Ini Nilai Tekanan Darah Normal dan Tidak Normal pada Ibu Hamil

Perubahan tekanan darah merupakan hal yang wajar terjadi selama kehamilan
Waspadai tekanan darah tinggi di masa kehamilan yang bisa menandakan preeklampsia

Pada ibu hamil, segala tanda-tanda vital di tubuh seperti tekanan darah perlu diperhatikan dengan baik untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Tekanan darah tinggi pada ibu hamil bisa jadi merupakan tanda dari preeklampsia. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, kelahiran prematur, hingga kematian.

Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui nilai tekanan darah normal serta tidak normal pada ibu hamil. Sehingga saat nilai tekanan darah terbaca tidak normal, Anda dapat segera melakukan penanganan yang tepat.

Tekanan Darah Normal pada Ibu Hamil

Perubahan tekanan darah merupakan hal yang wajar terjadi selama kehamilan. Sebab, hormon progesteron yang banyak diproduksi saat hamil, dapat mengendurkan dinding pembuluh darah.

Kendurnya dinding pembuluh darah, dapat menurunkan tekanan darah pada trimester pertama dan trimester kedua kehamilan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa pening saat Anda duduk atau berdiri secara tiba-tiba.

Nilai tekanan darah normal pada ibu hamil tidak berbeda dari kondisi umum, yaitu 120/80 mmHg. Apabila nilai tekanan darah Anda tercatat berada di bawah angka 90/60 mmHg, maka hal tersebut dapat mengindikasikan tekanan darah rendah.

Tekanan darah dapat berada pada nilai terendahnya, pada masa tengah kehamilan dan perlahan akan kembali naik, saat kehamilan memasuki usia 24 minggu. Apabila kehamilan berjalan lancar, maka nilai tekanan darah akan pulih (kembali sama dengan sebelum hamil), beberapa minggu sebelum bayi lahir.

Sementara itu, apabila nilai tekanan darah tercatat berada di atas angka 140/90 mmHg, maka Anda terindikasi telah mengalami tekanan darah tinggi. Tingginya tekanan darah saat hamil, dapat menimbulkan berbagai kondisi berbahaya bagi ibu maupun bayi. Berikut ini risiko gangguan kesehatan yang dapat timbul akibat tekanan darah tinggi pada ibu hamil.

1. Berkurangnya Suplai Darah ke Plasenta

Kondisi ini dapat menyebabkan bayi tidak menerima cukup oksigen serta nutrisi selama di dalam kandungan. Hal ini dapat membuat bayi lahir dengan berat badan rendah, dan mengalami gangguan pertumbuhan.

2. Merusak Organ Tubuh Lainnya

Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh lainnya seperti otak, hati, paru-paru, ginjal, dan hati.

3. Meningkatkan Risiko Bayi Lahir Prematur

Pada ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi, melahirkan sebelum hari perkiraan lahir (HPL) kerap dilakukan untuk menghindari komplikasi berbahaya pada ibu maupun bayi.

4. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Jantung

 

 

Tekanan darah tinggi pada ibu hamil dapat mengindikasikan terjadinya preeklampsia. Ibu hamil yang menderita preeklampsia, memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung.

Cara Menjaga Tekanan Darah Normal Selama Kehamilan

Untuk menjaga nilai tekanan darah normal selama kehamilan, terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

1. Mencegah Tekanan Darah Tinggi Selama Kehamilan

Agar terhindar dari kondisi tekanan darah tinggi selama masa kehamilan, beberapa hal ini dapat Anda lakukan.

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta membatasi konsumsi garam
  • Mengonsumsi obat penurun tekanan darah sesuai dengan anjuran dokter
  • Rutin memeriksakan kandungan ke dokter
  • Usahakan untuk dapat selalu aktif secara fisik. Namun, apabila Anda menderita preeklampsia, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk beristirahat total.
  • Menghindari kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol, merokok, serta menggunakan sembarang obat-obatan selama kehamilan
  • Pantau dengan cermat kenaikan berat badan yang terjadi selama kehamilan. Jangan sampai berat badan naik terlalu banyak dan cepat.

2. Mencegah Tekanan Darah Rendah Selama Kehamilan

Kasus tekanan darah rendah pada ibu hamil umumnya tidak memerlukan penanganan, maupun pencegahan tertentu. Namun, apabila Anda memiliki kecenderungan menderita tekanan darah rendah yang cukup parah, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk:

  • Lebih banyak beristirahat
  • Lebih berhati-hati saat bangun tidur, maupun bangun setelah duduk dalam waktu yang lama
  • Menghindari berdiri terlalu lama
  • Mengubah pola makan menjadi lebih sering, tapi dengan porsi yang lebih kecil
  • Lebih banyak mengonsumsi cairan, terutama air minum
  • Mengonsumsi lebih banyak garam, dengan kadar yang dianjurkan
  • Hindari mandi menggunakan air hangat
  • Menggunakan pakaian yang longgar

Selain langkah-langkah di atas, dokter juga mungkin akan meresepkan suplemen, untuk membantu menjaga tekanan darah normal selama kehamilan.

Mengetahui nilai tekanan darah normal dan tidak normal selama kehamilan, dapat meningkatkan kewaspadaan Anda, agar terhindar dari berbagai gangguan, yang mungkin terjadi selama kehamilan. Jangan lupa untuk senantiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, serta rutin kontrol ke dokter kandungan, agar tekanan darah tetap terjaga.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed