Tata Cara Penerapan PHBS di Sekolah saat New Normal

(0)
26 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
PHBS di sekolah meliputi pemberian sarana cuci tangan yang baik untuk muridSeorang siswi sedang mencuci tangannya di sekolah
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sarana pendidikan sudah sejak lama digaungkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan. Namun, PHBS di sekolah kini terasa semakin krusial mengingat anak-anak akan segera kembali bersekolah di masa new normal pandemi virus corona.PHBS pada dasarnya adalah semua perilaku kesehatan masyarakat yang dilakukan atas kesadaran pribadi. Hal-hal yang diterapkan pada PHBS tergantung dari lingkupnya, misalnya di lingkungan tempat tinggal, sekolah, perkantoran, dan lain-lain.Meski demikian, tujuan PHBS secara umum adalah sama, yakni meningkatkan kesadaran masyarakan untuk mau menjalankan hidup bersih dan sehat. Dengan demikian, masyarakat bisa mencegah dan mengatasi masalah kesehatan tertentu, termasuk pandemi penyakit Covid-19.

Pentingnya PHBS di sekolah

PHBS di sekolah adalah pelaksanaan prosedur kesehatan tertentu dengan memberdayakan guru, siswa, serta masyarakat di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan melakukan pola hidup sehat untuk menciptakan sekolah dan lingkungan di sekitar sekolah yang sehat pula.Manfaat PHBS di sekolah adalah menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan begitu, proses belajar-mengajar akan berjalan lancar, sedangkan kesehatan guru, siswa, maupun masyarakat di sekitar juga tidak terganggu.

Contoh PHBS di sekolah pada masa new normal

Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan beberapa hal sebagai indikator PHBS di sekolah. Beberapa di antaranya sangat relevan untuk diterapkan pada masa new normal ini, seperti:
  • Mencuci tangan

Mencuci tangan adalah kegiatan yang mudah, murah, namun sangat efektif dalam mencegah persebaran kuman maupun virus pada anak-anak hingga orang dewasa. Namun, anak-anak mungkin membutuhkan masa adaptasi agar dapat melakukan kebiasaan ini secara rutin.Dalam PHBS di sekolah, anak harus diajarkan cara mencuci tangan yang benar. Terdapat lima langkah cuci tangan yang benar, yaitu membasahi tangan dengan air mengalir, menggunakan sabun, menggosok telapak dan punggung tangan (termasuk sela-sela jari), membilas dengan air mengalir, dan mengeringkannya.Guru di sekolah bisa membuat kegiatan cuci tangan anak lebih menyenangkan dengan bernyanyi lagu pendek saat melakukannya. Idealnya, cuci tangan dilakukan sekurang-kurangnya selama 20 detikIngatkan anak untuk selalu mencuci tangan dalam kondisi tertentu, seperti setelah menggunakan toilet, sebelum dan setelah makan, setelah bermain di luar, maupun setelah batuk atau bersin.Sekolah harus selalu menyediakan sarana cuci tangan dengan sabun untuk memaksimalkan pelaksanaan PHBS di sekolah. Jika tidak, anak bisa menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%.
  • Olahraga yang teratur dan terukur

Berolahraga secara teratur dipercaya dapat menghindarkan anak dari kuman berbahaya, termasuk yang menyerang paru-paru dan jalan napas. Dengan demikian, sistem imun akan naik dan anak tidak akan mudah sakit.Meski demikian, olahraga juga harus dilakukan secara terukur agar tidak berlebihan dalam memeras tenaga anak. Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan anak dalam PHBS di sekolah adalah senam sehat gembira.
  • Mengonsumsi jajanan sehat

Jajanan sehat yang termasuk dalam PHBS di sekolah adalah jajanan yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.Sebaliknya, jangan makan makanan yang terlihat kotor, berwarna mencolok, tidak tertutup atau terbungkus, serta terlalu gurih atau terlalu manis.
  • Menggunakan toilet yang bersih dan sehat

Anak akan menghabiskan waktu yang cukup lama di sekolah sehingga adanya fasilitas toilet yang bersih dan sehat adalah hal yang mutlak. Hal ini akan meminimalisir penyebaran penyakit yang berhubungan dengan kebersihan, salah satunya adalah diare.
  • Memberantas jentik nyamuk

Covid-19 bukan satu-satunya penyakit yang ditakutkan terjadi pada masa new normal. Anak juga harus dilindungi dari penyakit berbahaya lain, seperti demam berdarah, sehingga penerapan PHBS di sekolah juga harus memastikan kebersihan selokan maupun tempat penampungan air lainnya agar tidak ada jentik nyamuk.Selain poin-poin di atas, PHBS di sekolah juga menganjurkan anak dan guru maupun warga sekolah untuk membuang sampah pada tempatnya. Guru juga harus memastikan tidak ada orang yang merokok di lingkungan sekolah.Anak juga sebaiknya dibiasakan untuk menggunakan masker ketika berkegiatan dan selalu menjaga jarak dengan orang lain. Sementara itu, tenaga pengajar dan orangtua murid harus senantiasa mengawasi anak selama PHBS di sekolah demi kesehatan dan keselamatan bersama.
kesehatan anaksekolah
Kemenkes RI. http://promkes.kemkes.go.id/phbs
Diakses pada 12 Juni 2020
Kemenkes RI. http://promkes.kemkes.go.id/?p=1642
Diakses pada 12 Juni 2020
CDC. https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html
Diakses pada 12 Juni 2020
CDC. https://www.cdc.gov/handwashing/handwashing-family.html
Diakses pada 12 Juni 2020
UNICEF. https://www.unicef.org/press-releases/new-guidelines-provide-roadmap-safe-reopening-schools
Diakses pada 12 Juni 2020
UNICEF. https://www.unicef.org/publications/files/CFS_WASH_E_web.pdf
Diakses pada 12 Juni 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007165.htm
Diakses pada 12 Juni 2020
Ombudsman RI. https://ombudsman.go.id/artikel/r/artikel--skenario-new-normal-pelayanan-pendidikan--
Diakses pada 12 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait