Tanda-Tanda Seseorang Kecanduan Berjudi


Bukan sekadar iseng atau hobi, kecanduan berjudi termasuk perilaku yang diklasifikasikan dalam pathological gambling. Dalam dunia kesehatan mental, ini termasuk gangguan kontrol impuls. Artinya, orang yang mengalaminya sulit mengendalikan perilaku.

0,0
18 Sep 2021|Azelia Trifiana
Berjudi lewat kartuBerjudi lewat kartu
Bukan sekadar iseng atau hobi, kecanduan berjudi termasuk perilaku yang diklasifikasikan dalam pathological gambling. Dalam dunia kesehatan mental, ini termasuk gangguan kontrol impuls. Artinya, orang yang mengalaminya sulit mengendalikan perilaku.Ada beberapa karakteristik yang membedakan orang sekadar bermain judi atau sudah mengalami kecanduan. Mengetahui ciri-ciri ini dapat membantu menggiring ke jalan yang tepat.

Tanda-tanda kecanduan berjudi

Seseorang dikatakan mengalami gangguan atau kecanduan berjudi apabila terus-menerus melakukannya terlepas dari konsekuensi negatif. Pola perilaku ini konsisten, sama seperti kondisi kecanduan lainnya.Beberapa tanda kecanduan berjudi di antaranya:
  • Waktu habis untuk berjudi
  • Sulit mengendalikan perilaku berjudi
  • Berusaha berhenti namun gagal
  • Terjadi konsekuensi negatif seperti masalah keluarga dan pekerjaan
  • Berbohong demi bisa tetap berjudi
  • Masalah finansial karena uang terpakai untuk berjudi
  • Mencuri uang demi tetap bisa berjudi
  • Mengejar kekalahan membabi-buta
Selain beberapa tanda-tanda di atas, perlu diketahui pula bahwa ada beberapa faktor risiko yang menyertai, seperti:
  • Usia rata-rata sekitar 36 tahun
  • Jenis kelamin lebih dominan pada pria (4,2%) sementara perempuan (2,9%)
  • Riwayat anggota keluarga yang juga mengalami kecanduan
  • Menderita gangguan psikologis seperti cemas berlebih, mood disorder, kecanduan alkohol
  • Veteran terutama dengan masalah PTSD dan percobaan bunuh diri rentan mengalaminya
  • Karakter seseorang yang impulsif dan kompetitif juga berkaitan dengan masalah kecanduan judi

Cara berpikir pecandu judi

Mungkin bagi orang kebanyakan, mereka tidak habis pikir mengapa bisa seseorang kecanduan berjudi. Terlebih jika judi ini sampai menggerus habis harta benda dan merusak hal lain seperti karir dan rumah tangga.Menurut para pakar, kognisi atau proses berpikir pecandu judi telah mengalami penyimpangan. Utamanya salah memahami peluang, ilusi akan kendali, dan juga faktor takhayul.Lebih jauh lagi, berikut ini cara berpikir orang yang kecanduan berjudi:
  • Atribusi

Pecandu judi yakin bahwa kemenangan terjadi berkat kerja keras mereka. Padahal, menang dan kalah dalam judi bersifat gambling.
  • Mengejar kekalahan

Ketika kalah, orang yang kecanduan berjudi akan merasa uangnya tidak benar-benar hilang. Mereka akan berupaya mengejar kembali uang yang hilang dengan cara berjudi lebih intens lagi.
  • Pemikiran gaib

Ada keyakinan bahwa mereka bisa memprediksi hasil akhir, bisa menang, merasa spesial, dan pasti akan mendapat ganjaran berupa kemenangan
  • Merasa masih beruntung

Dalam pikirannya, menutupi berapa kali pernah kalah dan menggantinya dengan persepsi “hampir” menang. Dengan demikian, ini menjadi pembenaran untuk berjudi lebih sering lagi supaya bisa menang. Pemikiran near-miss semacam ini bisa jadi lebih membakar semangat daripada benar-benar menang.
  • Personifikasi alat judi

Memberikan karakteristik manusia pada objek atau benda mati yang digunakan saat berjudi. Sebagai contoh, berpikir bahwa mesin tertentu sedang menghukum, memberi hadiah, atau menghina dirinya.
  • Ingatan selektif

Terus-menerus mengingat kemenangan dan melupakan kekalahan yang pernah dialami
  • Takhayul

Percaya akan hal-hal seperti jimat, pakaian tertentu, cara duduk, dan sebagainya bisa menjadi penyebab kalah atau menang berjudi
  • Sistem

Percaya bahwa bisa mengungkap sistem yang digunakan dalam perjudian sehingga dapat memprediksi hasil akhirnyaSeluruh distorsi atau penyimpangan pola pikir di atas pada akhirnya menciptakan pola perilaku tertentu. Semacam ritual yang semakin memperkuat ciri-ciri kecanduan berjudi.

Apa pemicunya?

Orang yang mengalami kecanduan berjudi tentu punya pemicu berbeda-beda. Namun, ada beberapa faktor yang bisa jadi pemicu, seperti:
  • Lingkungan

Ada banyak orang, tempat, dan hal lain dari lingkungan sekitar yang membuat seseorang sulit keluar dari jerat perjudian. Belum lagi banyaknya tempat berjudi baik online maupun offline, serta ajakan dari rekan yang pernah terjebak hal serupa.
  • Kesulitan finansial

Banyak orang yang menganggap berjudi dapat menjadi cara cepat menyelesaikan masalah keuangan. Padahal, justru bisa membuat situasi kian rumit.
  • Pelampiasan

Banyak orang melampiaskan emosi yang mereka rasakan dengan berjudi. Contohnya ketika merasa marah, frustrasi, stres, kesepian, jenuh, bahkan kecewa.
  • Penyalahgunaan zat

Kecanduan narkotika atau alkohol dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan. Selain itu, ini juga membuat kontrol impuls menurun sehingga sulit menahan diri untuk tidak bermain judi.

Catatan dari SehatQ

Secara kasat mata, orang yang kecanduan berjudi paling terlihat mengalami kesulitan finansial karena terjerat utang. Namun ada yang lebih penting, yaitu judi dan segala kesulitannya bisa membuat seseorang memutuskan mengakhiri hidup. Suicidal thought mungkin saja muncul.Di sinilah pentingnya menemukan akar masalah, pemicu, serta bagaimana penanganan yang tepat. Apabila berjudi sudah menjadi candu atau kebiasaan yang sulit dihentikan, ada baiknya berbicara pada ahlinya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara mendeteksi seseorang kecanduan berjudi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-pathological-gambling-22016
Diakses pada 3 September 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-gambling-disorder-22015
Diakses pada 3 September 2021
Journal of Gambling Studies. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10899-015-9573-7
Diakses pada 3 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait