Teori Pavlov: Bisakah Mengubah Kebiasaan Buruk Seseorang?


Teori Pavlov adalah salah satu metode untuk mempelajari perilaku seseorang. Memiliki nama lain pengkondisian klasik, banyak hal yang secara tidak sadari kita melakukannya.

(0)
29 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Teori Pavlov bisa diterapkan untuk mengatasi kecanduan gadgetTeori Pavlov dikembangkan dengan mengamati reaksi anjing
Teori Pavlov memiliki pengaruh besar pada dunia psikologi aliran behaviorisme. Seperti namanya, teori ini ditemukan oleh ahli fisiologi asal Rusia bernama Ivan Pavlov.Meski muncul bukan dari ahli psikologi, bukan berarti teori ini tidak signifikan. Jika tidak familiar, Anda mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan pengondisian klasik.

Apa itu teori Pavlov?

Teori Pavlov adalah pengondisian klasik yang menggambarkan proses pembelajaran melalui asosiasi stimulus dari lingkungan dan bersifat alamiah. Untuk Menyusun teori ini, Ivan Pavlov menggunakan anjing sebagai bahan eksperimen.Dalam eksperimennya, Pavlov menempatkan sinyal netral untuk mendapatkan refleks secara alami. Sinyal netral yang dimunculkan berupa suara nada tertentu. Adapun refleks alamiah yang muncul merupakan mengeluarkan air liur sebagai respon terhadap makanan.

Proses eksperimen teori Pavlov

Awalnya, Pavlov meneliti anjing untuk mempelajari sistem pencernaannya. Namun, ia kemudian menemukan hal unik bahwa setiap asistennya memasuki ruangan, sang anjing akan mengeluarkan air liur.Guna mengetahui lebih dalam mengenai sistem pencernaan anjing, Pavlov dan asistennya mengenalkan barang yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan.Dalam proses tersebut, mereka juga mengukur seberapa banyak air liur yang diproduksi oleh sang anjing. Bagi Pavlov, air liur merupakan respons alami, bukan dikendalikan ole pikiran anjing.Hanya saja, tanpa adanya makanan dan bau pun, air liur anjing tetap keluar. Ini menyadarkan Pavlov bahwa hal tersebut bukan proses fisiologi semata.Anjing akan mengeluarkan liur ketika si asisten masuk ke ruangan. Beda dengan air liur saat ada makanan, air liur saat asisten datang merupakan refleks yang terkondisi.Penelitian lebih lanjut kemudian dilakukan dengan memakai bunyi sebagai sinyal netral. Awalnya, tiap ada bunyi, makanan akan disajikan.Lalu produksi air liur anjing dijadikan sebagai ukuran. Selanjutnya metronome dibunyikan tanpa menghadirkan makanan. Maka karena terbiasa kemudian bunyi pun tetap menghasilkan air liur.Kesimpulannya adalah produksi air liur anjing bisa dikondisikan oleh Pavlov. Dengan perlakuan yang terkondisi, maka anjing akan tetap mengeluarkan air liur meskipun makanan tak lagi disajikan.

Penerapan teori Pavlov dalam kehidupan

Dalam kehidupan sehari-hari pengkondisian klasik amat sering kita temui. Namun Anda mungkin saja tak menyadari penerapannya. Apa saja contohnya?
  • Minat pada makanan

Ketertarikan pada makanan tertentu bisa membuat munculnya keinginan untuk langsung mencicipinya.
  • Kebiasaan merokok

Hal yang sama bisa terjadi pada barang-barang yang memiliki keterikatan atau fungsi erat lainnya. Misalnya, asbak yang dapat membuat seorang perokok menyalakan rokoknya tanpa sadar.
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol

Ketika melihat botol minuman keras, pecandu alkohol tentu segera ingin mengonsumsi isinya.Respons-respons tersebut sejatinya bisa dikendalikan meski dorongan yang timbul tak dapat dilawan. Hanya saja, perlu kesabaran dan niat dari orang yang ingin mengendalikan reaksi yang selama ini telah terkondisikan.Keberhasilan juga akan sangat tergantung pada kekompakan pasien dan tim perawat. Tak kalah pentingnya adalah kejujuran pasien dalam menjalankan program penanganan.Jangan lupakan pula dukungan dari teman dan keluarga. Oleh karena itu, baik pasien maupun perawat kesehatan harus melibatkan mereka dalam program ini.

Penerapan teori Pavlov dan ketergantungan gadget

Salah satu contoh penerapan teori Pavlov bisa dilihat dari progam untuk mengatasi ketergantungan pada gadget alias gawai. Contohnya, ponsel, tab, serta laptop. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk tujuan ini meliputi:
  • Jangan langsung merespons

Secara perlahan ubahlah kebiasaan langsung merespons tiap notifikasi yang hadir dalam telepon seluler. Hal ini terutama ketika sedang melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan perhatian lebih.
  • Atur waktu penggunaan

Cobalah aktifkan alarm dengan durasi tertentu, misal 15 menit, dengan mode getar. Letakkan telepon seluler di dekat Anda dengan layar menghadap ke bawah. Ini akan mengurangi rangsangan visual terhadap masuknya notifikasi.Alarm berguna untuk mengatur kapan bisa menggunakan gawai tersebut. Makin lama, setelah waktu makin lama hingga terbiasa.
  • Periksa notifikasi dalam waktu tertentu

Usahakan jangan terus-menerus memeriksa setiap notifikasi yang datang. Aturlah waktu misal setiap 30 menit sekali baru memeriksa notifikasi yang ada. Agar keluarga, kolega, atau klien tidak khawatir beritahu mereka tentang metode yang sedang dijalani ini.
  • Tidak memakai semua gawai dalam waktu tertentu

Jika memungkinkan, bekerjalah tanpa menggunakan gawai selama lebih dari 90 menit. Atur dan tenangkan otak dengan beristirahat dan lakukan sesuatu yang tidak menggunakan teknologi.
  • Menghindari gawai di malam hari

Saat hendak tidur, usahakan 1 jam sebelumnya tida memakai gawai apapun. Sebagai penenang otak, bacalah buku atau mendengarkan musik. Jangan sepelekan tidur sebab kegiatan tersebut penting untuk kesehatan otak.Keberhasilan menerapkan teori Pavlov untuk mengurangi kecanduan gawai atau ketergantungan lainnya tentu saja memerlukan konsistensi serta niat yang kuat. Secanggih apapun metode yang dilakukan, semua akan sia-sia jika setengah hati. Jadi terapkanlah semaksimal mungkin agar hasilnya optimal.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang teori Pavlov dan ajaran psikologi lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalkecanduan alkoholmedia sosial
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/classical-conditioning-2794859
Diakses pada 9 November 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/pavlovs-dogs-2794989
Diakses pada 9 November 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/rewired-the-psychology-technology/201606/are-we-all-becoming-pavlov-s-dogs
Diakses pada 9 November 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/gb/blog/consciousness-and-the-brain/201011/classical-conditioning-in-everyday-life
Diakses pada 9 November 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470326/
Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait