ini sepadan dengan pemahaman bahwa anak belajar layaknya spons, menyerap apa yang ada di sekitarnya.

(0)
17 Nov 2020|Azelia Trifiana
Anak belajar dengan menyerap apa yang ada di sekitarnyaTeori pembelajaran mengandaikan anak belajar seperti spons, menyerap apa yang ada di sekitarnya
Penting untuk tahu peran orangtua dalam setiap fase pertumbuhan anak. Salah satu panduannya bisa datang dari teori pembelajaran sosial yang digagas oleh psikolog Albert Bandura. Menurut Bandura, aspek penting dalam proses belajar anak datang dari observasi dan meniru orang sekitarnya.Konsep ini sepadan dengan pemahaman bahwa anak belajar layaknya spons, menyerap apa yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa menjadi panduan orangtua untuk memastikan lingkungan sekitarnya memberikan contoh yang baik.

Mengenal teori pembelajaran sosial

Berbeda dengan teori perkembangan anak lainnya, Bandura menganggap anak tetap bisa belajar hal baru meski tidak melakukannya secara langsung. Syaratnya, anak sudah pernah melihat orang lain melakukannya, terlepas apapun medianya.Di sinilah peran elemen sosial, bahwa seseorang bisa belajar informasi dan perilaku baru dengan melihat orang lain melakukannya. Teori social learning dari psikolog asal Kanada ini menjadi jawaban atas celah dari teori-teori lainnya.Dalam teori ini, terdapat 3 konsep yang menjadi dasar, yaitu:
  • Manusia bisa belajar lewat observasi
  • Kondisi mental berperan penting dalam proses pembelajaran
  • Belajar sesuatu tidak menjamin perubahan perilaku
Menurut Bandura, sebagian besar perilaku manusia dipelajari secara observatif lewat modeling. Dengan melihat bagaimana orang lain berperilaku, maka akan muncul konsep baru yang dipercaya menjadi cara bertindak yang tepat.

Manusia belajar lewat observasi

Dalam sejarah psikologi, salah satu eksperimen yang paling terkenal adalah dengan boneka bernama Bobo. Anak-anak yang menjadi partisipan dalam studi Bandura mengobservasi bagaimana orang dewasa bertindak kasar terhadap Bobo.Ketika mereka diminta bermain dalam sebuah ruangan bersama Bobo, anak-anak mulai meniru bertindak agresif, seperti yang dilihat sebelumnya. Dari situ, Badura mengidentifikasi 3 konsep dasar dari pembelajaran observatif:
  • Model langsung atau live model yang melibatkan individu melakukan sesuatu
  • Model simbolik yang melibatkan karakter fiksi atau non-fiksi lewat buku, film, program televisi, dan media online
  • Model instruksi verbal dengan deskripsi serta penjelasan dari sebuah perilaku
Artinya, teori pembelajaran sosial tidak mengharuskan terlibat langsung dalam sebuah aktivitas. Mendengarkan instruksi atau petunjuk secara lisan juga bisa menjadi media belajar hal baru.Anak-anak pun bisa belajar dengan membaca, mendengar, atau menyaksikan karakter di buku dan film. Bagi orangtua yang sepakat dengan teori ini, tentu perlu berhati-hati juga dengan apa yang disaksikan anak-anak.

Pengaruh kondisi mental

Selain itu, Bandura juga menekankan bahwa faktor lingkungan bukan satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap cara manusia berperilaku. Faktor lain dapat bersumber dari dalam diri (intrinsik) anak. Kondisi mental serta motivasi juga turut menentukan apakah seorang anak mengadaptasi sebuah perilaku atau tidak.Faktor intrinsik ini bisa berupa rasa bangga, kepuasan, hingga pencapaian atas target tertentu. Dengan adanya pemikiran internal dan kognisi, akan membantu menghubungkan teori pembelajaran sosial dengan kognitifnya.Perpaduan dua hal ini, disebut oleh Bandura sebagai teori kognitif sosial.

Pembelajaran bukan jaminan perubahan

Lalu pertanyaan selanjutnya bagi orangtua mungkin berupa kapan menentukan apakah sesuatu telah dipelajari? Pada banyak kasus, belajar atau tidaknya anak bisa terlihat langsung ketika anak menunjukkan perilaku baru. Contohnya sesederhana saat anak belajar mengayuh sepeda setelah melihat bagaimana caranya.Namun, terkadang hasil dari proses observasi ini tidak langsung terlihat. Inilah yang menambahkan prinsip bahwa apapun yang dilihat anak – baik secara langsung maupun tidak – bukanlah kunci perubahan perilaku mereka.

Cara agar pembelajaran sosial efektif

Berangkat dari konsep yang telah dijelaskan Bandura, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung efektif. Apa saja?
  • Perhatian

Untuk bisa belajar, anak harus memberikan atensi atau perhatian. Apapun yang mengalihkan perhatian akan berdampak buruk pada proses pembelajaran sosial.
  • Retensi

Kemampuan untuk menyimpan informasi juga penting. Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap hal ini, utamanya kemampuan untuk menyerap hal baru.
  • Reproduksi

Setelah memberikan perhatian kemudian menyimpannya, tiba saatnya untuk melakukan tindakan yang telah dipelajari. Inilah peran penting dari latihan, sehingga perilaku akan semakin terasah.
  • Motivasi

Tahap terakhir untuk memastikan proses belajar berlangsung lancar adalah motivasi untuk meniru perilaku yang telah dilihat. Konsep pemberian hadiah atau hukuman bisa menjadi cara menggali motivasi. Contohnya melihat teman sebaya mendapat hadiah saat tiba di kelas tepat waktu. Atau sebaliknya, melihat teman dihukum karena terlambat masuk kelas.Bagi orangtua yang setuju dengan teori Bandura, bisa menjadi referensi bagaimana memberikan contoh yang baik bagi anak. Ini pun membantu mengingatkan orangtua untuk menjamin apa yang dilihat anak adalah contoh-contoh yang bagus. Dengan demikian, self-efficacy anak bisa terbangun.Tentu, tak semua hal yang dilihat akan ditiru mentah-mentah oleh anak. Di sinilah peran orangtua dalam memberikan pendampingan. Jika ingin tahu lebih banyak tentang kemampuan anak observasi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/social-learning-theory-2795074
Diakses pada 3 November 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/bobo-doll-experiment-2794993
Diakses pada 3 November 2020
Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/bandura.html 
Diakses pada 3 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait