Telemedicine Membuat Dokter Bisa Menjangkau Pasien Hingga Pelosok

Chat dokter salah satu bentuk penerapan telemedicine
Telemedicine adalah teknologi yang memungkinkan pasien chat secara langsung dengan dokter

Sekarang, hampir semua kehidupan manusia terpusat pada telepon pintar di genggaman. Hal ini, mau tidak mau juga memengaruhi cara kita memenuhi kebutuhan dasar, termasuk dalam mendapatkan akses kesehatan. Kehadiran telemedicine bisa menjadi jawaban untuk kemudahan mengakses pelayanan kesehatan.

Telemedicine adalah suatu teknologi yang memungkinkan pasien berdiskusi dengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Diskusi tersebut akan membantu pasien mendapatkan informasi mengenai dugaan diagnosis, perawatan atau penanganan pertama pada penyakit mupun kasus cedera, hingga tips dalam meningkatkan kesehatan tubuh.

Di beberapa negara dunia, penggunaan teknologi telemdicine sudah dilakukan sejak lama. Namun di Indonesia, teknologi ini baru mulai umum digunakan sejak beberapa tahun terakhir.

Telemedicine bisa jadi solusi bidang kesehatan di masa mendatang

Telemedicine mempermudah masyarakat menjangkau dokter
Telemedicine sedang berkembang pesat

Dengan berubahnya pola kehidupan manusia, banyak sektor harus mencoba mengikutinya, termasuk sektor kesehatan. Bahkan, badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO), telah memiliki divisi khusus yang berkaitan dengan bidang kesehatan digital.

Telemedicine merupakan salah satu hasil utama dari perkembangan sektor kesehatan di bidang digital. Menurut WHO, ada empat hal yang mendasari fitur ini, yaitu:

  • Bertujuan sebagai pendukung perawatan secara klinis
  • Dapat menjadi solusi dari masalah jarak dan geografis, karena pasien dan dokter tidak perlu ada di satu tempat yang sama secara bersamaan
  • Terus berinovasi menggunakan teknologi informasi terbaru
  • Telemedicine hadir dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup dari sisi kesehatan bagi masyarakat luas

Di Indonesia sendiri, penggunaan telemedicine dianggap bisa mengatasi sejumlah tantangan dalam pemerataan akses kesehatan, seperti:

  • Persebaran tenaga kesehatan yang belum merata
  • Masalah geografis
  • Masih kurangnya fasilitas kesehatan di beberapa area tertentu

Contoh penggunaan telemedicine yang tengah marak berlangsung di Indonesia adalah fitur chat langsung dengan dokter yang bisa dilakukan melalui aplikasi. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa dengan bebas berdiskusi langsung dengan dokter, kapanpun dan di manapun berada.

Namun, telemedicine juga masih punya keterbatasan

Kelemahan telemedicine adalah dokter tidak dapat periksa pasien langsung
Pemeriksaan fisik secara langsung tidak bisa dilakukan dengan telemedicine

Seiring berkembangnya teknologi, telemedicine bisa merambah ke cakupan fitur yang lebih luas. Selain mempermudah konsultasi dengan dokter, kelak tidak menutup kemungkinan akan muncul tekonologi atau aplikasi yang memungkinkan perekaman detak jantung hingga tekanan darah.

Dengan teknologi yang ada saat inipun, kita nantinya bisa melihat kemampuan sensor yang diletakkan di permukaan kulit, untuk mengetahui kondisi tubuh secara sistemik. Semua itu memang mendukung perkembangan telemedicine secara pesat.

Namun, di balik semua kecanggihan tersebut, ada satu hal yang tidak bisa dilakukan dalam penggunaan telemedicine, yaitu pemeriksaan fisik langsung dokter ke pasien. Hal ini membuat dokter biasanya masih belum memberikan diagnosis pasti saat melayani konsultasi menggunakan fitur ini.

Paling jauh, dokter hanya akan memberikan kemungkinan diagnosis disertai dengan diagnosis pembanding lainnya. Hal ini bisa dimengerti, mengingat proses untuk menegakkan diagnosis merupakan langkah berlapis yang terkadang juga perlu disertai dengan berbagai pemeriksaan penunjang. Tidak adanya diagnosis pasti juga membuat dokter tidak bisa meresepkan obat spesifik untuk menyasar sumber sakit.

Fokus penggunaan telemedicine

Telemedicine bisa digunakan sebagai sarana diskusi hasil pemeriksaan laboratorium
Dengan telemedicine, pasien bisa menanyakan hasil tes darah langsung ke dokter

Melihat kelebihan dan kekurangan telemedicine, sah rasanya jika menyebut fitur ini belum bisa jadi solusi sapu jagad masalah kesehatan di masyarakat. Dengan mempertimbangkan keduanya, berikut ini fokus yang bisa dilakukan pada penggunaan telemedicine.

  • Sebagai sarana teknologi untuk mempermudah proses kontrol perawatan, seperti menjawab pertanyaan seputar pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani
  • Untuk mempermudah pasien dalam mengetahui hasil laboratorium secara tepat, terutama jika semua hasil terbaca normal
  • Memberikan akses untuk bisa berkomunikasi dengan tenaga kesehatan dari tempat yang sulit dinjangkau
  • Memberikan kemudahan untuk pasien mendapatkan pengetahuan seputar prosedur medis sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pertolongan pertama pada diare atau saat terjatuh dari sepeda
  • Memberikan saran mengenai jenis-jenis spesialisasi kedokteran yang sekiranya cocok dengan gangguan kesehatan yang sedang dialami. Misalnya, pemberian saran seputar spesialisasi dokter gigi, atau sub spesialisasi dokter anak.
  • Memangkas antrean di fasilitas kesehatan dan membuat pelayanan kepada pasien lebih efisien.

Meski masih ada pro dan kontra yang muncul terhadap fitur ini, telemedicine adalah perkembangan teknologi yang tidak bisa terelakkan lagi keberadaannya. Peraturan dari sisi dokter maupun pasien pengguna pun masih terus digodok, untuk mencari jalan tengah yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Ke depannya, penggunaan telemedicine akan terus dirancang bukan untuk menggantikan kunjungan ke dokter, tetapi sebagai pendamping perawatan yang semakin baik, efisien, dan tentu saja tepat.

WHO. https://www.who.int/goe/publications/goe_telemedicine_2010.pdf
Diakses pada 6 Februari 2020

American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/media-center/kits/telemedicine-and-telehealth.html
Diakses pada 6 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6684176/
Diakses pada 6 Februari 2020

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. https://fk.ugm.ac.id/telemedicine-permudah-akses-layanan-medis/
Diakses pada 6 Februari 2020

Artikel Terkait