logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Tension Headache, Sakit Kepala Tipe Ketegangan Bagaikan Kepala Terikat

open-summary

Di antara jenis keluhan sakit kepala, tension headache atau sakit kepala tipe ketegangan adalah yang paling umum terjadi. Gejalanya adalah rasa nyeri di belakang mata, kepala, dan leher. Derajat ketegangannya beragam mulai dari yang ringan hingga intens.


close-summary

11 Mei 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sakit kepala tipe ketegangan adalah penyakit kepala paling umum terjadi

Tension headache adalah tipe sakit kepala yang sering terjadi

Table of Content

  • Beda dengan sakit kepala biasa
  • Gejala tension headache
  • Cara mengatasi tension headache

Di antara jenis keluhan sakit kepala, tension headache atau sakit kepala tipe ketegangan adalah yang paling umum terjadi. Gejalanya adalah rasa nyeri di belakang mata, kepala, dan leher. Derajat ketegangannya beragam mulai dari yang ringan hingga intens.

Advertisement

Sakit kepala tipe ketegangan ini terjadi seakan terjadwal. Misalnya, satu atau dua kali dalam sebulan. Namun pada kasus yang lebih kronis, tension headache bisa memburuk dari waktu ke waktu.

Beda dengan sakit kepala biasa

Jika dibandingkan dengan sakit kepala biasa, tension headache atau sakit kepala tipe ketegangan bisa terjadi hingga lebih dari 15 hari dalam sebulan. Perempuan lebih rentan mengalami tension headache ketimbang laki-laki.

Orang yang mengalami sakit kepala tipe ketegangan kerap mengeluhkan dahi mereka seakan diikat terlalu erat. Ini merupakan sensasi yang terasa karena ada kontraksi otot di kepala dan leher.

Penyebab sakit kepala tipe ketegangan ini beragam, utamanya dari gaya hidup seperti:

  • Makanan yang dikonsumsi
  • Aktivitas yang dilakukan
  • Pemicu stres
  • Menatap layar komputer terlalu lama
  • Temperatur dingin
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Kebiasaan merokok
  • Minum kopi berlebih
  • Keluhan pada mata (terlalu kering atau mata lelah)
  • Infeksi sinus
  • Postur tubuh tidak tepat
  • Kurang tidur
  • Asupan cairan kurang
  • Melewatkan jadwal makan

Jika tension headache kerap terasa setelah menatap layar komputer terlalu lama, penderitanya harus tahu betul mengistirahatkan mata dan posisi duduk yang benar untuk menghindarinya.

Baca Juga

  • Mengenal 11 Jenis TBC, mulai dari yang Umum Hingga Langka
  • Penyebab Sakit Kepala pada Lansia Ini Harus Diwaspadai
  • Hiperkapnia Adalah Fenomena Gagal Napas yang Patut Diwaspadai, Mengapa?

Gejala tension headache

Penderita sakit kepala tipe ketegangan atau tension headache biasanya merasakan gejala berikut ini:

  • Nyeri bersifat tumpul di kepala
  • Tekanan di sekitar dahi
  • Rasa tidak nyaman di dahi dan kulit kepala
  • Sensitif terhadap cahaya dan suara keras

Rasa nyeri yang dialami berbeda-beda mulai dari ringan, sedang, hingga intens. Terkadang, orang salah mengira tension headache sebagai migrain. Bedanya adalah migrain disertai rasa nyeri ditusuk-tusuk di salah satu atau kedua sisi kepala.

Selain itu, tension headache tidak disertai dengan gejala seperti mual dan muntah yang bisa dialami penderita migrain. Jika tension headache sudah terasa sangat mengganggu, jangan tunda memeriksakan diri ke dokter.

Cara mengatasi tension headache

Saat memeriksakan diri ke dokter, akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk tahu seberapa parah sakit kepala tipe ketegangan yang dirasakan. Terlebih jika keluhan sakit kepala yang dirasakan begitu intens, dokter bisa mencurigai penderitanya mengalami tumor otak.

Umumnya, pemeriksaan yang digunakan adalah CT scan untuk memindai organ dalam. Tak hanya itu, dokter juga bisa menggunakan MRI untuk menganalisis jaringan lunak.

Tension headache yang tidak terlalu parah bisa ditangani dengan mengubah gaya hidup, seperti:

  • Banyak minum air
  • Menjaga kualitas tidur malam hari
  • Disiplin dengan jadwal waktu makan
  • Terapi akupuntur
  • Mengatur istirahat dan memperbaiki postur tubuh saat melihat layar komputer seharian
  • Menjalani gaya hidup lebih sehat

Namun jika beberapa hal di atas tidak menghilangkan sakit kepala tipe ketegangan, obat-obatan seperti ibuprofen dan aspirin bisa jadi alternatif. Meski demikian, konsumsi obat ini tidak boleh dilakukan terus menerus.

Jika obat seperti ibuprofen dan aspirin langsung dijadikan andalan ketika merasakan tension headache, maka bisa terjadi rebound headache. Ini adalah jenis sakit kepala yang muncul ketika seseorang terbiasa mengonsumsi obat tertentu. Jika tidak mendapatkan asupan obat itu, akan muncul sakit kepala jenis rebound headache.

Pada beberapa kasus jika obat pereda nyeri tidak ampuh juga menghilangkan tension headache, maka dokter akan meresepkan obat pelemas otot atau muscle relaxant hingga antidepresan.

Tak kalah penting, apabila tension headache dipicu stres maka dokter bisa menyarankan kelola stres lewat terapi perilaku kognitif. Dengan berbicara kepada pakarnya, diharapkan bisa terkuak apa pemicu utama stres, cemas berlebih, dan ketegangan yang dirasakan.

Advertisement

penyakitsakit kepalapusing

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved