Tanning Adalah Proses Penggelapan Kulit, Kenali Risikonya Bagi Kesehatan

(0)
Tanning adalah proses penggelapan kulit supaya bisa mendapatkan warna kulit yang lebih eksotisSaat proses tanning, kulit Anda menerima paparan sinar UV secara terus-menerus
Tanning adalah proses penggelapan kulit supaya bisa mendapatkan warna kulit yang lebih eksotis. Biasanya, aktivitas ini dilakukan orang-orang dengan cara berjemur di bawah sinar matahari. Selain itu, kegiatan menggelapkan warna kulit ini juga bisa dilakukan di dalam ruangan dengan menggunakan tanning bed, alat yang dilengkapi sinar UV buatan untuk membantu menggelapkan kulit.Meski dapat mempercantik warna kulit, tanning terlalu sering dan terlalu lama ternyata tidak baik bagi kesehatan. Saat proses tanning, kulit Anda secara tidak langsung akan menerima paparan sinar ultraviolet secara terus-menerus. Baik di luar maupun dalam ruangan, tanning bisa merusak sel-sel kulit, mempercepat penuaan, dan membuat Anda terkena penyakit, salah satunya kanker.

Apa saja bahaya tanning?

Ketika proses tanning, orang-orang memanfaatkan paparan sinar UV untuk menggelapkan kulit. Paparan sinar UV yang berlebih ketika tanning dapat mengakibatkan berbagai macam masalah kesehatan, di antaranya:

1. Penuaan kulit dini

Paparan sinar UV yang berlebih ketika tanning dapat menyebabkan kulit menjadi kasar, tebal, serta muncul keriput dan bintik hitam. Semakin banyak paparan sinar matahari yang didapat, semakin cepat juga kulit Anda menua.

2. Kanker kulit

Saat terpapar sinar matahari secara terus-menerus, Anda bisa saja terkena kanker kulit (melanoma). Risiko ini sendiri muncul karena sinar UV merusak DNA sel kulit Anda dan mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan kanker.

3. Actinic keratosis

Actinic keratosis merupakan kondisi di mana muncul bercak atau sisik pada area wajah, punggung tangan, kulit kepala, atau dada karena terlalu sering terpapar sinar matahari. Apabila terjadi secara terus menerus, hal ini mungkin saja dapat memicu terjadinya kanker.

4. Kerusakan mata

Tidak hanya kulit, mata pun juga berisiko mengalami gangguan ketika terpapar sinar UV secara terus-menerus. Masalah kesehatan yang dapat menyerang mata karena paparan sinar matahari adalah kerusakan kornea mata (photokeratitis) dan lebih cepat terjadi katarak.

5. Melemahnya sistem kekebalan tubuh 

Paparan sinar UV yang terjadi secara terus-menerus akan mengakibatkan Anda sensitif terhadap sinar matahari, melemahnya sistem imun, sebelum kemudian berdampak saat meminum obat-obatan tertentu.Sinar UV memang membantu tubuh Anda untuk mendapatkan vitamin D, namun paparannya malah akan merusak kulit apabila jumlahnya berlebihan. Untuk mendapatkan vitamin D dari sinar UV, Anda cukup berjemur sekitar 5-15 menit di bawah paparan sinar matahari, dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Cara cepat dan aman tanning di bawah sinar matahari

Ada sejumlah cara yang bisa diterapkan supaya proses tanning di bawah sinar matahari dapat berjalan dengan cepat dan aman, yaitu:
  • Menggunakan tabir surya

Ketika berjemur di bawah sinar matahari, gunakan tabir surya minimal dengan SPF 30. Jangan pernah memakai minyak tanning yang tidak mengandung tabir surya. Oleskan tabir surya tiap 20 menit sekali secara menyeluruh ke tiap sudut tubuh Anda supaya dapat terlindung dari paparan sinar UV secara langsung.
  • Ubah posisi sesering mungkin

Mengubah posisi berjemur sesering mungkin dapat mengurangi risiko kulit bagian tubuh tertentu Anda terbakar akibat paparan sinar matahari.
  • Makan makanan yang mengandung beta-karoten

Mengonsumsi makanan yang mempunyai kandungan beta-karoten bisa membantu kulit Anda menjadi cokelat eksotis tanpa harus berjemur terlalu lama di bawah sinar matahari. Contoh makanan-makanan yang punya kandungan beta-karoten antara lain wortel, ubi jalar, dan kangkung.
  • Konsumsi makanan yang kaya akan kandungan likopen

Menurut penelitian, likopen dapat membantu melindungi kulit secara alami dari paparan sinar UV. Maka dari itu, Anda disarankan mengonsumsi makanan dengan kandungan likopen seperti tomat, jambu biji, maupun semangka.
  • Pilih waktu tanning yang benar

Paparan sinar matahari yang paling kuat terjadi pada sekitar pukul 10 pagi hingga sekitar pukul 3 sore. Namun, perlu diingat juga bahwa risiko terkena kanker akibat berjemur pada jam-jam tersebut juga semakin kuat karena banyaknya sinar UV yang terserap kulit. Maka dari itu, Anda disarankan berjemur pada pagi menjelang siang hari atau setelah jam 3 sore.
  • Gunakan atasan tanpa tali

Ketika proses tanning, pertimbangkan untuk mengenakan atasan tanpa tali. Ini dapat membantu Anda mendapat warna kulit coklat yang merata secara sempurna tanpa adanya garis apa pun.
  • Istirahat sesekali ke tempat yang teduh

Beristirahat sesekali ke tempat teduh ketika tanning dapat mengurangi risiko kulit Anda terbakar akibat paparan sinar UV secara intens. Selain itu, langkah ini harus dilakukan supaya kulit dapat istirahat sejenak setelah mengalami kepanasan karena terkena paparan sinar matahari secara terus-menerus.

Catatan dari SehatQ

Tanning atau menggelapkan warna kulit biasanya dilakukan oleh orang-orang berkulit putih atau mereka yang sedang menikmati liburan di pantai. Melakukan tanning di luar maupun di dalam ruangan sama-sama memiliki risiko kesehatan, seperti kanker kulit. Sebelum berjemur di bawah sinar matahari, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk memahami kondisi kulit Anda agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
kulit sehatkesehatan kulitkanker kulitpenuaanterbakar matahari
Skin Cancer Foundation. https://www.skincancer.org/risk-factors/tanning/#sad
Diakses pada 17 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-tan-faster#risks
Diakses pada 17 Agustus 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/tanning.html
Diakses pada 17 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait