Waspadai Tanda Hemangioma pada Bayi yang Harus Segera Ditangani!

AAP mengeluarkan rekomendasi baru dalam perawatan hemangioma (tumor pembuluh darah) pada bayi
Hemangioma atau tumor pada bayi sebaiknya segera ditangani.

Di awal tahun 2019, American Academy of Pediatrics mengeluarkan rekomendasi dalam penatalaksanaan hemangioma pada bayi. Berkebalikan dengan pendekatan sebelumnya, yaitu “wait and see”, pedoman perawatan baru ini merekomendasikan identifikasi dan penanganan dini kasus-kasus hemangioma infantil (pada bayi) yang dapat menyebabkan jaringan luka parut atau masalah medis lainnya. Diharapkan dengan perawatan yang cepat, hasil yang didapat lebih baik.

Hemangioma infantil adalah tumor pembuluh darah jinak yang umumnya terjadi pada anak-anak. Sebelumnya, parah ahli menyarankan untuk mengobservasi tumor pembuluh darah ini karena sifatnya yang dapat mengecil dan bahkan hilang dengan sendirinya tanpa menyebabkan komplikasi berarti. Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua hemangioma. Tanpa ada upaya identifikasi dini, diagnosis tipe hemangioma yang berpotensi berbahaya bisa terlewatkan sampai akhirnya komplikasi terjadi.

10 Tanda hemangioma yang harus segera ditangani

Berikut tanda-tanda hemangioma yang membutuhkan perawatan segera:

1. Hemangioma Infantil dengan Komplikasi yang Mengancam Nyawa

Termasuk di dalamnya adalah hemangioma yang menghambat jalan napas, hemangioma infantil pada hati yang berhubungan dengan gagal jantung, atau ulserasi (pecahnya) hemangioma yang menyebabkan perdarahan hebat.

2. Hemangioma Infantil yang Menyebabkan Gangguan Fungsi

Hemangioma yang terletak di dekat bibir atau mulut dapat menganggu proses pemberian makan bayi. Begitu juga jika terdapat di dalam jalan napas. Sedangkan hemangioma di dekat mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Beberapa komplikasi penglihatan yang dapat ditimbulkan, yaitu:

  • Jatuhnya kelopak mata (ptosis)
  • Mata juling (strabismus)
  • Perbedaan kelainan refraksi kedua mata
  • Astigmatisma (mata silindris)
  • Mata malas (ambliopia)

3. Hemangioma yang Mengalami Ulserasi (pecah)

Sekitar 5-20 dari 100 kasus hemangioma mengalami ulserasi (pecah). Ulserasi dapat menyebabkan rasa nyeri, perdarahan, dan infeksi, serta berakhir dengan pembentukan jaringan parut (bekas luka). Ulserasi paling sering terjadi pada bayi berusia kurang dari 4 bulan, yaitu saat hemangioma masih terus bertambah besar.

Hemangioma yang paling sering mengalami ulserasi adalah hemangioma yang terletak pada kulit kepala, leher, sekitar mulut, sekitar dubur, dan daerah lipatan kulit. Walaupun sering mengalami ulserasi, perdarahan biasanya tidak berat dan dapat berhenti dengan penekanan saja.

4. Hemangioma yang Berhubungan dengan Kelainan Struktur

Hemangioma bisa jadi merupakan bagian dari kelainan kongenital lain, disebut sindrom PHACE.  Hemangioma pada sindrom PHACE seringkali besar, dengan diameter lebih dari 5 cm, terdapat di wajah, kulit kepala, dan/atau leher. Sindrom lainnya yang disertai dengan hemangioma adalah sindrom LUMBAR. Hemangioma pada sindrom ini terdapat di daerah pinggang ke bawah.

[[artikel-terkait]]

5. Hemangioma yang Dapat Menyebabkan Kecacatan dan Jaringan Parut Permanen

Hemangioma dapat menyebabkan kecacatan permanen pada jaringan yang terjangkit, yaitu dengan membentuk jaringan parut dan mengubah bentuk jaringan. Meski bisa mengecil dengan sendirinya, seringkali hemangioma menyisakan bekas luka. Bekas luka ini tidak mengancam nyawa, tapi dapat memengaruhi kehidupan sosial anak ketika sudah lebih besar, terutama jika bekas luka terbentuk di daerah wajah atau di bagian tubuh lain yang tidak tertutup.

Umumnya hemangioma akan cepat membesar dalam 1-3 bulan pertama, dan berhenti tumbuh pada usia 5 bulan. Hemangioma yang berpotensi menimbulkan komplikasi disarankan untuk mendapatkan perawatan ketika bayi berusia 1 bulan, yaitu ketika hemangioma belum bertambah besar dan belum menyebabkan bekas luka atau kecacatan. Pengobatan yang dapat digunakan adalah propranolol, yaitu obat darah tinggi yang dapat memperlambat pertumbuhan hemangioma.

American Academy of Pediatrics. https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/pages/New-AAP-Guidelines-Aim-to-Prevent-Potential-Problems-from-Common-Type-of-Baby-Birthmark.aspx
Diakses pada Mei 2019

Medscape. https://www.medscape.com/viewarticle/906955
Diakses pada Mei 2019

Krowchuk DP, Freiden IJ, Mancini AJ, et al. Clinical practice guideline for the management of infantile hemangiomas. Pediatrics. 2019;143(1):e20183475. https://pediatrics.aappublications.org/content/136/4/e1060
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed