logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Tantrum pada Bayi, Orang Tua Wajib Tahu 4 Penyebabnya

open-summary

Tantrum pada bayi bisa terjadi sebelum Si Kecil menginjak usia 1 tahun. Beberapa penyebab bayi tantrum adalah rasa takut terpisah atau merasa lapar dan mengantuk.


close-summary

21 Jun 2021

| Larastining Retno Wulandari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Tantrum pada bayi terjadi pada bayi di bawah 1 tahun

Tantrum pada bayi terjadi biasanya terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun

Table of Content

  • Penyebab tantrum pada bayi
  • Cara mengatasi bayi tantrum
  • Cara mencegah tantrum pada bayi
  • Kapan harus ke dokter

Tantrum kerap dianggap sebagai "kebiasaan" anak balita saat lemauannya tidak dituruti. Akan tetapi, nyatanya bayi pun bisa tantrum.

Advertisement

Meski membuat Anda bingung, Anda tidak perlu khawatir. Tantrum pada bayi sebetulnya lumrah karena menandakan adanya perkembangan mental pada Si Kecil.

Lantas, apa penyebab tantrum pada bayi?

Penyebab tantrum pada bayi

Tantrum pada umumnya terjadi karena bayi belum terlalu bisa memahami perasaannya dan menuangkannya dengan kata-kata. 

Setidaknya, bayi tantrum karena merasakan:

1. Ketakutan

no caption
Saat ketakutan, tantrum pada bayi kerap kali muncul

Biasanya saat ketakutan, bayi akan terkejut. 

Bayi mungkin merasa takut dan "asing" ketika bertemu orang baru, mendengar suara yang muncul mendadak, atau melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Bayi juga mungkin merasa ketakutan untuk berpisah dengan orang tua atau pengasuhnya, misalnya ketika ayah atau ibunya berangkat kerja.

2. Frustrasi

Bayi merasa kebingungan menyampaikan perasaannya sehingga kerap kali muncul tantrum pada bayi
Bayi merasa kebingungan menyampaikan perasaannya sehingga kerap kali muncul tantrum pada bayi

Ketika bayi mengalami suatu hal yang baru, ia cenderung kebingungan untuk mengekspresikan apa yang dirasakan karena belum bisa bicara dengan lancar.

Pergolakan batin inilah yang membuatnya frustrasi dan akhirnya tantrum. Bagaimana tidak?

Sebab, Si Kecil mau menyampaikan bahwa ia mungkin lapar, kegerahan, atau sakit, tapi tidak bisa menuangkannya dengan kata-kata agar orang tuanya memahami.

Di lain waktu, tantrum juga mungkin terjadi ketika bayi mengalami perubahan kondisi yang berlangsung cepat.

Sebagai contoh, diangkat dari kursi makan, setelah selesai bermain, atau akan ditidurkan di malam hari.

3. Kelelahan

Tantrum pada bayi kerap muncul saat ia terlalu lelah
Tantrum pada bayi kerap muncul saat ia terlalu lelah

Bayi yang belum familiar dengan lingkungan sekitarnya mungkin akan merasa kelelahan "memproses" segala sesuatu yang baru, seperti mendengar suara orang asing atau ketika berada di tengah keramaian.

Biasanya, ini karena ia merasa terlalu bising, serta terlalu banyak aktivitas dan interaksi yang ia alami.

Jadi, ia akan kelelahan dan rewel, menangis, bahkan mengamuk. Inilah yang juga bisa menyebabkan tantrum pada bayi.

4. Tidak nyaman

Lapar, haus, dan ingin pup membuat tantrum pada bayi muncul
Lapar, haus, dan ingin pup membuat tantrum pada bayi muncul

Jangan salah. Meski bayi mungkin belum bisa sepenuhnya mengerti apa yang ia rasakan, ia bisa tahu kapan dirinya merasa tidak nyaman.

Nah, hanya lewat tantrumlah ia bisa menyampaikan "keluh kesah"nya pada orang tua.

Sebagai contoh, bayi kerap merasa tidak nyaman karena lapar, haus, mengantuk, atau perutnya bergejolak karena ingin pup.

Ketika mereka juga merasakan hal yang cukup serius, seperti nyeri atau sakit, tantrum adalah cara berkomunikasi Si Kecil kepada orang tua atau pengasuhnya.

Cara mengatasi bayi tantrum

Sabar dan menunggu bayi hingga tenang adalah cara mengatasi bayi tantrum yang bisa Anda lakukan
Sabar dan menunggu bayi hingga tenang adalah cara mengatasi bayi tantrum yang bisa Anda lakukan

Memang, bayi tantrum membuat orang tua dan pengasuh kewalahan, apalagi bila kondisi ini terjadi di tempat umum. 

Dikutip dari riset terbitan American Academy of Nurse Practitioners, ada hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bayi tantrum, yaitu:

1. Tetap sabar dan jaga emosi Anda

Pastikan Anda Anda tetap pada kondisi tenang saat menghadapi tantrum pada bayi. Hal ini akan menghindari Anda dari amarah yang tidak diperlukan. 

Bila emosi Anda stabil, Anda bisa mencari cara untuk mengalihkan perhatiannya agar tantrum pada bayi segera mereda.

2. Beri bayi waktu untuk tenang

Ketika bayi tantrum, cobalah menenangkannya dengan memeluk atau menimangnya.

Riset merekomendasikan orang tua untuk cukup memberikan waktu selama satu menit jikasudah cukup besar untuk menghentikan tantrumnya sendiri, jika anak masih bayi Anda harus menemaninya dan mendekapnya.

Namun, pastikan Anda tidak menggunakan strategi ini terlalu sering. Sebab, ini justru mengurangi efektivitasnya.

Selama menunggu tantrumnya reda. Anda cukup awasi si Kecil agar teehindar dari risiko tersedak, jatuh, atau mencelakai dirinya sendiri.

3. Bersikap tegas

Biasanya bayi tantrum juga karena ingin mendapatkan perhatian dari pengasuh atau orang tuanya. 

Bila hal ini terjadi, Anda bisa berlaku tegas ketika apa yang ia inginkan tidak bisa Anda kabulkan.

Jangan langsung bereaksi untuk meredakan amukan atau tangisan bayi.

Ketegasan Anda akan menunjukkan pada Si Kecil bahwa mengamuk dan tantrum tidak akan memberikan apa yang ia mau dengan cuma-cuma.

Anda dapat memberikan pemahaman kepada anak Anda mengenai kejadian yang terjadi, lakukan dengan tegas  namun tetap penuh kasih sayang.

4. Segera bawa ke tempat tenang

Bila bayi tantrum di tempat umum, sebaiknya segera bawa bayi meninggalkan tempat tersebut. Bawa bayi ke tempat yang sepi sampai tantrumnya berhenti. 

Selain agar tidak mengganggu orang sekitar, hal ini membuat bayi lebih tenang karena tidak mengalami terlalu banyak rangsangan dari sekitarnya.

Cara mencegah tantrum pada bayi

Bawa cemilan bayi setiap kali bepergian agar tantrum pada bayi bisa dicegah
Bawa cemilan bayi setiap kali bepergian agar tantrum pada bayi bisa dicegah

Saat bayi tantrum, orang tua atau pengasuh seringkali kesulitan untuk menghentikannya.

Oleh karena itu, berikut adalah cara mencegah tantrum pada bayi yang bisa Anda coba:

1. Buat rutinitas

Bayi akan kaget jika mengalami perubahan aktivitas yang mendadak.

Maka, pastikan Anda menentukan jadwal yang pasti untuk kegiatannya agar ia terbiasa, terutama saat waktu makan dan waktu bayi tidur

Sebab, salah satu hal yang memicu tantrum adalah bayi lapar atau lelah.

Ketika ia sudah mengetahui jadwal rutin, ia akan tidak kaget lagi bila aktivitas yang akan dilalui dalam satu hari ternyata bermacam-macam.

2. Sediakan beragam camilan sederhana

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Jika bayi sudah MPASI biasanya tantrum karena bayi yang lapar.

Bila ternyata Anda membawa bayi keluar dan jauh dari rumah, pastikan Anda membawa makanan dan camilan untuk mengganjal perutnya.

Kapan harus ke dokter

Konsultasi pada dokter jika tantrum pada bayi berlanjut atau tambah parah hingga berusia 3 tahun ke atas
Konsultasi pada dokter jika tantrum pada bayi berlanjut atau tambah parah hingga berusia 3 tahun ke atas

Tantrum pada bayi bisa berkurang seiring bertambahnya usia. Saat tantrum, normalnya, ia tetap bisa bertindak seperti biasa.

Namun, segera temui dokter anak bila bayi mengalami kondisi berikut ini:

  • Tantrum terjadi sangat parah, dengan durasi sangat lama, dan sangat sering terjadi.
  • Sulit berbicara apa yang diinginkan dan tidak bisa menyampaikan apa yang dibutuhkan.
  • Tantrum berlanjut bahkan tambah parah hingga usia 3 sampai 4 tahun
  • Muncul tanda penyakit lainnya ketika tantrum muncul atau ia suka menahan napas hingga pingsan.
  • Ketika tantrum berlanjut hingga ia semakin dewasa, ia menyakiti diri atau orang lain.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait tumbuh kembang anak dan cara merawat bayi, Anda bisa chat gratis dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Baca Juga

  • Orangtua Perlu Tahu 7 Ciri-ciri Bayi Sakit yang Mungkin Menjadi Tanda Kondisi Serius
  • Kenali Tahap Pendengaran Bayi Baru Lahir, Orang Tua Wajib Paham!
  • Anak Mengalami Kejang Otot pada Rahang? Waspadai Ciri-ciri Tetanus!

Advertisement

mengatasi bayi rewelbayi menangistantrummerawat bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved