Telur Lalat Dapat Berkembang di Dalam Tubuh, Kok Bisa?

Telur lalat yang berkembang di dalam tubuh manusia dan menggerogoti jaringan yang ada.
Telur lalat ternyata bisa berkembang di dalam tubuh manusia dan menyebabkan berbagai penyakit.

Meski kemungkinannya sangat kecil, telur lalat yang tidak sengaja tertelan bersama makanan, dapat berkembang biak di dalam tubuh manusia. Kondisi berkembangnya telur lalat di dalam tubuh ini disebut sebagai myiasis.

Telur lalat bisa berasal dari sejumlah kondisi ini

Rawatlah luka terbuka, agar tidak menjadi tempat masuknya
telur lalat.

Untuk dapat berkembang menjadi larva kemudian lalat dewasa, telur lalat membutuhkan waktu sekitar 9-21 hari. Lalat dapat menempelkan telurnya melalui makanan, bangkai, ternak, maupun kulit manusia.

Beberapa kondisi yang memungkinan telur lalat berkembang di dalam tubuh antara lain:

  • Makanan yang terpapar lalat:

    Mengonsumsi makanan yang terpapar lalat secara terus-menerus, bisa mengakibatkan perkembangan telur lalat. Kondisi ini dapat terjadi pada individu yang menetap di kawasan dengan tingkat kebersihan yang buruk.
  • Daya tahan tubuh yang lemah:

    Saat memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sistem pertahanan tubuh tak mampu menghancurkan telur lalat yang kemudian berkembang di dalam tubuh. Selain daya tahan tubuh lemah, telur lalat juga dapat berkembang di dalam tubuh pengidap diabetes dan penderita penyakit kardiovaskular.
  • Luka terbuka:

    Lalat hijau juga dapat memasukkan telurnya melalui luka terbuka yang tak diobati. Telur lalat yang masuk melalui lapisan kulit, dapat berkembang di dalam tubuh.
  • Ternak sapi dan kambing:

    Hewan ternak seperti sapi dan kambing merupakan “sarang” berkembangnya lalat hijau. Tak heran, peternak memiliki risiko mengalami myiasis.

Cara telur lalat masuk ke dalam tubuh manusia

Saat myiasis terjadi, telur lalat yang berkembang lantas menggerogoti jaringan di dalam tubuh. Gejala yang muncul antara lain ruam disertai gatal yang teramat sangat, pada lokasi lalat menempelkan telurnya.

Selain kulit, lalat dapat menempelkan telurnya pada hidung, dan telinga. Lalat juga dapat menempelkan telurnya pada luka yang terbuka. Tak hanya itu, telur lalat juga dapat berkembang di dalam organ pencernaan melalui makanan.

Kenali gejala myiasis, saat telur lalat mulai berkembang

Kram perut bisa menjadi salah satu gejala myiasis
akibat telur lalat.

Para pengidap myiasis umumnya tidak menyadari keberadaan telur lalat di dalam tubuh mereka. Namun beberapa di antaranya mengalami gejala seperti:

  • Ruam dan gatal di area kulit
  • Kram perut
  • Mual dan Muntah
  • Gatal di bagian anus serta perdarahan pada dubur
  • Diare

Selain itu pada beberapa kasus yang lebih parah, telur lalat yang menempel di area tubuh tertentu, dapat menyebabkan komplikasi penyakit myiasis berupa myiasis kulit, myiasis aural, myiasis nasal, dan ophthalmic myiasis.

1. Myiasis kulit:

Jenis myiasis ini terjadi akibat larva berkembang di suatu tempat dan menyebabkan lesi seperti bisul. Larva tersebut dapat menggali ke dalam kulit.

2. Myiasis auricular:

Jenis myiasis ini terjadi akibat berkembangnya telur lalat di area telinga. Pengidap myiasis auricular akan mengalami sejumlah gejala, antara lain suara berdengung yang mengganggu di area telinga, hingga nanah yang menyebabkan bau tak sedap.

3. Myiasis nasal:

Jenis myiasis ini muncul akibat berkembangnya telur lalat di rongga hidung. Pengidap myiasis nasal akan mengalami sejumlah gejala seperti hidung tersumbat, iritasi hidung, demam, serta pembengkakan di area wajah.

4. Ophthalmic myiasis:

Jenis myiasis ini dipicu oleh berkembangnya telur lalat di area mata. Pengidap ophthalmic myiasis akan mengalami sejumlah gejala seperti mata merah, pembengkakan mata, iritasi mata yang sangat parah hingga gangguan penglihatan.

Cara mencegah telur lalat berkembang jadi penyakit dalam tubuh

Agar terhindar dari telur lalat dan penyakit yang diakibatkannya, selalu lakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah makan
  • Keringkan pakaian di bawah terik matahari dan ruang terbuka
  • Setrika pakaian, sehingga telur lalat yang menempel di pakaian dapat hancur
  • Cegah lalat masuk ke rumah dengan memasang kelambu di jendela dan memelihara tanaman pengusir lalat, seperti kemangi, lavender, mint dan salam.
  • Usir lalat dengan kulit jeruk, kantong plastik berisi air, dan kapur barus.
  • Semprotkan minyak esensial dan insektisida dengan kandungan organofosfat di rumah
  • Berhati-hatilah saat menyambangi daerah tropis dan subtropis dan kenakan kemeja lengan panjang dan kaus kaki, agar terhindar dari gangguan lalat hijau.

Catatan dari SehatQ:

Selain dapat diketahui melalui gejala fisik, telur lalat yang berkembang di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit myiasis, bisa dideteksi melalui tes darah lengkap, ultrasonografi, MRI hingga tes biopsi.

Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, segera kunjungi dokter terdekat untuk mengetahui langkah penanganan selanjutnya.

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/325319
Diakses pada 18 Januari 2020

CDC.
https://www.cdc.gov/parasites/myiasis/faqs.html
Diakses pada 18 Januari 2020

Devomed.
https://www.dovemed.com/diseases-conditions/myiasis/
Diakses pada 18 Januari 2020

Artikel Terkait