Telinga Berair dan Berdengung, Tanda Gendang Telinga Pecah?

Jangan membersihkan telinga anak dengan cotton bud karena dapat menyebabkan gendang telinga pecah
Gendang telinga anak rentan pecah karena beberapa hal tertentu

Apakah Anda pernah atau sering menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga anak? Jika ya, Anda harus menghentikannya karena kebiasaan itu bisa mengakibatkan terjadinya sakit telinga pada anak hingga menyebabkan gendang telinga pecah.

Gendang telinga pecah merupakan kondisi ketika membran timpani (jaringan yang memisahkan telinga luar dan telinga tengah) mengalami robek atau berlubang. Normalnya, gendang telinga berfungsi menggetarkan gelombang suara yang masuk ke telinga sehingga anak bisa mendengar dengan jelas.

Ketika gendang telinga pecah, pendengaran anak akan terganggu dan memunculkan berbagai gejala lainnya. Dalam kasus yang parah, anak bahkan bisa kehilangan pendengarannya alias tuli.

Membersihkan telinga mengakibatkan gendang telinga anak pecah

Sakit telinga yang menyebabkan gendang telinga pecah paling sering terjadi pada anak-anak. Hal ini dikarenakan selaput gendang telinga mereka masih lembut sehingga rentan terhadap gangguan yang menyebabkan robek.

Penyebab robeknya gendang telinga anak pun beragam, beberapa di antaranya adalah:

  • Infeksi telinga (otitis media akut): infeksi ini bisa disebabkan oleh virus atau bakteri sehingga mengakibatkan cairan menumpuk di belakang gendang telinga yang lama kelamaan akan merobek gendang telinga. Robeknya gendang telinga membuat telinga berair.
  • Orangtua membersihkan telinga anak dengan cotton bud: tekanan yang dihasilkan dari cotton bud bisa mengakibatkan gendang telinga anak pecah.
  • Anak memasukkan benda ke telinganya: misalnya memasukkan pensil atau mainan yang runcing.
  • Cedera atau benturan pada telinga: misalnya ketika anak terjatuh atau terkena benturan ketika bermain.
  • Suara keras: misalnya suara ledakan atau musik terlalu keras yang melebihi ambang batas dengar anak-anak.
  • Barotrauma: yakni pecahnya gendang telinga karena adanya perbedaan tekanan di dalam dan luar telinga. Barotrauma biasanya terjadi ketika anak naik pesawat, berada di ketinggian, maupun ikut menyelam di laut dalam.

Apa saja gejala gendang telinga anak pecah?

telinga sakit

Ketika gendang telinga pecah, anak akan merasa sakit di telinganya. Rasa sakit ini bisa sangat menyiksa, namun juga bisa dimulai dengan tidak terlalu nyeri yang terus meningkat intensitasnya jika tidak segera ditangani.

Selain nyeri, Anda harus segera membawa anak ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan jika menemukan tanda-tanda gendang telinga anak pecah, yaitu:

  • Telinga keluar cairan bening, bercampur nanah (kuning kehijauan), atau bercampur darah.
  • Anak mengeluhkan tidak bisa mendengar dengan baik.
  • Telinga anak berdengung (tinnitus).
  • Kepala pusing yang dapat diikuti dengan mual atau muntah.

Karena gendang telinga anak masih terus mengalami penyempurnaan, infeksi telinga yang tidak segera ditangani bisa berdampak buruk pada kualitas pendengaran anak dalam jangka panjang. Untuk mengobati infeksi ini, dokter THT akan memberi antibiotik pada anak, baik untuk diminum (oral) maupun yang berbentuk tetes (diberikan langsung ke lubang telinga).

Penting untuk diingat bahwa Anda tidak diperbolehkan memberi sembarang obat tanpa resep dokter. Pasalnya, beberapa jenis obat tetes bisa merusak telinga bagian tengah atau koklea.

Tips bagi orangtua untuk mencegah gendang telinga anak pecah

Untuk mempercepat penyembuhan, orangtua juga bisa membantunya dengan berbagai cara. Langkah berikut juga bisa dilakukan sebagai pencegahan agar gendang telinga anak tidak pecah lagi, yakni:

  • Ajari anak untuk tidak memasukkan benda apapun ke dalam telinganya.
  • Orangtua jangan membersihkan telinga anak dengan cotton bud atau benda lainnya. Cukup bersihkan telinga anak bagian luar dengan kain yang lembut.
  • Minta bantuan dokter jika telinga anak harus dibersihkan (misalnya ketika anak memasukkan sisa makanan ke telinganya atau Anda melihat kotoran di telinga anak menumpuk).
  • Periksakan anak ke dokter jika menunjukkan gejala sakit telinga.
  • Jangan bawa anak bepergian dengan pesawat terbang ketika infeksi sinusitisnya tengah kambuh.
  • Jika anak ingin menyelam di laut dalam, pastikan ia memahami prosedur keamanannya.

Jangan tunda untuk membawa anak ke dokter jika ia menunjukkan gejala gendang telinga pecah, apalagi ketika anak sampai mogok menyusu atau malas makan dan tidak aktif seperti biasanya. Semakin cepat masalah itu ditangani, semakin besar peluang anak untuk menderita gangguan pendengaran di masa mendatang.

Healthline. https://www.healthline.com/health/ruptured-eardrum#in-children
Diakses pada 12 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325543.php
Diakses pada 12 September 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/eardrums.html
Diakses pada 12 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed