Teh yang Aman dan Baik untuk Diminum Penderita Diabetes

Ada beberapa pilihan teh untuk diabetes yang aman diminum oleh mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi
Minum teh hangat saat sore hari membuat pikiran tenang, tetapi apakah ada manfaat teh untuk diabetes?

Teh merupakan salah satu minuman populer yang sering dikonsumsi oleh orang-orang di seluruh dunia. Bahkan beberapa negara memasukkan kegiatan minum teh sebagai salah satu budayanya. 

Selain digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, teh memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan. Salah satu penyakit yang dapat dibantu dengan teh adalah penyakit diabetes. Namun, apa-apa saja teh untuk diabetes yang aman dikonsumsi?

Pilihan teh untuk diabetes

Terdapat beberapa jenis teh yang sudah diteliti dan terbukti berkhasiat bagi para penderita diabetes. Berikut adalah beberapa teh yang bisa menjadi alternatif bagi pengidap diabetes:

1. Teh putih (white tea)

Anda mungkin tidak terlalu familiar dengan jenis teh berupa teh putih. Sebenarnya teh putih berasal dari tanaman teh yang sama dengan teh hijau dan teh hitam. 

Perbedaannya terletak pada waktu pengambilannya, teh putih merupakan daun dan pucuk teh yang diambil sebelum daun dan pucuk teh tersebut sepenuhnya terbuka. 

Dari ketiga jenis teh tersebut, teh putih merupakan jenis teh yang paling sedikit diproses dan karenanya memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. 

Kandungan antioksidan tersebutlah yang mampu menurunkan risiko resistensi insulin dan berpotensi untuk menurunkan kadar gula darah.

2. Teh kamomil (chamomile

Teh kamomil terkenal sebagai teh yang membantu menenangkan dan umumnya digunakan sebagai salah satu cara alami untuk mengatasi susah tidur

Namun, teh kamomil tidak hanya membantu istirahat Anda, tetapi juga mampu membantu penyakit diabetes yang dialami. Hal ini dibuktikan melalui riset yang memperlihatkan bahwa teh kamomil mampu mencegah naiknya kadar gula dalam tubuh.

Tidak hanya mampu menjaga kadar gula dalam tubuh, teh kamomil juga dapat mencegah komplikasi akibat dari diabetes. Namun, studi ini baru diberlakukan pada tikus saja dan masih membutuhkan penelitian pada manusia. 

3. Teh oolong

Satu lagi jenis teh yang cukup sering dilihat di kedai-kedai minuman berbasis teh adalah teh oolong. Teh oolong diambil dari tanaman yang sama dengan teh hijau dan teh hitam. Hanya saja diolah dengan proses yang berbeda.

Teh oolong tidak sepenuhnya dioksidasi seperti teh hitam, melainkan hanya sebagian teroksidasi, berbeda dengan teh hijau yang sama sekali tidak boleh teroksidasi. 

Sebuah studi menemukan bahwa teh oolong bisa menjadi alternatif penanganan untuk penyakit diabetes tipe 2. Namun, riset lain mendapati bahwa konsumsi teh oolong mampu meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit diabetes tipe 2.

Oleh karenanya, masih diperlukan penelitian lainnya untuk mencari titik temu mengenai khasiat teh oolong terhadap penyakit diabetes. Anda boleh saja mengonsumsi teh oolong asal masih dalam kadar yang sesuai.

Bila ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi teh oolong terhadap kesehatan.

4. Teh hitam

Teh yang tidak kalah populer dengan teh hijau adalah teh hitam. Serupa dengan teh kamomil, kandungan polifenol dalam teh hitam juga ditemukan dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

Kandungan polifenol dalam teh hitam diyakini dapat menghambat kerja dari enzim-enzim tubuh yang berperan dalam penyerapan karbohidrat. Hal tersebutlah yang menimbulkan penurunan kadar gula darah dalam tubuh.

Konsumsi teh hitam dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kadar gula darah pada penderita diabetes. Meskipun, riset lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengetahui efeknya secara pasti.

Secara garis besar, teh mengandung berbagai antioksidan yang mampu memberikan berbagai manfaat pada penderita diabetes, seperti mencegah penyumbatan darah, mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan kanker, meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, serta menjaga tekanan darah.

Bagaimana dengan teh hijau?

Teh hijau merupakan jenis teh yang paling populer dan bisa selalu ditemukan di berbagai tempat makan ataupun kafe. Tentunya jenis teh yang satu ini juga memiliki manfaat untuk penderita diabetes, bukan? 

Teh hijau memang mengandung antioksidan yang berguna untuk kesehatan. Namun, efek teh hijau terhadap penyakit diabetes masih merupakan suatu kontroversi.

Riset menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau berguna untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dan bermanfaat bagi penderita diabetes maupun pencegahan diabetes. 

Namun, penelitian lain di Cina menyatakan bahwa konsumsi teh hijau malah meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Oleh karenanya, khasiat teh hijau terhadap penderita diabetes masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Selalu konsultasikan dengan dokter

Semua obat-obatan alternatif, suplemen, ataupun metode-metode tambahan lain yang bertujuan untuk mengobati atau membantu mengatasi penyakit diabetes yang dialami harus selalu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

APJCN. http://apjcn.nhri.org.tw/server/APJCN/26/1/59.pdf
Diakses pada 17 Juli 2019

Diabetes.co.uk. https://www.diabetes.co.uk/food/tea-and-diabetes.html
Diakses pada 17 Juli 2019

Elsevier. https://booksc.xyz/ireader/13731462
Diakses pada 17 Juli 2019

Endocrineweb. https://www.endocrineweb.com/news/diabetes/56850-black-tea-improves-glucose-levels-may-help-prevent-diabetes
Diakses pada 17 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/teas-that-help-you-sleep
Diakses pada 17 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/white-tea-benefits#section1
Diakses pada 17 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/oolong-tea-benefits
Diakses pada 17 Juli 2019

International Journal of Epidemiology. https://academic.oup.com/ije/article-abstract/47/6/1887/5086723
Diakses pada 17 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12766099
Diakses pada 17 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18681440
Diakses pada 17 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21244473
Diakses pada 17 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4428023/
Diakses pada 17 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3689013/
Diakses pada 17 Juli 2019

NHS. https://www.nhs.uk/news/diabetes/camomile-tea-and-diabetes/
Diakses pada 17 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed