logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Seberapa Sering Anak Harus Mandi? Ketahui Berdasarkan Usianya

open-summary

Seberapa sering anak mandi bergantung pada usia dan aktivitasnya. Namun, disarankan mandi dua kali sehari. Terkadang, pada kondisi tertentu bisa lebih.


close-summary

5

(1)

27 Apr 2021

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Anak mandi sendiri harus sudah bisa membersihkan dirinya secara menyeluruh

Anak mandi sendiri harus dipastikan keamanannya

Table of Content

  • Berapa kali anak mandi dalam sehari?
  • Kapan sebaiknya anak mandi sendiri?
  • Tips aman anak mandi sendiri

Setiap anak umumnya memiliki proses perkembangan yang berbeda-beda. Ada yang lebih lambat, ada juga yang lebih cepat. Hal ini juga berlaku dalam perkembangan anak untuk melakukan kegiatan secara mandiri, misalnya anak mandi sendiri.

Advertisement

Ada yang sudah dapat melakukannya di usia 4 tahun, ada juga yang lebih lambat. Ketika anak sudah siap mandi sendiri, ia akan menunjukkan tanda-tanda kesiapan yang bisa Anda perhatikan. Oleh sebab itu, mari kita simak penjelasan berikut untuk mengetahuinya.

Berapa kali anak mandi dalam sehari?

Mengenai seberapa sering anak mandi, hal ini bergantung pada usia dan aktivitas mereka. Namun, anak disarankan untuk mandi 2 kali sehari.

Terkadang, bisa lebih jika anak badannya kotor, berkeringat, muncul bau badan, sudah berenang, atau sesuai yang direkomendasikan oleh dokter kulit jika anak memiliki masalah kulit.

Sementara itu, rekomendasi frekuensi anak dan bayi mandi, yaitu:

  • Bayi dan balita

Seberapa sering bayi mandi sebetulnya tidak perlu dilakukan 2 kali setiap hari. Bayi dan balita hanya perlu dimandikan sekitar 1 kali sehari. Namun, jika dirasa kotor atau popoknya berantakan, orangtua dapat memandikannya lebih sering.

Untuk membuat waktu bayi mandi menyenangkan, Anda dapat memberinya mainan, misalnya bebek-bebekan karet. Namun, pastikan mainan tersebut tidak beracun dan berpotensi menampung jamur atau bakteri.

  • Anak berusia 6-11 tahun

Anak berusia 6-11 tahun boleh mandi setiap hari. Namun, jika tidak setiap hari pun tak masalah. 

American Academy of Dermatology menganjurkan anak dalam kelompok usia ini mandi setidaknya sekali atau dua kali dalam seminggu. Namun, karena kita tinggal di Indonesia dengan iklim tropis maka disarankan mandi setiap hari. Selain itu, anak-anak perlu mandi saat kotor, setelah bermain lumpur, berenang di kolam atau laut, berkeringat dan bau.

  • Remaja

Remaja dianjurkan untuk mandi setiap hari, apalagi jika ia sudah mengalami pubertas. Pasalnya, puber menyebabkan produksi keringat meningkat dan menimbulkan bau badan pada tubuh.

Selain itu, mereka perlu mandi setelah berolahraga, berenang, atau beraktivitas yang menghasilkan banyak keringat. Bukan hanya mandi, remaja juga harus mencuci muka setidaknya dua kali sehari.

Kapan sebaiknya anak mandi sendiri?

Kegiatan mandi anak masih perlu mendapat pengawasan orangtua hingga setidaknya usia 4 tahun. Jadi, sebagian ahli berpendapat bahwa anak mulai bisa mandi sendiri di usia tersebut. Namun, sebagian lain beranggapan bahwa anak baru bisa melakukannya pada usia 6 tahun.

Di sisi lain, ada anak yang mungkin memerlukan waktu hingga usia 9-10 tahun untuk berani mandi sendiri. Sebetulnya, tidak ada batasan khusus mengenai kapan seharusnya anak mandi sendiri. Sebab, anak berkembang pada tingkat yang berbeda-beda. 

anak siap mandi sendiri
Kesiapan anak mandi sendiri terjadi pada usia yang berbeda-beda

Kemandirian dan kemampuan anak di usia tersebut juga tidaklah sama. Jika anak telah siap mandi sendiri, ia dapat menunjukkan tanda-tanda kesiapan berikut.

  • Tertarik mandi sendiri

Ketika anak mulai tertarik mandi sendiri, ia mungkin dapat mengungkapkannya lewat kata-kata kepada Anda. Contohnya, “aku ingin mandi sendiri.”

Selain itu, saat anak ke kamar mandi, bisa jadi ia tiba-tiba membuka baju dan ingin mandi sendiri.

  • Merasa perlu memiliki privasi

Ketika anak ingin memiliki privasi, ia mungkin menolak untuk dimandikan orangtuanya. Ia akan merasa sudah besar dan bisa mandi sendiri. 

Momen ini bisa jadi kesempatan bagi mereka untuk hidup lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung lagi kepada orangtuanya.

  • Bisa membersihkan dirinya secara menyeluruh

Tanda kesiapan lainnya adalah ketika anak menunjukkan bahwa ia bisa membersihkan dirinya secara menyeluruh, termasuk membersihkan tubuh, membilas rambut, dan mencuci kemaluannya. 

Jika ia sudah bisa melakukan hal tersebut, tak ada salahnya untuk membiarkan anak mandi sendiri.

Namun, jika anak belum menunjukkan tanda-tanda di atas, jangan memaksa ia untuk mandi sendiri. Selain itu, orangtua juga tetap perlu memerhatikan keselamatan anak di kamar mandi.

Baca Juga

  • Aspek-aspek Penting dalam Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini
  • 7 Cara Agar Anak Tumbuh Tinggi dengan Efektif
  • Bayi Berdiri Hingga Berjalan, Bagaimana Prosesnya?

Tips aman anak mandi sendiri

Keamanan anak mandi sendiri dapat sulit dipastikan karena orangtua tidak lagi menemaninya. Lantai atau bak mandi yang licin, serta adanya benda berbahaya bisa membahayakan mereka. 

Ia bisa saja terjatuh di kamar mandi atau bahkan tenggelam di bak mandi sehingga membahayakan nyawanya. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya Anda lakukan tips aman anak mandi sendiri berikut.

  • Pastikan lantai atau bak mandi tidak licin

Sebelum anak mandi, pastikan lantai atau bak mandi tidak licin. Bersihkan secara rutin dan gunakan alas anti slip untuk menambah keamanan. Hal ini bisa membantu mengurangi risiko anak terpeleset atau terjatuh saat mandi.

  • Larang anak untuk bermain-main di kamar mandi

larang anak bermain di kamar mandi
Larang anak bermain-main di kamar mandi

Mandi merupakan salah satu aktivitas yang menyenangkan untuk anak. Jadi, bisa saja ia malah menghabiskan waktunya untuk main air ketimbang membersihkan tubuh.

Oleh karena itu, larang anak untuk bermain di kamar mandi. Beri pengertian padanya bahwa hal tersebut berbahaya karena ia bisa terjatuh.

  • Siapkan peralatan mandi anak

Supaya anak tidak repot mengambil peralatan mandinya sendiri, apalagi jika sulit dijangkau, sebaiknya Anda mempersiapkan peralatan mandinya. Hal ini dapat memudahkan anak mandi sendiri dan ia pun bisa langsung mandi dengan tenang

  • Jauhkan jangkauan anak dari benda-benda berbahaya

Saat anak kecil mandi, mereka biasanya senang ditemani oleh mainan, seperti bebek-bebekan atau perahu-perahuan. Oleh karena itu, sebaiknya jauhkan anak dari mainan bertepi keras yang berbahaya jika ia terjatuh di atasnya. 

Selain itu, jauhkan pula hair dryer atau pisau cukur yang biasanya terdapat di kamar mandi dari jangkauan anak-anak.

Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar masalah kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tumbuh kembang anakperkembangan anakmandi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved