Tanpa Operasi, Ini Pengobatan Hernia yang Bisa Anda Jalani

(0)
11 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pengobatan hernia tanpa operasi antara lain adalah dengan kompres es batu, olahraga, dan makan sayurPengobatan hernia tanpa operasi hanya bisa dilakukan pada kondisi yang ringan
Pengobatan hernia yang paling efektif memang dengan operasi. Namun, hernia jenis tertentu yang kondisinya tidak terlalu parah, rupanya juga bisa diatasi dengan jalan lain, seperti menyesuaikan pola makan dan melakukan olahraga yang tepat.Hernia alias turun berok bisa terjadi saat ada organ dalam yang biasanya posisinya tertahan oleh otot, menonjol keluar. Kondisi ini paling sering terjadi di area perut ataupun selangkangan.Ada beberapa jenis hernia yang bisa terjadi. Namun perawatan untuk semuanya sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh. Lebih lanjut, berikut ini penjelasannya untuk Anda.

Jenis pengobatan hernia tanpa operasi

Saat Anda mengalami gejala hernia, meski ringan, segeralah periksakan diri ke dokter. Dalam pemeriksaan inilah dokter akan melihat tingkat keparahan gejala dan ukuran hernia yang Anda miliki.Jika tidak terlalu parah, dokter bisa saja tidak langsung melakukan operasi dan lebih memilih untuk mengontrol kondisi Anda secara teratur.Jadi, mengobati hernia tanpa operasi sebaiknya dilakukan jika memang dokter sudah memberikan lampu hijau bahwa turun berok yang Anda alami tidak parah. Berikut ini jenis-jenis pengobatan yang dinilai bisa membantu meredakan kondisi hernia.

1. Memperbanyak asupan serat

Mengonsumsi banyak serat akan membantu redakan konstipasi yang bisa memperparah hernia. Contoh makanan yang tinggi serat antara lain adalah buah, sayur, dan gandum utuh.

2. Melakukan olahraga tertentu

Berolahraga bisa membuat otot-otot di sekitar hernia yang muncul, menjadi lebih kuat sekaligus membantu mengurangi berat badan, sehingga gejala turun berok yang dirasakan bisa berkurang.Namun, tidak semua jenis olahraga bisa dilakukan untuk bentu redakan hernia. Anda tetap harus menghindari olahraga seperti angkat beban maupun jenis lain yang akan membuat perut menerima tekanan berlebihan.Contoh olahraga yang cocok untuk pengidap adalah yoga. Diskusikan kembali denga dokter sebelum Anda memilih jenis olahraga tertentu untuk memastikan bahwa jenis tersebut benar-benar aman untuk mengatasi hernia.

3. Mengonsumsi obat

Pada hernia hiatus yang terjadi akibat menonjolnya bagian lambung ke arah atas dekat dada, konsumsi obat yang bisa meredakan asam lambung akan membantu mengurangi rasa nyeri.

4. Mengurangi porsi makan

Obesitas adalah salah satu faktor risiko turun berok yang utama sekaligus menjadi hal yang akan memperlambat proses penyembuhan. Sehingga, Anda diharapkan untuk perlahan-lahan mulai menurunkan berat badan.Salah satunya dalah dengan mengurangi porsi dalam sekali makan, tapi frekuensinya ditambah. Saat Anda makan dalam jumlah banyak dalam sekali waktu, tekanan yang diterima otot perut akan bertambah, membuat hernia semakin sulit sembuh.

5. Menggunakan kompres es

Saat turun berok, Anda bisa meraskan beberapa gejala seperti peradangan, kemerahan, dan nyeri di area perut atau selangkangan. Mengompres area tersebut dengan kompres dingin, dipercaya dapat membantu otot yang kendur kembali kontraksi dan peradangan di jaringan yang sakit pun akan berkurang.

6. Mengonsumsi jus sayur

Jus yang terdiri dari campuran wortel, bayam, bawang bombai, brokoli, dan kale, dinilai bisa jadi salah satu obat hernia alami. Nutrisi serta sifat antiradang yang ada pada sayur-sayuran tersebut dipercaya akan membantu meredakan nyeri yang timbul akibat hernia.

7. Mengenakan celana hernia

Celana hernia atau yang bisa juga disebut hernia trus diklaim bisa mengatasi hernia tanpa operasi. Klaim ini sebenarnya tidak salah. Hanya saja, celana ini hanya bisa mengobati hernia dengan tingkat keparahan paling rendah.Celana ini juga baru efektif apabila posisinya bisa tetap stabil selama Anda berkegiatan.Celana hernia terkadang juga digunakan untuk pasien hernia laki-laki yang sedang menunggu jadwal operasi, untuk membantu mengurangi gejala yang dirasakan.

Jika harus operasi hernia, ini jenis yang bisa dilakukan

Apabila hernia yang dialami cukup parah, maka Anda perlu menjalani operasi. Ada dua jenis operasi yang paling umum dilakukan untuk mengobati hernia, yaitu:

• Operasi terbuka

Operasi ini dilakukan untuk menutup otot yang terdorong keluar. Tujuannya, agar organ yang menonjol bisa kembali ke tempat semula. Setelah operasi selesai, dokter akan menjahit area hernia dan menutupnya dengan lapisan khusus yang akan membantu proses penyembuhan.

• Operasi laparoskopi

Operasi laparoskopi dilakukan dengan memasukkan alat khusus yang memiliki kamera ke area hernia. Melalui prosedur ini, dokter memasukkan kembali organ yang menonjol keluar otot. Metode ini membuat dokter tidak perlu membuat sayatan sebesar pada operasi terbuka. Cukup dengan sayatan kecil, alat ini sudah bisa masuk ke area hernia.

Cara mencegah hernia agar tidak kembali muncul

Anda tentu tidak mau jika kejadian turun berok kembali terulang. Memang, tidak semua hernia bisa dicegah. Namun beberapa langkah ini bisa dilakukan untuk mengurangi risiko Anda terkena hernia:
  • Berhenti merokok
  • Segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, untuk mengurangi risiko jebolnya organ dalam ke luar otot pelindungnya.
  • Menjaga berat badan ideal
  • Tidak mengejan terlalu keras saat buang air kecil maupun buang air besar
  • Mengonsumsi cukup serat untuk cegah konstipasi
  • Berolahraga secara teratur untuk memperkuat otot perut
  • Tidak mengangkat barang yang terlalu berat
Setelah mengetahui lebih jauh soal obat hernia baik dengan atau tanpa operasi, Anda diharapkan untuk tidak menjalani pengobatan lain yang belum terbukti secara ilmiah.Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter apabila gejala hernia sudah mulai muncul. Semakin cepat diobati, semakin cepat juga kondisi ini bisa reda.
herniahernia umbilikalishernia inguinalhernia hiatus
Healthline. https://www.healthline.com/health/hernia
Diakses pada 3 Agustus 2020
Harvard Health Publishing, Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/hernias-new-options-for-management
Diakses pada 3 Agustus 2020
Organic Facts. https://www.organicfacts.net/home-remedies/hernia.html
Diakses pada 3 Agustus 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15757-hernia
Diakses pada 3 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait