Berapa Tekanan Darah Normal Ibu Hamil? Ketahui Rentangnya Berikut Ini

(0)
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Rentang angka tekanan darah normal pada ibu hamilCalon ibu harus tahu rentang tekanan darah yang normal saat hamil demi menjaga kesehatan kandungannya
Sepanjang kehamilan, setiap calon ibu akan dianjurkan untuk rutin kontrol kandungan hingga saatnya melahirkan. Nah, salah satu tanda vital yang pasti rutin dicek setiap kali kunjungan adalah tekanan darah. Penting untuk memantau rentang tekanan darah pada ibu hamil secara berkala agar tetap dalam batas normal. Apabila suatu saat nilainya terbaca lebih rendah atau lebih tinggi dari seharusnya, dokter dapat mulai bersiaga dan mengantisipasi penanganannya. 

Rentang tekanan darah normal pada ibu hamil

Nilai tekanan darah normal pada ibu hamil tidak jauh berbeda dari rentang umumnya, yaitu 120/80 mmHg.Apabila nilai tensi Anda tercatat di bawah angka 90/60 mmHg saat hamil, ini menandakan tekanan darah rendah. Tekanan darah dapat menurun hingga nilai terendahnya pada masa tengah kehamilan. Namun, bisa perlahan kembali naik saat kehamilan memasuki usia lebih dari 20 minggu, lebih tepatnya pada usia 24 minggu.Dinding pembuluh darah yang kendur dapat menurunkan tekanan darah pada trimester pertama dan trimester kedua kehamilan. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi kepala pening dan berputar saat Anda duduk atau berdiri secara tiba-tiba.Rentang nilai tekanan darah pada ibu hamil sebetulnya wajar untuk berubah dari waktu ke waktu. Perubahan tekanan darah yang normal dipengaruhi hormon progesteron yang banyak diproduksi saat hamil. Peningkatannya dapat mengendurkan dinding pembuluh darah.Apabila kehamilan berjalan lancar, maka nilai tekanan darah akan kembali normal seperti sebelum hamil dalam beberapa minggu sebelum bayi lahir.Namun apabila nilai tensi tercatat di atas angka 140/90 mmHg, Anda terindikasi telah mengalami tekanan darah tinggi saat hamil dan ini cenderung tidak normal.

Cara menjaga tekanan darah tetap normal saat hamil

Untuk menjaga nilai tekanan darah normal selama kehamilan, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

1. Mencegah tekanan darah tinggi selama kehamilan

Tekanan darah yang tiba-tiba lebih tinggi dari rentang normal saat hamil bisa menandakan preeklampsia. Komplikasi kehamila ini berisiko menyebabkan kejang, kelahiran prematur, hingga kematian. Agar terhindar dari kondisi tekanan darah tinggi selama kehamilan, wanita dianjurkan untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta membatasi konsumsi garam
  • Mengonsumsi obat penurun tekanan darah sesuai dengan anjuran dokter
  • Memeriksakan kandungan ke dokter secara rutin
  • Usahakan untuk dapat selalu aktif secara fisik dengan olahraga rutin. Namun, apabila Anda menderita preeklampsia, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk beristirahat total
  • Menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol, merokok, serta menggunakan sembarang obat-obatan selama kehamilan
  • Pantau dengan cermat kenaikan berat badan yang terjadi selama kehamilan. Jangan sampai berat badan naik terlalu banyak dan cepat.

2. Mencegah tekanan darah rendah selama kehamilan

Kasus tekanan darah rendah pada ibu hamil umumnya tidak memerlukan penanganan maupun pencegahan tertentu.Namun, apabila Anda memiliki kecenderungan menderita tekanan darah rendah cukup parah, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk:
  • Lebih banyak beristirahat
  • Lebih berhati-hati saat bangun tidur, maupun bangun setelah duduk dalam waktu yang lama
  • Menghindari berdiri terlalu lama
  • Mengubah pola makan menjadi lebih sering, tapi dengan porsi yang lebih kecil
  • Lebih banyak mengonsumsi cairan, terutama air minum
  • Mengonsumsi lebih banyak garam, dengan kadar yang dianjurkan
  • Hindari mandi menggunakan air hangat
  • Menggunakan pakaian yang longgar
Selain langkah-langkah di atas, dokter juga mungkin akan meresepkan suplemen, untuk membantu menjaga tekanan darah normal selama kehamilan.Mengetahui nilai tekanan darah normal dan tidak normal selama kehamilan dapat meningkatkan kewaspadaan Anda. Dengan begit, Anda dan dokter dapat bekerja sama untuk menghindari berbagai gangguan yang mungkin terjadi selama kehamilan.

Risiko tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Tingginya tekanan darah saat hamil dapat menimbulkan berbagai kondisi yang tidak normal bagi ibu maupun bayi.Berikut ini risiko gangguan kesehatan yang dapat timbul akibat tekanan darah tinggi pada ibu hamil:

1. Berkurangnya suplai darah ke plasenta

Kondisi ini dapat menyebabkan bayi tidak menerima cukup oksigen serta nutrisi selama di dalam kandungan. Hal ini dapat membuat bayi lahir dengan berat badan rendah, dan mengalami gangguan pertumbuhan.

2. Merusak organ tubuh lainnya

Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya seperti otak, hati, paru-paru, ginjal, dan hati.

3. Meningkatkan risiko bayi lahir prematur

Pada ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi, melahirkan sebelum hari perkiraan lahir (HPL) kerap dilakukan untuk menghindari komplikasi berbahaya pada ibu maupun bayi.

4. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

  Tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat mengindikasikan terjadinya preeklampsia. Ibu hamil yang menderita preeklampsia, memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung.Jangan lupa untuk senantiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta rutin kontrol ke dokter kandungan, agar tekanan darah tetap terjaga normal.
kehamilantekanan darah tinggipreeklampsiatekanan darah rendah
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a554818/blood-pressure-in-pregnancy
Diakses pada 18 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/chronic-hypertension-blood-pressure
Diakses pada 18 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/low-blood-pressure-during-pregnancy
Diakses pada 18 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046098
Diakses pada 18 April 2019
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/high-blood-pressure-during-pregnancy/
Diakses pada 18 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait