Berbagai Penyebab Tekanan Darah Rendah Selama Kehamilan

24 Apr 2019 | Oleh M. Helmi A.
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Hipotensi atau tekanan darah rendah, kerap terjadi pada ibu hamil.
Tekanan darah rendah atau hipotensi normal terjadi pada masa kehamilan.

Memiliki tekanan darah rendah (hipotensi) selama kehamilan adalah suatu hal yang wajar. Pada umumnya, hipotensi pada kehamilan tidak menyebabkan masalah.

Selain itu, tekanan darah biasanya akan kembali normal setelah persalinan. Namun pada beberapa kasus, tekanan darah yang sangat rendah, dapat membahayakan ibu dan bayi pada saat kehamilan.

Jika Anda sedang mengandung, dokter atau bidan akan selalu memeriksa tekanan darah pada setiap kunjungan rutin.

Pengukuran tekanan darah dapat menginformasikan kondisi kesehatan ibu dan bayi. Misalnya, tekanan darah tinggi dan kemungkinan preeklampsia pada kehamilan. Tekanan darah yang normal adalah kurang dari 120/80 mmHg.

Faktor Penyebab Hipotensi pada Kehamilan

Hipotensi atau tekanan darah rendah, normal terjadi pada 24 minggu pertama kehamilan, akibat adanya aliran darah ke plasenta. Anda mengalami hipotensi, apabila tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg. Selain itu, sejumlah faktor berikut ini pun berkontribusi terhadap hipotensi selama kehamilan.

  • Dehidrasi
  • Anemia dan kekurangan nutrisi
  • Perdarahan dalam
  • Tirah baring (bedrest) yang terlalu lama
  • Obat-obatan
  • Gangguan jantung atau hormon
  • Infeksi
  • Reaksi alergi

Dampak Tekanan Darah Rendah Selama Hamil

Tekanan darah yang sangat rendah dapat memicu kegagalan organ atau syok pada ibu hamil. Sementara itu, efek pada janin adalah rendahnya berat badan lahir.

Namun pada umumnya, hipotensi pada kehamilan tidak perlu dikhawatirkan, kecuali bila Anda sudah merasakan beberapa gejala klinis berikut ini.

  • Pusing, terutama pada saat mengubah posisi tubuh
  • Pingsan
  • Mual
  • Rasa lelah
  • Gangguan penglihatan
  • Haus
  • Pucat
  • Bernapas dengan cepat dan dangkal
  • Sulit berkonsentrasi

Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas pada saat kehamilan, segera hubungi dokter atau bidan terdekat, untuk memastikan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh hipotensi, dan bukan hal lain.

Penanganan untuk Hipotensi Selama Kehamilan

Hingga saat ini, belum ada terapi yang spesifik untuk hipotensi pada kehamilan. Dokter tidak menyarankan penggunaan obat-obatan, kecuali bila ada gejala serius dan berbahaya. Sebab, tekanan darah akan naik dengan sendirinya, pada trimester ketiga kehamilan.

  • Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk meringankan gejala hipotensi yang Anda alami dalam masa kehamilan.
  • Hindari perubahan posisi mendadak dari duduk atau berbaring
  • Usahakan tidak berdiri dalam waktu yang lama
  • Istirahat yang cukup
  • Makan sedikit namun sering sepanjang hari
  • Usahakan untuk tidak mandi air hangat
  • Minum lebih banyak air, terutama bila mengalami muntah
  • Gunakan pakaian yang longgar
  • Konsumsi suplemen untuk mencegah timbulnya tekanan darah rendah

Hipotensi pada umumnya tidak menyebabkan masalah. Namun alangkah baiknya pada kunjungan pertama selama hamil, Anda menyampaikan adanya riwayat hipotensi kepada dokter atau bidan. Sebab, dokter dan bidan akan mengawasi pergerakan tekanan darah, agar tidak turun terlalu rendah, demi kesehatan Anda dan janin.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/low-blood-pressure-during-pregnancy
Diakses pada 20 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320303.php
Diakses pada 20 April 2019

Artikel Terkait:
Baca Juga
Back to Top