Tangani Hipertensi dengan Calcium Channel Blocker, Simak Efek Sampingnya

(0)
26 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Calcium channel blockers adalah obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensiCalcium channel blocker bekerja dengan membatasi laju aliran kalsium menuju jantung
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan beragam jenis obat. Salah satu yang cukup umum diresepkan dokter yaitu calcium channel blocker. Disebut juga dengan obat antagonis kalsium, cara kerja calcium channel blocker memang berkaitan dengan penghambatan kalsium di tubuh. Seperti apa?

Mengenal calcium channel blocker dan cara kerjanya

Calcium channel blockers (CCB) adalah kelas obat-obatan yang diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Obat ini disebut juga dengan antagonis kalsium dan bekerja seefektif ACE inhibitor untuk menangani tekanan darah tinggi atau hipertensi.American College of Cardiology merekomendasikan calcium channel blocker sebagai salah satu obat lini pertama untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Begitu pula dengan kelas obat lain seperti diuretik, ACE inhibitor, dan angiotensin-receptor blocker (ARB). Manfaat calcium channel blocker bisa dirasakan dengan optimal oleh beberapa kelompok pasien, seperti orang dengan penyakit ginjal, pasien lansia, orang dengan diabetes, dan pasien Amerika-Afrika.

Cara kerja calcium channel blocker

Calcium channel blocker biasanya berbentuk obat minum
Calcium channel blocker tersedia dalam bentuk obat minum
Sesuai namanya, calcium channel blocker atau antagonis kalsium bekerja dengan membatasi jumlah kalsium atau laju aliran kalsium menuju otot jantung dan dinding pembuluh arteri. Kalsium memang dapat merangsang jantung berkontraksi sehingga perlu dikendalikan jumlahnya. Apabila aliran kalsium dibatasi, kontraksi jantung pun terkendali dan pembuluh darah pun menjadi lebih rileks. Dengan begitu, tekanan darah pun dapat diturunkan. Calcium channel blocker tersedia dalam berbagai bentuk obat minum. Dosis yang diberikan dokter akan bergantung pada kesehatan pasien secara umum serta riwayat medisnya. Pemberian dosis calcium channel blocker juga akan bersandar pada usia pasien. 

Kondisi medis yang diatasi dengan calcium channel blocker

Sebagai obat antihipertensi, calcium channel blocker diresepkan dokter untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Dokter mungkin akan meresepkan kelas obat ini bersama dengan jenis obat antihipertensi lainnya.Namun, kondisi medis lain juga dapat ditangani oleh calcium channel blocker, seperti aritmia atau detak jantung tak beraturan dan nyeri dada yang berkaitan dengan angina

Jenis-jenis calcium channel blocker

Amlodipine merupakan salah satu jenis obat calcium channel blocker
Amlodipine merupakan antagonis kalsium yang paling umum diresepkan dokter
Calcium channel blocker terbagi lagi atas beberapa kelompok obat, tiga yang utama yaitu:
  • Dihydropyridine, sebagian besar bekerja pada pembuluh arteri
  • Benzothiazepines, bekerja pada otot jantung dan pembuluh arteri
  • Phenylalkylamines, sebagian besar bekerja pada otot jantung
Karena efeknya untuk mengurangi tekanan arteri dan resistensi pembuluh darah, dihydropyridine menjadi kelompok obat yang paling umum diresepkan dokter untuk tangani hipertensi. Obat-obatan dihydropyridine biasanya memiliki akhiran “pine”, seperti
  • Amlodipine
  • Felodipine
  • Isradipine
  • Nicardipine
  • Nifedipine
  • Nimodipine
  • Nitrendipine

Efek samping penggunaan calcium channel blocker

Sebagai obat keras, calcium channel blocker dapat memicu efek samping tertentu, misalnya:
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Diare
  • GERD
  • Heartburn
  • Mual
  • Ruam kulit atau kemerahan pada wajah
  • Tubuh lelah
  • Pembengkakan pada kaki dan tungkai bawah
  • Memicu penurunan glukosa darah (untuk beberapa jenis obat)
Selalu laporkan ke dokter apabila Anda merasakan efek samping tertentu. Apabila efek samping yang Anda alami cenderung terjadi berkepanjangan, membuat tak nyaman, atau terindikasi mengancam kesehatan, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau penggantian obat.

Peringatan interaksi calcium channel blocker

Selain peringatan efek samping, calcium channel blocker atau calcium antagonist juga memiliki risiko interaksi dengan obat dan zat lain. Misalnya, calcium channel blocker dapat berinteraksi dengan buah sitrus grapefruit, termasuk buah utuh maupun jusnya. Dengan demikian, hindari minum obat antihipertensi ini dengan buah grapefruit.Sampaikan pula pada dokter terkait semua obat, vitamin, dan suplemen herbal yang Anda konsumsi – demi menghindari risiko interaksinya.

Catatan dari SehatQ

Calcium channel blocker adalah kelas obat yang membantu mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Seperti obat keras lain, calcium channel blocker memiliki efek samping tertentu dan peringatan interaksi obat.
hipertensitekanan darah tinggiantagonis kalsiumpenghambat saluran kalsium
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-disease/calcium-channel-blockers
Diakses pada 13 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/calcium-channel-blockers/art-20047605
Diakses pada 13 Agustus 2020
Web MD.  https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/treatment-calcium-channel
Diakses pada 13 Agustus 2020 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait