Tekanan udara yang berubah dalam kabin pesawat dapat memicu sakit telinga
Perubahan tekanan udara dalam kabin pesawat bisa memicu sakit telinga

Pernah Anda merasa telinga pengang atau sakit saat naik pesawat atau sakit kepala ketika cuaca dingin? Anda tenyata tidak sendirian.

Kondisi-kondisi tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah karena muncul akibat adanya perubahan tekanan udara.

Apa itu tekanan udara?

Tekanan udara dapat dikatakan sebagai jumlah tenaga di udara yang diberikan atau diterapkan pada tubuh. Tekanan yang juga disebut tekanan barometrik ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti ketinggian dan suhu dari suatu tempat.

Oleh karena itu, isu cuaca bisa memengaruhi kesehatan ternyata memang kenyataan dan bukan hanya sekadar mitos.

Kondisi yang dapat terjadi akibat pengaruh tekanan udara

Beberapa kondisi di bawah ini mungkin sering Anda rasakan dan terjadi karena adanya perubahan tekanan udara di sekeliling Anda:

  • Nyeri telinga (barotrauma)

Anda mungkin pernah mengalami telinga terasa pengang dan nyeri saat naik pesawat, jalan-jalan ke daerah pegunungan, naik lift, atau menyelam. Keluhan ini terjadi karena ada perubahan tekanan secara tiba-tiba pada telinga akibat perbedaan ketinggian.

Pada telinga, terdapat sebuah saluran bernama eustachius. Saluran ini dapat terbuka untuk menyeimbangkan tekanan udara luar dengan tekanan udara di dalam tubuh seseorang.

Perubahan tekanan udara yang terjadi secara mendadak akan membuat saluran eustachius tidak sempat menyeimbangkan tekanan, sehingga telinga akan terasa nyeri. Tak hanya nyeri, telinga juga bisa mengalami sensasi seperti penuh atau penurunan kemampuan dengar.

Meski demikian, tekanan udara akan kembali seimbang seiring waktu. Inilah mengapa nyeri biasanya hanya terjadi sementara.

Rasa sakit di telinga mungkin bisa berlangsung lebih lama bila saluran eustachius memang sudah sebelumnya, misalnya karena pilek.

Anda bisa melakukan beberapa cara mudah untuk membantu dalam meringankan barotrauma yang terjadi ketika naik pesawat. Contohnya, menguap atau makan permen.

Khusus untuk bayi, aktivitas menguap tentu tidak bisa dilakukan secara sengaja. Sebagai alternatif, Anda dapat menyusui atau memberikan empeng pada buah hati.

Pastikan pula agar bayi tetap terjaga ketika pesawat lepas landas dan mendarat. Dengan ini, perubahan tekanan barometrik tidak menyiksa Si Kecil.

  • Sakit kepala atau migrain

Rendahnya tekanan dan suhu udara serta naiknya kelembapan udara dapat menyebabkan sebagian orang mengalami sakit kepala, terutama mereka yang sudah mengalami migrain kronis. Hal ini dikatakan bisa terjadi karena ada perbedaan tekanan barometrik pada sinus dan di luar tubuh.

Sinus merupakan rongga udara yang saling terhubung dalam tengkorak. Rongga-rongga ini terletak di belakang tulang dahi, kedua sisi batang hidung, tulang pipi, dan belakang mata.

Sakit kepala atau migrain akibat perubahan tekanan atmosfer juga mungkin disertai mual dan sensasi mati rasa pada wajah.

Bila kondisi ini terlalu sering terjadi atau bahkan tidak berkurang ketika Anda telah mengonsumsi obat pereda nyeri, silakan periksakan diri Anda ke dokter. Sejumlah obat resep, seperti triptan dan codeine, mungkin diperlukan untuk meringankan kondisi.

  • Nyeri sendi atau arthritis

Tidak hanya area kepala, seperti pelipis dan telinga, yang dapat merasakan nyeri akibat perubahan tekanan udara. Sendi-sendi Anda pun bisa mengalami nyeri, terutama pada orang-orang yang memang menderita penyakit sendi, misalnya arthritis.

Nyeri sendi tersebut umumnya terjadi bila cuaca dingin. Pasalnya, tekanan udara dapat meningkat pada cuaca dingin.

Penyebab di balik timbulnya nyeri arthritis belum sepenuhnya diketahui. Tetapi sensasi nyeri terjadi karena kartilage (tulang rawan) pada sendi penderita sudah rusak atau menyusut.

Sebagai akibatnya, ujung-ujung tulang bergesekan dan berujung pada munculnya rasa sakit ketika sendi digerakkan. Salah satu faktor risiko yang bisa meningkatkan rasa nyeri tersebut adalah perubahan tekanan udara.

Teori lain menyebutkan bahwa perubahan tekanan udara membuat tendon dan otot membesar serta berkontraksi. Kondisi ini akan menekan sendi yang terkena arthritis, sehingga terasa nyeri.

Bukan cuma itu, turunnya temperatur udara juga membuat cairan sendi lebih kental sehingga gesekan menjadi terbatas dan nyeri meningkat.

Untuk meringankan nyeri arthritis akibat perubahan tekanan udara, penderita dapat melindungi dan menjauhkan diri dari cuaca dingin, mengonsumsi obat pereda nyeri, atau menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  • Perubahan suasana hati

Selain kondisi kesehatan tersebut, perubahan tekanan udara juga disebut dapat memengaruhi suasana hati seseorang dan berpengaruh terhadap risiko munculnya depresi.

Turunnya suhu udara dan naiknya tekanan udara dikatakan mampu membuat seseorang merasa lebih sedih. Sedangkan naiknya temperatur udara dan turunnya tekanan barometrik akan memberikan efek sebaliknya.

Meski begitu, pengaruh perubahan udara terhadap perubahan suasana hati ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Catatan dari SehatQ

Kesehatan Anda tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi di dalam, namun juga keadaan di luar dan sekitar Anda. Salah satunya tekanan udara.

Pengaruh tekanan udara terhadap kesehatan umumnya hanya akan berlangsung sementara. Karena itu, sebagain besar dampaknya tidak perlu dicemaskan.

Namun bila keadaan Anda tidak kunjung membaik dan dirasa sangat mengganggu, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dengan pemeriksaan rinci, dokter dapat mendeteksi penyebab di balik kondisi Anda dan memberikan saran penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/headache/barometric-pressure-headache
Diakses pada 3 Juli 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/flying-ears.html
Diakses pada 3 Juli 2020

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/air_travel_colds_and_sinus_infections/views.htm
Diakses pada 3 Juli 2020

WeMD. https://www.webmd.com/allergies/features/the-weather-wreaking-havoc-on-health#1
Diakses pada 3 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/weather-and-joint-pain#1
Diakses pada 3 Juli 2020

Psych Central. https://psychcentral.com/blog/weather-can-change-your-mood/
Diakses pada 3 Juli 2020

Psych Central. https://psychcentral.com/blog/why-does-pain-get-worse-when-a-storm-is-coming/
Diakses pada 3 Juli 2020

Artikel Terkait