Teori Freud tentang Sifat Manusia: Id, Ego, Superego


Sigmund Freud dalam teori psikoanalisisnya yang tersohor menyebut elemen dari sifat manusia terdiri dari id, ego, dan superego. Ketiga elemen ini berpadu membentuk karakter seseorang.

(0)
09 Dec 2020|Azelia Trifiana
Superego adalah salah satu komponen dalam teori psikoanalisis Sigmund FreudSuperego adalah salah satu komponen dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud
Tidak diragukan lagi bahwa sifat manusia adalah hal yang kompleks, bukan hanya terdiri dari satu komponen. Sigmund Freud dalam teori psikoanalisisnya yang tersohor menyebut elemen dari sifat manusia terdiri dari id, ego, dan superego. Ketiga elemen ini berpadu membentuk karakter seseorang.Lebih jauh lagi, setiap elemen ini berpengaruh terhadap seorang individu lewat fase yang berbeda-beda. Tak hanya itu, reaksi yang muncul akibat pengaruh ketiga elemen ini pun berlainan.

Mengenal id, ego, superego

Berikut ini penjelasan lebih lengkap bagaimana ketiga elemen ini bisa bekerja secara individu dan berinteraksi, yaitu:

1. Id

Sigmund Freud menyebut id sebagai pusat dari seluruh energi dinamis mental seseorang (psychic energy). Ini adalah komponen utama dari sifat manusia yang telah ada sejak baru lahir ke dunia. Aspek ini sepenuhnya terjadi tanpa disadari serta melibatkan perilaku primitif dan berdasarkan pada insting.Hal yang menggerakkan id ini adalah nafsu, keinginan, serta kebutuhan. Apabila hal-hal itu tidak segera terpenuhi, akan muncul rasa marah hingga cemas. Contohnya ketika seseorang kelaparan atau kehausan, segera muncul rasa ingin makan dan minum.Elemen id ini sangat penting bagi manusia bahkan sejak lahir karena menjamin kebutuhan bayi terpenuhi. Lihat saja bagaimana bayi akan menangis saat merasa tidak nyaman atau lapar, kemudian kembali tenang setelah kebutuhannya terpenuhi.Begitu pula dengan anak-anak. Mereka sepenuhnya masih digerakkan oleh id. Tidak ada alasan yang bisa menghentikan kebutuhan mereka terpenuhi. Mustahil meminta anak kecil menunggu hingga siang hari ketika mereka kelaparan di pagi hari.Hingga tumbuh dewasa bahkan menua sekalipun, elemen id ini akan tetap berdasarkan pada insting. Hanya saja, pola pikir membuat seseorang berperilaku secara realistis dan bisa diterima secara sosial.

2. Ego

Elemen ego adalah perkembangan lebih jauh dari id. Dengan adanya ego, keinginan yang muncul bisa terpenuhi lewat cara yang bisa diterima di dunia nyata. Fungsi ego ini ada pada pola pikir sadar, pra-sadar, dan bawah sadar. Artinya, elemen ini sangat penting untuk menghadapi dunia nyata.Ketika seseorang melakukan sesuatu dengan mempertimbangkan ego, artinya ada hitungan tentang untung rugi dari sebuah tindakan. Mereka tidak akan serta merta melakukan apa yang diinginkan seenaknya.Jenisnya beragam, mulai dari menghindari suatu perilaku seperti tidak mengambil makanan milik orang lain saat lapar hingga menunda tindakan hingga waktu dan lokasinya sudah tepat. Contohnya saat merasa kelaparan di tengah rapat penting, ego akan membuat seseorang dapat menahan diri tidak meninggalkan rapat tiba-tiba. Dengan ego, seseorang bisa mencari makan di waktu yang tepat yaitu ketika rapat telah rampung.Lebih jauh lagi, Freud membandingkan id sebagai seekor kuda, sementara ego adalah penunggangnya. Id memberikan tenaga dan kemampuan bergerak, sementara ego menjadi pengarah ke mana kuda bergerak. Tanpa adanya ego, id bisa berkelana ke manapun tanpa pertimbangan logis.

3. Superego

Komponen terakhir dari karakter manusia adalah superego. Menurut penemu teori psikoanalisis asal Jerman ini, superego muncul sejak usia sekitar 5 tahun. Akar dari superego ini adalah nilai moral dari orangtua dan lingkungan sekitar. Ini adalah cara manusia berpikir mana yang benar dan salah.Lebih lanjut, superego menjadi dasar seseorang membuat keputusan. Ada dua bagian dalam superego ini, yaitu:
  • Sadar (conscience)
Superego dengan informasi seputar hal yang dinilai buruk menurut orangtua dan masyarakat. Umumnya, ini adalah perilaku yang dilarang dan berkonsekuensi buruk seperti hukuman, rasa bersalah, dan penyesalan.
  • Ego ideal
Superego yang mengandung aturan serta standar perilaku menurut egoAdanya superego ini membuat perilaku manusia menjadi lebih terpelajar dan sempurna. Cara kerjanya dengan menekan keinginan id. Tak hanya itu, ego juga dibuat agar memenuhi standar ideal dan prinsip realistis.

Bagaimana interaksi ketiganya?

Id, ego, dan superego adalah elemen yang tidak terpisahkan. Ketiganya sangat dinamis dan saling berinteraksi dalam memengaruhi perilaku dan sifat seorang individu.Sangat mungkin ketiga elemen ini menyebabkan ketidakseimbangan. Menurut Freud, ketidakseimbangan akan membuat seseorang sulit beradaptasi terhadap situasi yang dihadapinya.Analoginya orang yang elemen id-nya sangat dominan bisa saja bertindak sembarangan seperti perilaku kriminal. Di sisi lain ketika superego terlalu tinggi, seseorang bisa saja sulit menerima perilaku orang lain atau apapun yang dianggap tidak sesuai nilai moralnya sendiri.

Catatan dari SehatQ

Idealnya, seseorang perlu memiliki kekuatan ego untuk menyeimbangkan ketiga elemen ini. Jika memilikinya, maka tekanan apapun bisa dikelola secara efektif.Teori id, ego, superego dari Sigmund Freud bukan satu-satunya penggambaran sifat manusia. Ada banyak lagi teori lain yang menjelaskan bagaimana terbentuknya karakter setiap individu. Penasaran apa saja? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.  
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/freudian-theory-2795845
Diakses pada 20 November 2020
Frontiers in Psychology Psychoanalysis and Neuropsychoanalysis. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fpsyg.2014.00666/full
Diakses pada 20 November 2020
Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/psyche.html
Diakses pada 20 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait