Tanin Dalam Teh, Bermanfaat Namun Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi

(0)
12 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tanin adalah senyawa polifenol yang banyak terkandung dalam tehKadar tanin dalam berbagai jenis teh dapat berbeda
Menyeruput secangkir teh dapat menjadi me time banyak orang untuk memulai hari. Teh juga menjadi salah satu minuman yang menyehatkan bagi tubuh dengan kandungan polifenolnya. Namun, lain cerita jika Anda konsumsi teh secara berlebihan. Konsumsi teh secara tak bijak dikaitkan dengan beragam efek samping, yang bisa disebabkan oleh kandungannya yang disebut tanin. Kenalin pro dan kontra tanin yang banyak terkandung dalam teh. 

Mengenal tanin dalam makanan

Tanin adalah kelompok senyawa dalam makanan yang masuk dalam golongan besar senyawa polifenol. Senyawa ini secara alami terkandung dalam berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, kacang, biji, buah, dan kulit batang. Tanin diproduksi oleh tumbuhan untuk melindungi diri dari hama.Tanin umumnya memiliki molekul yang lebih besar dibanding jenis polifenol lain. Senyawa ini juga memiliki sifat unik berupa kemampuannya untuk berikatan dengan molekul lain, termasuk berbagai mineral dan protein.Tak sampai di situ, tanin juga berkontribusi terhadap warna dan rasa berbagai tumbuhan. Rasa sepat dan pahit yang menjadi ciri khas berbagai makanan serta minuman nabati biasanya disebabkan oleh tanin.Teh (Camellia sinensis) merupakan salah satu sumber tanin. Kadar tanin dalam berbagai jenis teh turunan Camellia sinensis dapat berbeda, serta juga dipengaruhi oleh cara pengolahan dan penyajiannya. Teh hitam disebutkan mengandung tanin dengan kadar tertinggi. Sementara itu, teh hijau dilaporkan memiliki tanin dengan kadar terendah.Makanan dan minuman lain yang mengandung tanin termasuk cokelat, kopi, dan wine.

Jenis-jenis tanin dan manfaatnya

Ada beberapa senyawa dalam teh yang masuk ke dalam kelompok tanin. Senyawa tanin tersebut, termasuk:

1. Epigalokatekin galat

Salah satu tanin utama dalam teh adalah EGCG atau epigalokatekin galat. EGCG masuk dalam kelompok senyawa yang dikenal dengan katekin dan dipercaya mengantongi beragam manfaat kesehatan.Dalam uji tabung dan studi pada hewan, EGCG dikaitkan dengan penurunan peradangan, pencegahan kerusakan sel, serta penurunan risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Namun, studi lanjutan diperlukan untuk menguatkan premis manfaat tanin ini.

2. Ellagitannin

Teh juga mengandung tanin yang disebut ellagitannin. Seperti polifenol lain, ellagitannin memiliki kemampuan antioksidan dan anti-peradangan yang kuat. Ellagitanin juga disebutkan memiliki potensi untuk menangani dan mencegah kanker. Studi lanjutan diperlukan untuk menguatkan temuan ini.

3. Theaflavin dan thearubigin

Tanin lain dalam teh adalah kelompok theaflavin dan thearubigin. Dua kelompok tanin ini utamanya banyak terkandung dalam teh hitam sekaligus memberikan warna gelap pada teh ini.Belum banyak riset yang mengkaji manfaat theaflavin dan thearubigin. Sebuah studi dalam jurnal Preventive Medicine menyebutkan, theaflavin dan thearubigin sama-sama memiliki efek antioksidan untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Risiko efek samping konsumsi tanin

Seperti banyak senyawa lain, tanin juga memiliki risiko efek samping apabila dikonsumsi berlebihan. Beberapa efek samping tanin, termasuk:

1. Mengurangi penyerapan zat besi

Apabila Anda pecinta teh, Anda mungkin sudah memahami efek samping teh berlebih terutama yang berkaitan dengan penyerapan zat besi. Ya, tanin memang dengan mudah dapat berikatan dengan zat besi dari makanan yang kita konsumsi. Akibatnya, tanin pun akan mengganggu penyerapan nutrisi ini yang diperlukan tubuh.Efek tanin ini perlu diperhatikan terutama pada orang yang berisiko mengalami defisiensi zat besi. Seperti yang mungkin Anda tahu, zat besi diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.Anda bisa meminum teh bukan pada saat jam makan utama demi menghindari risiko pengikatan tanin dan zat besi dari makanan.

2. Memicu mual

Asupan tanin yang tinggi berisiko memicu mual jika Anda minum teh pada perut kosong. Risiko ini juga patut diperhatikan terutama pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif. Untuk menghindari efek samping ini, Anda bisa minum teh saat ngemil atau dengan menambahkan susu. Protein dan karbohidrat dalam camilan atau susu dapat mengikat sedikit tanin, mengurangi efeknya untuk mengiritasi saluran pencernaan.Perhatikan pula asupan teh Anda sehari-hari. Dalam satu hari, kebanyakan orang bisa minum teh hingga 3-4 gelas per hari. Namun, pertimbangkan untuk membagi jam minumnya agar tubuh tidak menerima tanin terlalu banyak dalam satu waktu.

Catatan dari SehatQ

Tanin adalah kelompok senyawa yang banyak terkandung dalam makanan dan minuman seperti teh. Walau bermanfaat untuk tangkal radikal bebas, tanin tetap memiliki risiko efek samping, termasuk mengganggu penyerapan zat besi dan memicu mual.
zat besitehantioksidan
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/side-effects-of-tea
Diakses pada 29 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/tannins-in-tea
Diakses pada 29 Juli 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15850895
Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait