Telemedicine Dokter: Layanan Kesehatan Online Instan


Telemedicine adalah bentuk layanan kesehatan yang didukung oleh kemajuan teknologi. Salah satu bentuk layanan telemedicine adalah konsultasi dokter online melalui aplikasi kesehatan.

(0)
06 Feb 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tanya dokter online melalui chat adalah salah satu bentuk layanan telemedicine dokterTelemedicine adalah teknologi yang memungkinkan pasien chat secara langsung dengan dokter
Sekarang, hampir semua kehidupan manusia terpusat pada telepon pintar di genggaman. Hal ini, mau tidak mau juga memengaruhi cara kita memenuhi kebutuhan dasar, termasuk dalam mendapatkan akses kesehatan. Kehadiran telemedicine bisa menjadi jawaban untuk kemudahan mengakses pelayanan kesehatan.Telemedicine adalah suatu teknologi yang memungkinkan pasien berdiskusi dengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Diskusi tersebut akan membantu pasien mendapatkan informasi mengenai dugaan diagnosis, perawatan atau penanganan pertama pada penyakit mupun kasus cedera, hingga tips dalam meningkatkan kesehatan tubuh.Di beberapa negara dunia, penggunaan teknologi telemdicine sudah dilakukan sejak lama. Namun di Indonesia, teknologi ini baru mulai umum digunakan sejak beberapa tahun terakhir.

Telemedicine bisa jadi solusi bidang kesehatan di masa mendatang

Telemedicine mempermudah masyarakat menjangkau dokter
Telemedicine sedang berkembang pesat
Dengan berubahnya pola kehidupan manusia, banyak sektor harus mencoba mengikutinya, termasuk sektor kesehatan. Bahkan, badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO), telah memiliki divisi khusus yang berkaitan dengan bidang kesehatan digital.Telemedicine merupakan salah satu hasil utama dari perkembangan sektor kesehatan di bidang digital. Menurut WHO, ada empat hal yang mendasari fitur ini, yaitu:
  • Bertujuan sebagai pendukung perawatan secara klinis
  • Dapat menjadi solusi dari masalah jarak dan geografis, karena pasien dan dokter tidak perlu ada di satu tempat yang sama secara bersamaan
  • Terus berinovasi menggunakan teknologi informasi terbaru
  • Telemedicine hadir dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup dari sisi kesehatan bagi masyarakat luas
Di Indonesia sendiri, penggunaan telemedicine dianggap bisa mengatasi sejumlah tantangan dalam pemerataan akses kesehatan, seperti:
  • Persebaran tenaga kesehatan yang belum merata
  • Masalah geografis
  • Masih kurangnya fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan di beberapa area tertentu
Contoh penggunaan telemedicine yang tengah marak berlangsung di Indonesia adalah fitur yang bisa dilakukan melalui aplikasi. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa dengan bebas berdiskusi langsung dengan dokter, kapanpun dan di manapun berada.

Potensi manfaat telemedicine

Layanan kesehatan online telemedicine memiliki manfaat yang cukup menjanjikan bagi masyarakat secara umum.

1. Mengurangi biaya pengeluaran

Bagi masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, layanan telemedicine dapat menjadi solusi yang cukup potensial. Biaya untuk transportasi ke akses fasilitas kesehatan dapat dipangkas melalui layanan kesehatan ini karena pasien dapat melakukan konsultasi dokter online secara instan melalui smartphone atau gawai lain.

2. Menghemat waktu

Berkonsultasi dengan dokter secara online tentu akan memangkas waktu pasien secara signifikan, terutama dalam hal durasi lama perjalanan. Pasien tidak perlu keluar rumah atau pergi dari tempat tinggalnya untuk mengjangkau layanan kesehaan ini.

3. Bermanfaat sebagai pemeriksaan kesehatan preventif

Berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 2017 ditemukan fakta bahwa layanan telemedicine efektif dalam mengurangi durasi perawatan di rumah sakit bagi pasien gagal jantung. Studi lain pada tahun 2012 juga mengonfirmasi manfaat telemedicine sebagai tindakan pemeriksaan preventif yang efektif bagi pasien dengan masalah kesehatan kelebihan berat badan.

Namun, telemedicine juga masih punya keterbatasan

Kelemahan telemedicine adalah dokter tidak dapat periksa pasien langsung
Pemeriksaan fisik secara langsung tidak bisa dilakukan dengan telemedicine
Seiring berkembangnya teknologi, telemedicine bisa merambah ke cakupan fitur yang lebih luas. Selain mempermudah konsultasi tentang kondisi kesehatan melalui fitur tanya dokter online, kelak tidak menutup kemungkinan akan muncul tekonologi atau aplikasi yang memungkinkan perekaman detak jantung hingga tekanan darah.Dengan teknologi yang ada saat inipun, kita nantinya bisa melihat kemampuan sensor yang diletakkan di permukaan kulit, untuk mengetahui kondisi tubuh secara sistemik. Semua itu memang mendukung perkembangan telemedicine secara pesat.Namun, di balik semua kecanggihan tersebut, ada satu hal yang tidak bisa dilakukan dalam penggunaan telemedicine, yaitu pemeriksaan fisik langsung dokter ke pasien. Hal ini membuat dokter biasanya masih belum memberikan diagnosis pasti saat melayani konsultasi menggunakan fitur ini.Paling jauh, dokter hanya akan memberikan kemungkinan diagnosis disertai dengan diagnosis pembanding lainnya. Hal ini bisa dimengerti, mengingat proses untuk menegakkan diagnosis merupakan langkah berlapis yang terkadang juga perlu disertai dengan berbagai pemeriksaan penunjang. Tidak adanya diagnosis pasti juga membuat dokter tidak bisa meresepkan obat spesifik untuk menyasar sumber sakit.

Fokus penggunaan telemedicine

Telemedicine bisa digunakan sebagai sarana diskusi hasil pemeriksaan laboratorium
Dengan telemedicine, pasien bisa menanyakan hasil tes darah langsung ke dokter
Melihat kelebihan dan kekurangan telemedicine, sah rasanya jika menyebut fitur ini belum bisa jadi solusi sapu jagad masalah kesehatan di masyarakat. Dengan mempertimbangkan keduanya, berikut ini fokus yang bisa dilakukan pada penggunaan telemedicine.
  • Sebagai sarana teknologi untuk mempermudah proses kontrol perawatan, seperti menjawab pertanyaan seputar pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani
  • Untuk mempermudah pasien dalam mengetahui hasil laboratorium secara tepat, terutama jika semua hasil terbaca normal
  • Memberikan akses untuk bisa berkomunikasi dengan tenaga kesehatan dari tempat yang sulit dinjangkau
  • Memberikan kemudahan untuk pasien mendapatkan pengetahuan seputar prosedur medis sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pertolongan pertama pada diare atau saat terjatuh dari sepeda
  • Memberikan saran mengenai jenis-jenis spesialisasi kedokteran yang sekiranya cocok dengan gangguan kesehatan yang sedang dialami. Misalnya, pemberian saran seputar spesialisasi dokter gigi, atau sub spesialisasi dokter anak.
  • Memangkas antrean di fasilitas kesehatan dan membuat pelayanan kepada pasien lebih efisien.
Meski masih ada pro dan kontra yang muncul terhadap fitur ini, telemedicine adalah perkembangan teknologi yang tidak bisa terelakkan lagi keberadaannya. Peraturan dari sisi dokter maupun pasien pengguna pun masih terus digodok, untuk mencari jalan tengah yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.Ke depannya, penggunaan telemedicine akan terus dirancang bukan untuk menggantikan kunjungan ke dokter, tetapi sebagai pendamping perawatan yang semakin baik, efisien, dan tentu saja tepat.
bpjs kesehatantokoh kesehatan indonesiaresolusi kesehatanmysehatqbpjs ketenagakerjaan
WHO. https://www.who.int/goe/publications/goe_telemedicine_2010.pdf
Diakses pada 6 Februari 2020
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/media-center/kits/telemedicine-and-telehealth.html
Diakses pada 6 Februari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6684176/
Diakses pada 6 Februari 2020
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. https://fk.ugm.ac.id/telemedicine-permudah-akses-layanan-medis/
Diakses pada 6 Februari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/telemedicine-benefits
Diakses pada 18 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait