logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Mengenal Tanda-tanda Menopause agar Bisa Ditangani dengan Baik

open-summary

Tanda-tanda menopause antara lain perubahan siklus menstruasi, hot flashes, vagina kering, mudah lupa, moody, sulit konsenterasi, rambut di wajah lebih banyak tumbuh, hingga gairah seks menurun. Untuh mengatasinya bisa dengan menjalani gaya hidup sehat dan berhenti merokok.


close-summary

7 Agt 2019

| Grace Ratnasari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Tanda-tanda menopause pada wanita antara lain hot flashes, mudah lelah, hilang konseterasi, dan mudah lupa

Mudah lelah termasuk salah satu tanda-tanda menopause

Table of Content

  • Seperti apa tanda-tanda menopause?
  • Berapa usia menopause wanita?
  • Apa yang perlu dilakukan saat gejala menopause muncul?
  • Apakah bisa hamil menjelang menopause?

Sebagian kaum hawa mungkin tidak mengalami tanda-tanda menopause yang berarti atau mengganggu rutinitasnya. Sementara sebagian lainnya bisa saja didera gejala yang berat. Anda termasuk kelompok yang mana?

Advertisement

Perbedaan tersebut bisa terjadi karena setiap wanita mengalami gejala menopause yang berlainan. Ini berarti, apa yang Anda rasakan tidak dapat disamakan dengan orang lain.

Seperti apa tanda-tanda menopause?

Gejala menopause salah satunya hot flashes
Gejala menopause salah satunya hot flashes

Kaum hawa wajib mengetahui tanda-tanda menopause karena bisa saja berbeda pada tiap wanita.Berikut adalah beberapa gejalanya secara umum:

1. Perubahan pada siklus menstruasi

Gejala menopause yang paling umum adalah adanya perubahan siklus menstruasi. Perubahan ini biasanya terjadi menjelang terjadinya menopause. Anda bisa mengalami haid dua kali sebulan atau bahkan tidak haid selama beberapa bulan sebelum akhirnya darah menstruasi kembali keluar.

Pada beberapa wanita darah menstruasi yang keluar juga terlihat tidak biasa. Bisa lebih sedikit dari biasanya atau jauh lebih banyak.

Lalu, memasuki usia menopause, menstruasi akan berhenti sama sekali. Salah satu tanda menopause adalah saat seorang perempuan tidak haid selama 12 bulan berturut-turut.

2. Hot flashes

Hot flashes adalah rasa gerah di bagian atas tubuh atau seluruh tubuh yang terjadi secara tiba-tiba. Saat mengalaminya. Bagian wajah dan leher Anda bisa memerah. Pada beberapa perempuan, hot flashes juga memicu munculnya bercak merah di punggung, dada, dan tangan.

Selain itu, kondisi ini juga bisa diikuti dengan keluarnya keringat secara berlebihan dan menggigil karena merasa kedinginan.

Tingkat keparahan hot flashes setiap orang berbeda-beda. Pada kondisi yang parah, hot flashes bisa mengganggu tidur. Biasanya, kondisi ini terjadi selama 30 detik sampai 10 menit sebanyak beberapa kali sehari.

3. Sulit tidur

Gejala menopause lain yang mungkin dirasakan adalah sulit tidur nyenyak. Anda bisa tidur lebih larut dari biasa, bangun jauh lebih pagi, atau bahkan keduanya.

Kondisi ini bisa terjadi karena tanda-tanda menopause lain yang Anda rasakan. Untuk mengatasinya, konsultasikan dengan dokter langkah yang paling tepat.

4. Vagina menjadi lebih kering

Perubahan hormon yang terjadi di masa menopause bisa membuat vagina menjadi lebih kering. Ini membuat sebagian perempuan merasa tidak nyaman saat berhubungan seks.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan lubrikan, krim, maupun gel yang akan membantu vagina menjadi lebih lembap.

5. Gairah seks menurun

Vagina kering dan rasa sakti saat berhubungna seks bisa membuat gairah seks menurun. Begitu juga dengan adanya perubahan suasana hati yang terjadi pada banyak perempuan yang mengalami menopause.

6. Sulit mengontrol kandung kemih

Sulit mengontrol kandung kemih disebut juga sebagai incontinence. Kondisi ini bisa membuat Anda sulit menahan keinginan buang air kecil yang sering datang secara tiba-tiba. Bahkan beberapa orang bisa kemudian mengompol hanya karena bersin terlalu keras.

7. Perubahan suasana hati

Gejala menopause lain yang umum dialami adalah perubahan suasan hati yang menjadi lebih tidak menentu atau yang sering disebut dengan istilah moody.

Hingga saat ini penyebab moody pada perempuan yang mengalami menopause belum diketahui secara pasti. Namun, ada kemungkinan kondisi ini terjadi karena berkaitan dengan stres yang dirasakan ketika bertambah usia, perasaan menua, dan lelah akibat perubahan yang terjadi di keluarga seperti anak yang beranjak dewasa.

8. Tubuh terasa berbeda

Memasuki masa menopause, kadar lemak di tubuh biasanya akan lebih menumpuk dan disaat yang bersamaan kulit akan menipis. Penumpukan lemak ini biasanya terjadi di pinggang. Beberapa wanita juga mengalami sakit sendi sebagai salah satu gejala menopause.

9. Lebih banyak rambut yang tumbuh di wajah

Pertumbuhan rambut di wajah yang lebih banyak dari sebelumnya juga dialami beberapa wanita sebagai salah satu gejala menopause. Hal ini disebabkan karena saat memasuki masa menopause, kadar hormon testosteron di tubuh akan meningkat dan hormon estrogen menurun.

10. Sulit konsenterasi dan mudah lupa

Sulit konsenterasi dan menjadi pelupa kerap dialami oleh perempuan yang memasuki masa menopause. Untuk mencegah dan mengatasinya, perempuan yang sudah mendekati masa menopause disarankan untuk rutin melakukan latihan yang menstimulasi otak.

Beberapa latihan yang bisa dilakukan antara lain mengerjakan teka-teki silang, rutin membaca, lebih rajin olahraga, dan kurangi aktivitas pasif seperti menonton televisi.

Ketika gejala-gejala menopause terasa sangat mengganggu, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

BACA JUGA: Penyakit yang Rentan Muncul Setelah Menopause

Berapa usia menopause wanita?

Menopause umumnya dimulai ketika usia 51 tahun
Usia menopause yang normal adalah 45-55 tahun

Menopause adalah bagian dari proses penuaan yang akan dialami oleh semua wanita. Namun usia kaum hawa yang mengalaminya dapat berbeda-beda.

Normalnya, usia menopause berkisar antara 45 dan 55 tahun. Jika Anda sudah mengalami tanda-tanda menopause sebelum usia tersebut, kondisi ini dikenal dengan nama menopause dini. Biasanya, menopause dini merujuk pada menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun.

Menopause terjadi saat ovarium Anda berhenti memproduksi telur dan menghasilkan kadar estrogen yang rendah. Estrogen merupakan hormon yang bekerja untuk mengendalikan siklus reproduksi. Seorang wanita dikatakan mengalami menopause ketika dia tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 12 bulan.

Apa yang perlu dilakukan saat gejala menopause muncul?

Rajin berolahraga dapat meringankan gejala menopause
Rajin olahraga bisa meredakan gejala menopause

Tak perlu terlalu khawatir, menopause merupakan fase baru dalam kehidupan tiap wanita. Untuk meringankan tanda-tanda menopause, Anda bisa melakukan sederettips berikut ini:

1. Menjaga suhu tubuh tetap dingin dan nyaman

Untuk mengendalikan hot flushes, Anda dapat mencoba mengenakan pakaian yang lebih longgar dan tipis dari biasanya. Anda juga bisa menyiapkan jaket tipisuntuk berjaga-jaga agar tidak kedinginan saat tidur.

Jika Anda sering berkeringat di malam hari, cobalah untuk mengganti seprai dan selimut dengan bahan yang lebih tipis. Suhu pendingin ruangan juga bisa diatur agar kamar tidur Anda tetap sejuk dan nyaman.

2. Rutin berolahraga dan menjaga berat badan pada batas ideal

Berolahraga ringan, seperti jalan kaki, berenang, atau latihan aerobik lainnya, dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengendalikan penumpukan lemak di bagian pinggang.

Ada juga sebaiknya mengukur lingkar pinggang secara teratur. Pasalnya,seiring bertambahnya ukuran lingkar pinggang, Anda akan semakin rentan terkena penyakit jantung dan diabetes.

Oleh sebab itu, rutin berolahraga serta mengatur pola makan yang seimbang sangat penting untuk Anda.

3. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok, segeralah berhenti merokok dan hindari menjadi perokok pasif. Paparan asap rokok dapat membuat gejala menopause bertambah parah.

4. Hindari konsumsi alkohol

Sama seperti rokok, konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat memperburuk tanda-tanda menopause maupun kesehatan Anda. Karena itu, hindari atau batasi konsumsinya sebisa mungkin.

5. Kendalikan stres

Untuk mengatur perubahan suasana hati yang tidak menentu, Anda bisa belajar dalam mengendalikan stres yang mungkin timbul. Misalnya dengan melakukan teknik relaksasi (seperti teknik pernapasan dalam), yoga, maupun meditasi.

6. Maksimalkan fungsi otak

Anda disarankan untuk tetap bekerja dan beraktivitas agar otak terus terpakai secara maksimal. Dengan ini, Anda pun bisa menjauhi masalah pikun dan sulit berkonsentrasi.

Mengisi teka-teki silang, mempelajari alat musik atau bahasa baru, serta bermain catur merupakan contoh-contoh kegiatan yang baik untuk mengasah fungsi otak.

Baca Juga: Perbedaan Ciri Hamil dan Menopause yang Sering Membuat Salah Kaprah

Apakah bisa hamil menjelang menopause?

Wanita yang memasuki masa menopause tidak bisa hamil karena tubuh sudah berhenti menghasilkan sel telur. Namun, pada masa mendekati menopause, kadar hormon estrogen dan progesteron hanya akan berkurang secara perlahan dalam jangka waktu 1 hingga 2 tahun, dan periode ini disebut dengan perimenopause.

Perimenopause ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak beraturan. Kesuburan umumnya menurun karena ovulasi sulit terjadi, namun menstruasi masih bisa terjadi saat hormon dalam jumlah yang optimal. 

Anda masih bisa hamil selama tahap perimenopause ataupun menjelang menopause. Pada tahap ini, wanita akan mengalami menstruasi yang tidak teratur dengan cukup lama hingga akhirnya secara resmi mengalami menopause.

Mengenali tanda-tanda menopause sedini mungkin akan membantu Anda dalam mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Anda akan merasa lebih siap mental dan fisik saat masa ini datang menghampiri Anda.

Dengan menangani gejala menopause secara cermat, kualitas hidup Anda tidak akan terganggu. Jika tanda-tanda menopause dirasa sangat mengganggu rutinitas, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter.

Konsultasi dengan dokter juga bisa sekaligus membantu Anda untuk lebih waspada terhadap risiko berbagai penyakit yang mengincar kaum hawa setelah menopause. Mulai dari penyakit jantung, osteoporosis, hingga disfungsi seksual.

Advertisement

menopausegangguan menstruasi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved