Tangani Gejala Awal Penyakit GBS agar Tak Alami kesulitan Bernapas

Kelumpuhan termasuk komplikasi penyakit GBS yang dapat menyerang penderitanya
Penyakit GBS bisa memicu kelumpuhan

Sindrom Guillain-Barre atau penyakit GBS adalah suatu kondisi medis langka. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang saraf, sehingga menyebabkan pelemahan anggota gerak bahkan menyebabkan kelumpuhan sekujur tubuh. 

Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit GBS. Akan tetapi, kondisi ini biasanya muncul setelah seseorang terkena penyakit infeksi. Misalnya, infeksi pernapasan atau infeksi di saluran pencernaan.

Obat untuk menyembuhkan penyakit GBS juga belum ada. Penanganan bertujuan meredakan gejala dan mengurangi durasi penyakit.

Agar efektif, perawatan harus dilakukan secepatnya. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala penyakit GBS sedini mungkin.

Seperti apakah gejala penyakit GBS?

Berikut ini gejala penyakit GBS yang perlu Anda kenali secepatnya:

  • Kesemutan atau sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum pada jari tangan dan kaki serta pergelangan tangan dan kaki.
  • Pelemahan otot yang bermula di kaki, kemudian merambat naik ke tubuh bagian atas.
  • Kemampuan berjalan yang tidak stabil, susah menggerakkan kaki, atau menaiki tangga.
  • Mengalami kesulitan menggerakkan mata dan otot wajah, sehingga penderita sukar berbicara, mengunyah, dan menelan.
  • Rasa sakit, seperti kram otot, yang bisa memburuk pada malam hari.
  • Kesulitan menahan buang air kecil dan buang air besar.
  • Detak jantung menjadi cepat.
  • Tekanan darah naik atau turun.
  • Kesulitan bernapas.

Ciri-ciri penyakit GBS sangat khas, yaitu kelemahan yang dimulai dari kaki yang menjalar ke atas hingga ke saluran pernapasan. Karena itu, penyakit ini disebut juga dengan istilah stocking-glove.

Penderita akan merasakan pelemahan otot paling parah dalam waktu dua sampai empat minggu setelah gejala-gejala awal muncul. Seiring perkembangan penyakit, pelemahan otot bertambah parah dan menjadi kelumpuhan.

Bagaimana cara menangani penyakit GBS?

Penderita penyakit GBS biasanya dirawat di unit perawatan intensif di rumah sakit. Pasalnya, komplikasi penyakit ini membutuhkan bantuan peralatan medis yang cukup banyak. Contohnya mesin khusus untuk membantu penderita yang kesulitan bernapas.

Pada masa perawatan penyakit GBS akut, pilihan pengobatan yang diberikan adalah plasmapheresis atau terapi imunoglobulin dosis tinggi. Langkah ini bertujuan menghambat kerusakan saraf akibat serangan sistem imunitas tubuh.

Pengobatan plasmapheresis atau terapi imunoglobulin dosis tinggi akan efektif bila diberikan dalam waktu dua minggu setelah gejala GBS mulai muncul.

Setelah kondisi penderita penyakit GBS membaik, penanganan berikutnya adalah rehabilitasi fisik dan fisioterapi lainnya, guna mengembalikan kekuatan otot dan kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal. 

Komplikasi penyakit GBS bila tidak ditangani

Penyakit GBS akan mengganggu sistem saraf, yang kemudian berdampak pada kemampuan gerak dan fungsi tubuh. Komplikasi yang sering terjadi akibat penyakit GBS meliputi:

  • Kesulitan bernapas

Pelemahan otot dan kelumpuhan dapat menimpa kelompok otot yang mengendalikan pernapasan. Kondisi ini termasuk komplikasi yang bisa berakibat fatal.

Penderita penyakit GBS yang mengalami komplikasi ini akan memerlukan bantuan mesin untuk bernapas selama dirawat di rumah sakit.

  • Gejala sisa berupa kebas dan sensasi sejenisnya

Sebagian besar penderita penyakit GBS memang bisa pulih. Ttetapi ada juga pasien yang masih memiliki gejala sisa berupa lemah otot, kebas, atau kesemutan di bagian tubuhnya.

  • Masalah tekanan darah dan gangguan jantung

Komplikasi penyakit GBS bisa menyebabkan tekanan darah naik-turun, dan detak jantung tak teratur (aritmia).

  • Nyeri

Sekitar separuh penderita GBS akan mengalami gangguan nyeri saraf yang cukup parah. Kondisi ini umumnya bisa diatasi dengan obat-obatan tertentu. 

  • Gangguan buang air kecil dan buang air besar

Proses pencernaan dan pembuangan kotoran yang menjadi lambat, serta retensi urine seringkali dialami oleh penderita sebagai dampak penyakit GBS. 

  • Penggumpalan darah

Kelumpuhan yang disebabkan penyakit GBS membuat penderita berisiko mengalami penggumpalan darah akibat tidak bisa bergerak. Untuk mencegah komplikasi ini, penderita disarankan mengonsumsi obat pengencer darah sampai bisa bergerak kembali.

  • Decubitus

Karena tidak bisa bergerak dan berada dalam satu posisi dalam waktu lama, penderita penyakit GBS berisiko terkena decubitus atau luka pada kulit dan jaringan di bawahnya akibat tekanan yang terus-menerus di lokasi tersebut.

Decubitus dikenal juga dengan istilah luka tekan. Kondisi ini dapat dicegah dengan sering mengubah posisi penderita penyakit GBS.

  • Relaps

Sebagian kecil penderita GBS dapat mengalami kekambuhan atau relaps.

Penyakit GBS adalah kondisi medis yang terjadi scara mendadak, dan bertambah parah dengan cepat sampai menyebabkan kelumpuhan.

Berita baiknya, 70% dari penderita dapat pulih total asalkan mendapat penanganan intensif yang bisa mencegah berbagai komplikasi. Penderita yang mengalami gagal napas pun bisa pulih berkat perawatan saksama di rumah sakit.

Oleh sebab itu, Anda patut mewaspadai gejala penyakit GBS agar bisa mendapatkan pengobatan sesegera mungkin di rumah sakit.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/guillain-barre-syndrome/symptoms-causes/syc-20362793
Diakses pada 21 Oktober 2019

NINDS. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-sheets/Guillain-Barr%C3%A9-Syndrome-Fact-Sheet
Diakses pada 21 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed