Penderita tahap awal, penderita Parkinson bisa menunjukkan ciri-ciri Parkinson berupa wajah tanpa ekspresi.
Pada tahap awal penyakit Parkinson, wajah penderitanya bisa menjadi tak ekspresif.

Penyakit parkinson adalah gangguan sistem saraf yang bersifat progresif, yang memengaruhi pergerakan anggota tubuh. Gejala penyakit parkinson berlangsung bertahap. Kadang ciri-ciri Parkinson bisa dilihat dari gejala berupa tremor (gerakan bergetar yang tidak terkontrol) pada satu atau lebih bagian tubuh.

Selain gejala berupa tremor, penyakit Parkinson juga seringkali menyebabkan kekakuan pada anggota gerak, atau gerakan yang melamban.

[[artikel-terkait]]

Sejumlah ciri-ciri Parkinson di fase awal

Berikut ini beberapa gejala klinis yang dapat dirasakan oleh penderita penyakit Parkinson pada fase awal.

  • Gangguan gerakan:
    Penderita penyakit Parkinson dapat mengalami tremor pada tangan.
  • Gangguan koordinasi:
    Penderita penyakit Parkinson mengalami penurunan koordinasi dan keseimbangan. Hal ini dapat menyebabkan mudah jatuh atau menjatuhkan barang yang dipegang.
  • Perubahan cara berjalan:
    Penderita penyakit Parkinson mengalami perubahan postur tubuh, karena otot yang kaku menyebabkan tubuh cenderung sedikit condong ke depan. Akibatnya, cara berjalan penderita penyakit Parkinson menjadi seperti orang yang terburu-buru, dan dapat juga seperti diseret.
  • Perubahan ekspresi wajah:
    Perubahan ekspresi wajah terjadi karena adanya gangguan saraf, yang mengontrol otot-otot wajah pada penderita penyakit Parkinson.
  • Gangguan gerakan yang tidak disadari:
    Penderita penyakit Parkinson memiliki penurunan gerakan yang tidak disadari seperti mengedipkan mata, tersenyum, dan mengayunkan lengan pada saat berjalan.
  • Perubahan suara:
    uara dapat terasa pelan, dan penderita penyakit Parkinson bisa menjadi cadel.
  • Perubahan tulisan tangan:
    Penderita penyakit Parkinson memiliki tulisan tangan yang lebih kecil, dan berjarak sempit antartulisan.
  • Hilangnya kemampuan indera penciuman
  • Gangguan tidur, perubahan suasana hati, dan depresi
  • Kesulitan mengunyah dan menelan
  • Gangguan buang air kecil dan buang air besar
  • Masalah kulit

Gejala awal penyakit Parkinson dapat bersifat individual. Gejala awal ini juga dapat terasa ringan, tanpa disadari oleh penderitanya.

Tahap awal penyakit Parkinson

Pada tahap awal penyakit Parkinson, penderitanya dapat menunjukkan wajah dengan sedikit ekspresi, atau bahkan tanpa ekspresi. Lengan pun tidak dapat diayunkan saat berjalan. Bahkan, Parkinson membuat penderitanya cadel.

Gejala ini akan semakin parah seiring berjalannya waktu. Penyakit Parkinson tidak dapat disembuhkan. Meski demikian, obat-obatan terbukti dapat meringankan gejala penyakit ini. Tindakan medis berupa pembedahan otak pun dapat dilakukan, untuk meringankan gejala Parkinson.

Kerusakan sel saraf otak picu penyakit Parkinson

Pada penyakit Parkinson, sel saraf atau neuron yang berada di otak mengalami kerusakan atau mati. Sel saraf tersebut berfungsi untuk memproduksi suatu senyawa kimia di otak, yang disebut dopamine.

Pada saat kadar dopamine ini turun, terjadi gangguan aktivitas otak, yang akhirnya menimbulkan gejala penyakit Parkinson.

Meskipun penyebab kerusakan sel saraf tersebut tidak diketahui, beberapa faktor di bawah ini berperan sebagai pemicu penyakit Parkinson.

1. Genetik

Peneliti telah mengidentifikasi adanya mutasi genetik yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit Parkinson.

2. Faktor lingkungan

Paparan bahan beracun yang berasal dari lingkungan, meningkatkan risiko terjadinya penyakit parkinson.

3. Usia

Semakin tua usia, semakin tinggi risiko terkena penyakit Parkinson.

4. Riwayat keluarga

Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit Parkinson, meningkatkan risiko terhadap penyakit tersebut.

5. Jenis kelamin

Pria memiliki faktor risiko tinggi mengidap penyakit Parkinson, dibandingkan wanita.

6. Penyakit autoimun

Peneliti menduga adanya korelasi genetik antara penyakit Parkinson dan penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis.

Meski penderita Parkinson tidak bisa disembuhkan, Anda bisa mendampingi orang-orang terkasih dengan penyakit tersebut, untuk berkonsultasi dengan dokter. Jadi, dokter bisa merekomendasikan pengobatan yang tepat untuk meredakan gejalanya.

Artikel Terkait

Banner Telemed