Tangani Masalah Bintitan Anda Melalui Langkah-langkah Ini

Masyarakat biasanya menggunakan salep bintitan atau obat tetes mata untuk mengatasi bintitan
Bintitan dapat terjadi pada anak dan orang dewasa

Bintitan di mata adalah benjolan kecil berwarna merah dan nyeri yang muncul di tepi kelopak mata. Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh infeksi bakteri dan bisa terjadi pada orang dewasa atau anak-anak. Bintitan, yang dalam bahasa medis dikenal sebagai hordeolum, terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Hordeolum eksterna. Tampak seperti jerawat, diawali oleh infeksi pada folikel bulu mata
  • Hordeolum interna. Bintitan pada kelopak mata bagian dalam, sering disebabkan oleh infeksi pada kelenjar minyak

Faktor risiko munculnya bintitan

Seringkali bintitan muncul mendadak. Jika sudah sekali muncul, bintitan dapat timbul berulang. Faktor risiko munculnya bintitan yang sering tidak disadari, yaitu:

  • Menggunakan kosmetik yang sudah kadaluarsa
  • Tidak membersihkan kosmetik mata sebelum tidur
  • Menggunakan kosmetik bersama-sama orang lain
  • Tidak membersihkan lensa kontak sebelum dipakai
  • Tidak mencuci tangan saat menggunakan lensa kontak
  • Asupan diet yang tidak mengandung gizi seimbang
  • Kurang tidur
  • Komplikasi akibat radang pada kelopak mata

Jika mengalami kondisi ini, masyarakat pada umumnya akan mencari salep mata bintitan atau obat tetes mata. Sebenarnya sebagian besar bintitan akan hilang dengan sendirinya dan tidak membutuhkan terapi khusus. Biasanya bintitan akan hilang dalam waktu 7-10 hari.

Langkah-langkah penanganan bintitan

Hingga saat ini, belum ada hasil studi ilmiah yang cukup untuk membuktikan terapi terbaik ataupun obat mata bintitan yang ampuh. Meski demikian, berikut adalah langkah penanganan bintitan yang dapat dilakukan untuk mempercepat hilangnya bintitan, dan juga untuk mencegah bintitan bertambah parah.

1. Kompres Mata

Kompres mata yang terkena bintitan menggunakan handuk yang sudah direndam dalam air hangat. Peras handuk hingga tidak ada air yang menetes, lalu tempelkan pada bintitan selama 5-10 menit. Kompres mata 3-4 kali dalam satu hari.

Hindari menggunakan kompres yang terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit kelopak mata yang sensitif terbakar. Kompres hangat akan terasa nyaman bagi mata yang sakit atau mengganjal. Selain itu kompres hangat dapat membantu mengempeskan bintitan.

2. Tidak Memencet Bintitan

Hindari memencet atau memecahkan bintitan. Memegang atau menggosok area kelopak mata juga perlu dihindari. Kondisi ini dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke kelopak mata. Tetap jaga area mata bersih.

3. Tidak Menggunakan Kosmetik atau Lensa Kontak

Jika Anda mengalami bintitan, sebaiknya Anda tidak menggunakan produk kosmetik yang digunakan di sekitar mata. Hindari juga pemakaian lensa kontak untuk sementara.

[[artikel-terkait]]

Penanganan bintitan dari dokter

Jika mata bintitan tidak juga hilang dengan sendirinya atau malah semakin mengganggu, berkonsultasilah dengan dokter. Hindari membeli obat sendiri tanpa instruksi dari dokter karena sangat mungkin obat yang digunakan tidak sesuai.

Apabila Anda memutuskan untuk berobat ke dokter, penanganan mata bintitan yang dapat dilakukan, di antaranya:

1. Pemberian antibiotik

Antibiotik yang diberikan dapat berupa obat salep mata bintitan, tetes mata, atau obat minum. Cara pemberian antibiotik yang dipilih bergantung pada bagian mata mana yang sakit. Antibiotik oral akan diberikan jika infeksi menyebar ke kelopak mata.

2. Obat nyeri

Jika mata yang terkena bintitan terasa nyeri atau bengkak, dokter dapat meresepkan obat nyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen.

3. Operasi kecil untuk mengeluarkan isi bintitan

Jika bintitan terlalu bengkak dan mengganggu, dokter dapat membuat sayatan kecil untuk mengeluarkan isi bintitan dan mengeluarkan isi atau nanahnya. Cara ini dapat mempercepat pertumbuhan dan mengurangi rasa nyeri akibat pembengkakan.

4. Suntik steroid ke bintitan

Jika terlalu bengkak, suntikan obat steroid ke dalam bintitan dapat mengurangi pembengkakan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/220551.php
Diakses pada Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sty/diagnosis-treatment/drc-20378022
Diakses pada Mei 2019

Lindsley K, Nichols JJ, Dickersin K. Non-surgical interventions for acute internal hordeolum. https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD007742.pub4/epdf/full
Diakses pada Mei 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/sty/
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed