Tantri ‘Kotak’ Idap Toksoplasma di Awal Kehamilan Anak Kedua

Toksoplasmosis umumnya teradi akibat infeksi parasit dari kucing.
Parasit toksoplasma gondii yang merupakan penyebab toksoplasmosis, dapat disebarkan oleh kucing.

Belum lama ini, Tantri ‘Kotak’ menceritakan pengalamannya yang didiagnosis menderita toksoplasmosis pada awal kehamilan keduanya. Selama ini, kaitan antara toksoplasmosis dan kehamilan memang sudah cukup erat.

Banyak informasi menyebut, penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma gondii ini, bisa menyebabkan mandul. Lalu, apa pemicu kondisi tersebut pada ibu hamil? Berikut ini penjelasannya.

Apa itu toksoplasmosis?

Parasit toksoplasma gondii terdapat di saluran pencernaan kucing

Toksoplasmosis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh parasit bernama Toksoplasma gondii. Sebenarnya, jika infeksi ini menyerang wanita yang tidak sedang hamil, dampaknya tidaklah terlalu berbahaya.

Namun, jika dialami oleh ibu hamil, kondisi ini perlu diwaspadai. Sebab, apabila ibu hamil mengalami toksoplasmosis, janinnya bisa terganggu. Infeksi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran, bayi lahir dalam keadaan mati, dan cacat lahir. Meski begitu, risiko ini sangat jarang terjadi.

Parasit ini bisa ditemukan di daging mentah, feses kucing, tanah tempat kucing buang air, maupun susu kambing yang belum disterilkan. Anda tidak dapat tertular toksoplasmosis hanya dengan memelihara atau menyentuh kucing. Penularan hanya dapat terjadi apabila Anda berkontak langsung dengan feses kucing yang terinfeksi toksoplasmosis.

Lebih jauh tentang toksoplasmosis dan kehamilan

Gejala toksoplasmosis salah satunya adalah nyeri di badan

Untuk bisa mengetahui secara pasti infeksi toksoplasmosis yang mungkin dialami, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, infeksi ini tidak selau menimbulkan gejala yang jelas dan khas.

Orang yang terinfeksi toksoplasma bisa saja tidak merasakan apapun. Namun saat gejala muncul, ada beberapa kondisi yang mungkin dialami, seperti:

  • Sakit kepala
  • Nyeri di badan
  • Demam
  • Merasa lebih lelah dari biasanya
  • Linglung
  • Gangguan koordinasi
  • Kejang
  • Kesulitan bernapas
  • Pandangan kabur

Infeksi ini dapat berbahaya, meski terkadang tidak menimbulkan gangguan berarti, tergantung dari usia kandungan yang sedang dijalani.

  • Jika ibu hamil terinfeksi toksoplasma mendekati waktu pembuahan, maka risiko janin ikut mengalami infeksi yang serupa hanya kurang dari 5%.

  • Jika ibu hamil terinfeksi toksoplasma pada trimester akhir kehamilan, maka risiko janin tertular infeksi yang serupa, meningkat hingga 65%.

Namun, dampak infeksi toksoplasmosis pada janin di usia kehamilan awal, jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan efek yang akan ditimbulkan, apabila bayi tertular saat sudah memasuki usia kehamilan trimester akhir.

Pada usia kehamilan awal, toksoplasmosis bisa menyebabkan:

  • Kelahiran prematur
  • Berat badan bayi lahir rendah
  • Penyakit kuning atau jaundice
  • Kelainan retina mata
  • Retardasi mental
  • Ukuran kepala yang abnormal
  • Kejang
  • Kalsifikasi (penumpukan kalsium berlebih) pada otak 

Pada trimester ketiga, toksoplasmosis tidak begitu menimbulkan efek yang berbahaya, karena sebagian besar organ-organ penting pada tubuh bayi, sudah terbentuk, sehingga tubuhnya lebih kuat dalam melawan infeksi yang terjadi.

Bisakah toksoplasmosis disembuhkan?

Konsumsi obat dapat membantu mencegah infeksi toksoplasmosis bertambah parah

Dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik bernama spiramycin untuk ibu hamil yang didiagnosis mengalami toksoplasmosis. Obat ini akan membantu mengurangi risiko penularan dari ibu ke janin.

Jika bayi juga positif sudah tertular toksoplasma, dokter dapat memberikan kombinasi obat pyrimethamine dan sulphadiazine. Kedua obat ini berfungsi untuk mencegah terjadinya kerusakan lebih jauh, namun tidak dapat mengatasi kerusakan yang sudah terlanjur terjadi.

Saat usia kehamilan memasuki 20 minggu, pemeriksaan USG mungkin sudah akan menunjukkan kelainan secara fisik pada janin, jika ada.

Semua bayi yang lahir dari wanita dengan didiagnosis menderita toksoplasma selama kehamilan, akan terus membutuhkan pemantauan kesehatannya oleh dokter anak. Selain itu, bayi juga perlu menjalani tes darah selama satu tahun pertama kehidupannya.

Ibu hamil bisa cegah toksoplasmosis

Agar terhindar dari infeksi ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti berikut ini.

  • Selalu cuci tangan dengan bersih setelah mengolah ayam, daging, ikan, bahkan hingga buah dan sayur yang mentah.
  • Jika Anda memelihara kucing atau memiliki rencana demikian, mintalah pertolongan orang lain untuk membantu membersihkan feses kucing selama Anda masih dalam masa kehamilan.
  • Membersihkan perabotan yang mungkin sering dilewati kucing
  • Jika tidak ada yang bisa membantu Anda yang sedang hamil untuk membersihkan feses kucing, gunakan masker dan sarung tangan saat melakukannya. Jangan lupa untuk mencuci tangan hingga  bersih setelahnya.
  • Pastikan daging yang Anda konsumsi telah matang sempurna.
  • Apabila Anda harus memegang tanah saat ingin berkebun, maka gunakan sarung tangan yang bersih dan tebal.
  • Jangan mengonsumsi air dari sumber yang kurang jelas kebersihannya

Meski umumnya tidak mengkhawatirkan, infeksi toksoplasmosis ini tetap perlu segera Anda periksakan ke dokter. Terutama, bagi Anda yang sedang mengandung. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan hewan peliharaan Anda.

Tommy's. https://www.tommys.org/pregnancy-information/pregnancy-complications/infections-pregnancy/toxoplasmosis-pregnancy
Diakses pada 21 Agustus 2019

Pregnancy, Birth and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/toxoplasmosis
Diakses pada 21 Agustus 2019

Healhtlink British Columbia. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/tn7481
Diakses pada 21 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/toxoplasmosis#1
Diakses pada 21 Agustus 2019

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/toxoplasmosis/
Diakses pada 21 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed