Mengenal TB Paru Aktif, Kondisi Tuberkulosis yang Menular

(0)
07 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pasien TB paru aktif perlu senantiasa mengenakan masker agar tidak menulari orang lainMengenakan masker termasuk salah satu pencegahan penularan TB paru aktif
TB paru aktif adalah penyakit yang menyerang berbagai organ yang disebabkan oleh infeksi langsung bakteri Mycobacterium tuberculosis, atau sebagai perkembangan dari TB laten. Berbeda dengan TB laten, penderita TB aktif dapat menularkan penyakitnya.TB, TBC, atau tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang dapat muncul di berbagai organ tubuh, seperti otak dan tulang belakang. Namun sebagian besar penyakit ini menyerang paru-paru.

TB paru aktif dan TB paru laten

Terdapat dua jenis tuberkulosis paru, yaitu TB laten dan TB aktif. Pada TB laten, bakteri ada pada tubuh penderita, namun sistem imun cukup kuat untuk menjaganya agar tidak menyebar. Pasien juga tidak mengalami gejala dan tidak menularkan penyakit.Sedangkan pada TB paru aktif, sistem imun dalam kondisi lemah sehingga bakteri mudah berkembang biak dan menyebar. Pada kondisi ini, pasien dapat menularkan penyakitnya ke orang lain melalui percikan air liur. Misalnya, saat ia batuk atau bersin.

Apa saja gejala TB paru aktif?

TBC aktif bisa terjadi sebagai infeksi primer. Ini berarti, seseorang langsung terinfeksi bakteri saat sistem imunnya lemah.Namun infeksi ini juga bisa muncul sebagai tahap lanjut TB laten. Hampir seluruh kasus tuberkulosis aktif terjadi karena perkembangan dari TB laten.Meski begitu, durasi perkembangan penyakit ini sangat bervariasi. Seseorang bisa mengalami TB paru laten, kemudian TB paru aktif hanya dalam beberapa minggu hingga beberapa tahun.Selain itu, tidak semua penderita TB aten pasti mengalami TB aktif. Sebagian pengidap bisa saja hanya mengalami TB laten.Karena itu, penting untuk mengetahui kondisi apa saja menjadi tanda dan gejala TB paru aktif. Beberapa gejala umumnya meliputi:

Siapa yang berisiko mengalami TB paru aktif?

Siapapun bisa mengalami TB paru aktif. Namun kelompok orang berikut lebih rentan untuk terkena penyakit ini:
  • Bayi dan anak-anak karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya penderita HIV, diabetes, penyakit ginjal, maupun kanker
  • Orang-orang yang sedang menjalani kemoterapi
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan karena telah menjalani transplantasi organ
  • Orang yang memiliki berat badan tubuh di bawah batas normal
  • Orang yang mengalami kekurangan gizi
  • Orang yang belum lama ini melakukan kontak dengan pasien TB paru aktif, seperti tenaga medis

Bagaimana cara mengatasi TB paru aktif?

Orang yang mengalami TB paru aktif perlu mengonsumsi beberapa jenis obat antibiotik. Antibiotik yang umum diresepkan oleh dokter adalah ethambutol, isoniazid, pyrazinamide, dan rifampin (rifampicin).Obat-obatan tersebut perlu digunakan secara teratur selama 6-12 bulan. Ikuti semua anjuran dokter dalam menggunakannya untuk hasil yang optimal.Jangan pernah berhenti mengonsumsi atau mengubah dosisnya tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dulu. Langkah ini bisa membuat bakteri resisten atau kebal terhadap antibiotik (resistensi antibiotik).Obat TB paru aktif umumnya perlu dikonsumsi pada 1-2 jam sebelum makan, dan tidak boleh diasup bersama produk susu maupun olahannya.Selama pemberian obat, pasien juga biasanya disarankan untuk tidak mengonsumsi paracetamol atau zat dengan kandungan alkohol. Paracetamol dan alkohol dapat membahayakan hati.Orang yang sedang menggunakan alat kontrasepsi juga mungkin membutuhkan aturan khusus ketika mengonsumsi obat tuberkulosis. Anda perlu menanyakan aturan tepatnya pada dokter.Pada tahap awal pemberian obat, pasien mungkin disarankan untuk tidak keluar rumah agar tidak menularkan penyakit. Saat TB paru aktif sudah dapat dikendalikan dan potensi penyebaran berkurang, pasien baru diizinkan beraktivitas seperti biasa.Pasien juga bisa mengenakan masker selama mengalami TBC guna meminimalkan tingkat penularan penyakit ini pada orang lain.Dokter pun akan menjadwalkan kontrol secara berkala, umumnya sebulan sekali, guna memantau perkembangan kondisi pasien dan efektivitas pengobatan.

Catatan dari SehatQ

TB paru aktif adalah kondisi saat penyakit TBC menimbulkan gejala dan dapat menular pada orang lain. Orang yang mengalami penyakit ini perlu segera memeriksakan diri ke dokter dan menjalani pengobatan.Bila dibiarkan, tuberkulosis berpotensi menyebabkan komplikasi yang serius. Contohnya, kerusakan paru dan sendi.Selama masa-masa awal pengobatan, pasien dianjurkan untuk menjaga jarak dengan orang lain. Penderita juga sebaiknya selalu memakai masker. Dengan ini, saat ia bersin atau batuk, percikan air liurnya tidak menyebar dan menularkan penyakit pada orang lain.
tbctuberkulosis
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/tuberculosis/guide/symptoms/
Diakses pada 7 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada 7 Agustus 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513246/
Diakses pada 7 Agustus 2020
Nation Wide Childrens. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/active-tuberculosis-tb-disease
Diakses pada 7 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics
Diakses pada 7 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait