logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Tekanan Darah Normal dan Cara Mengukurnya yang Akurat

open-summary

Tekanan darah normal orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah normal anak biasanya lebih rendah, sementara lansia biasanya lebih tinggi. Pada orang berusia 60 tahun ke atas, tekanan darah di atas 120/80 mmHg masih dianggap normal. Pada bayi di bawah 1 tahun, tekanan darah di bawah 90/60 mmHg juga normal.


close-summary

11 Sep 2022

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmgHg, anak lebih rendah sementara lansia lebih tinggi

Tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg

Table of Content

  • Berapa tekanan darah normal?
  • Cara mengetahui tekanan darah normal
  • Jenis Tekanan Darah yang Tidak Normal

Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, atau dengan kata lain normal adalah kondisi yang seharusnya terjadi pada tekanan darah. Lantas, apa sebenarnya tekanan darah normal?

Advertisement

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya jika Anda mengetahui apa itu tekanan darah secara umumnya. Tekanan darah adalah besarnya kekuatan atau tekanan yang dibutuhkan oleh jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Untuk mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk normal atau tidak, maka perlu dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Pemeriksaan tekanan darah dapat dilakukan menggunakan alat yang bernama sphygmomanometer.

Berapa tekanan darah normal?

no caption
Tekanan darah normal bisa berbeda tergantung usia

Tekanan darah normal pada setiap orang berbeda-beda. Faktor yang memengaruhi tekanan darah antara lain adalah jenis kelamin dan usia.

Umumnya tekanan darah normal orang dewasa adalah 120/80 mmHg untuk laki-laki maupun perempuan. Tekanan darah normal anak-anak akan lebih rendah, sementara tekanan darah normal untuk lansia akan lebih tinggi dari angka tersebut.

Berikut batasan rinci tekanan darah normal yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin dan usia:

1. Tekanan darah normal anak-anak

  • 1-12 bulan: 80-100/55-65 mmHg
  • 1-2 tahun: 90-105/55-70 mmHg
  • 3-5 tahun: 95-107/60-71 mmHg
  • 6-9 tahun: 95-110/60-73 mmHg
  • 10-11 tahun: 100-119/65-76 mmHg
  • 12-15 tahun: 100-124/70-79 mmHg

2. Tekanan darah normal pria

  • 18-39 tahun: 119/70 mmHg
  • 40-59 tahun: 124/77 mmHg
  • 60 tahun ke atas: 133/69 mmHg

3. Tekanan darah normal wanita

  • 18-39 tahun: 110/68 mmHg
  • 40-59 tahun: 122/74 mmHg
  • 60 tahun ke atas: 139/68 mmHg

Jika tekanan darah normal, maka Anda tidak perlu khawatir. Namun, jika tekanan darah Anda tinggi atau rendah, maka Anda perlu untuk berkonsultasi ke dokter sebelum kondisi yang dialami semakin parah. Deteksi dini dapat membantu untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih serius.

Baca Juga: Tekanan darah Normal pada Ibu Hamil dan Cara Menjaganya

Cara mengetahui tekanan darah normal

Mengukur tekanan darah normal menggunakan tensi digital
Mengukur tekanan darah normal menggunakan tensi digital

Tekanan darah diukur dalam satuan milimeter merkuri atau mmHg. Angka yang didapat berdasarkan tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung mengedarkan darah ke seluruh tubuh, sementara tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung beristirahat sebelum mengedarkan darah kembali.

Angka sebelah kiri pada hasil tekanan darah Anda adalah tekanan sistolik, sementara angka sebelah kanan pada hasil tekanan darah Anda adalah tekanan diastolik. Misalnya, jika tekanan darah Anda adalah 120/80mmHG, maka angka 120 mengacu pada tekanan darah sistolik, sedang angka 80 menggambarkan tekanan darah diastolik.

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah yang normal atau tidak, maka perlu dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat bernama sphygmomanometer.

Anda dapat melakukan pengukuran tekanan darah di puskesmas, rumah sakit, posyandu, klinik, apotek yang menyediakan layanan pengukuran tekanan darah, juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Berikut caranya:

1. Sebelum mengukur tekanan darah

Ada banyak hal yang dapat memengaruhi tekanan darah menjadi lebih tinggi untuk sementara. Ini mungkin menyebabkan ukuran tekanan darah normal menjadi kurang akurat.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan nilai tekanan darah normal yang sebenarnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Hindari pemicu tekanan darah meningkat sementara, termasuk stres, rokok, suhu dingin, olahraga, konsumsi kafein dan obat-obatan tertentu.
  • Temukan tempat yang tenang untuk memeriksa tekanan darah karena Anda perlu mendengarkan detak jantung.
  • Pastikan Anda merasa nyaman dan rileks dan sudah buang air kecil.
  • Gulung lengan baju atau lepaskan pakaian berlengan ketat.

2. Saat pengukuran tekanan darah

Selanjutnya untuk mendapatkan pembacaan tekanan darah normal yang tepat, lakukan langkah-langkah berikut ini:

Jika menggunakan tensi manual:

  • Beristirahatlah di kursi dengan meja di sampingnya selama 5 hingga 10 menit. Lengan Anda harus beristirahat dengan nyaman dan terletak sejajar dengan jantung.
  • Duduk tegak dengan punggung bersandar pada kursi, kaki tidak disilangkan. Istirahatkan lengan bawah Anda di atas meja dengan telapak tangan menghadap ke atas.
  • Temukan denyut nadi Anda dengan menekan ringan jari telunjuk dan jari tengah sedikit ke tengah bagian dalam lekukan siku Anda. Gunakan stetoskop jika tidak dapat ditemukan secara manual.
  • Pasangkan manset di lengan atas. Tepi bawah manset harus sekitar 2-3 cm di atas lekukan siku. Gunakan pengikat kain untuk menahan manset dengan pas tetapi tidak telalu kencang
  • Tempatkan stetoskop di telinga Anda, dan letakkan kepala stetoskop di atas arteri di lekukan siku.
  • Pegang pengukur tekanan di tangan kiri dan pompa di tangan kanan Anda.
  • Remas pompa beberapa kali hingga manset mengembang, dan selama hal itu terjadi dengarkan denyut nadi Anda pada stetoskop.
  • Terus kembangkan manset sampai pengukur membaca sekitar 30 poin (mm Hg) di atas tekanan sistolik yang Anda harapkan. Pada titik ini, Anda seharusnya tidak mendengar denyut nadi Anda di stetoskop.
  • Perlahan lepaskan tekanan di manset dengan membuka katup aliran udara berlawanan arah jarum jam.
  • Perhatikan terus angka pada pengukur. Pengukur harus turun hanya 2 hingga 3 poin dengan setiap detak jantung.
  • Dengarkan baik-baik denyut nadi pertama. Segera setelah Anda mendengarnya, perhatikan pergerakan air raksa pada pengukur dan catat angka air raksa berada. Pembacaan ini adalah tekanan sistolik Anda
  • Lanjutkan mengempiskan manset secara perlahan.
  • Dengarkan baik-baik sampai suara denyut nadi hilang. Segera setelah Anda tidak dapat lagi mendengar denyut nadi Anda, perhatikan pembacaan pada pengukur. Pembacaan ini adalah tekanan diastolik Anda.
  • Biarkan manset benar-benar mengempis.

Jika menggunakan tensi digital:

Bagi Anda yang menggunakan alat pengukur tensi digital, caranya sama dengan yang manual, hanya saja Anda tidak memerlukan stetoskop dan cukup memasang manset di lengan sesuai ketentuan lalu tekan tombol pengukur di alat.

Secara otomatis manset akan mengembang dan setelah beberapa detik, otomatis mengempis sambil menunjukkan hasil pengukuran di layar.

Jika Anda harus memonitor tekanan darah setiap hari, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah pada waktu yang sama setiap harinya.

Baca Juga: Cara Memilih Tensi Meter yang Tepat untuk Anda

Jenis Tekanan Darah yang Tidak Normal

Perempuan sakit kepala karena tekanan darah tidak normal
Tekanan darah tidak normal bisa menyebabkan sakit kepala

Tekanan darah bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari normal. Berikut ini penjelasannya:

1. Tekanan darah rendah

Secara umum seseorang dianggap memiliki tekanan darah rendah apabila pada pengkuran tensi didapatkan hasil lebih rendah dari 90/60 mm Hg.

Orang yang mengalami tekanan darah rendah bisa mengalami berbagai gejala, seperti lemas, sakit kepala, hingga pandangan kabur.

Jenis-jenis tekanan darah rendah antara lain adalah:

  • Hipotensi ortostatik (hipotensi postural). Jenis penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri dari posisi duduk atau setelah berbaring.
  • Hipotensi postprandial. Jenis penurunan tekanan darah ini dapat terjadi 1 sampai 2 jam setelah makan.
  • Hipotensi yang dimediasi saraf. Jenis penurunan tekanan darah yang terjadi setelah berdiri dalam waktu lama.
  • Multiple System Atrophy (MSA) dengan hipotensi ortostatik. Disebut juga sindrom Shy-Drager, gangguan langka yang terkait dengan memiliki tekanan darah sangat tinggi saat berbaring.

2. Tekanan darah tinggi

Secara umum seseorang dianggap memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi saat hampir sepanjang waktu pembacaan tekanan darah mencapai 130/80 mmHg atau lebih tinggi.

Tekanan darah tinggi untuk orang dewasa dibagi menjadi beberapa tahap. Pada setiap tahap, ada risiko kesehatan yang lebih besar.

Tahapan-tahapan darah tinggi meliputi:

  • Peningkatan tekanan darah: sistolik 120-129 mmHg dan diastolik kurang dari 80.
  • Hipertensi derajat 1: sistolik 130-139 mmHg dan diastolik 80-89 mm Hg.
  • Hipertensi derajat 2: sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan diastolik 90 mm Hg atau lebih tinggi.
  • Krisis hipertensi: sistolik 180 mmHg atau lebih tinggi dan diastolik 120 mmHg atau lebih tinggi.

Krisis hipertensi yang diukur pada 180/120 mmHg, adalah peningkatan tajam tekanan darah yang dapat menyebabkan stroke.

no caption

Baca Juga

  • 7 Penyakit Peredaran Darah yang Umum Terjadi, Apa Pemicunya?
  • Tak Hanya Orang Dewasa, Hipertensi pada Anak juga Bisa Terjadi
  • Manfaat Buah Bit untuk Kesehatan dan Risiko Bahayanya Jika Dikonsumsi Berlebihan

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar tekanan darah normal atau gangguannya seperti hipertensi maupun hipotensi, konsultasikan langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

hipertensihipotensitekanan darah tinggitekanan darah rendah

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved