Meskipun bernama keputihan, cairan yang muncul terkandang dapat berwarna kekuningan
Keputihan yang muncul sebelum menstruasi mengandung cairan dan sel yang berasal dari vagina.

Keputihan merupakan kondisi yang normal terjadi pada setiap siklus menstruasi. Namun pada beberapa orang, keputihan yang muncul dapat berbeda dari segi warna, bau, dan konsistensi sehingga dapat dilihat sebagai tanda gangguan kesehatan tertentu.

Keputihan normal yang muncul sebelum menstruasi disebut juga sebagai leukorea. Berbeda dari keputihan yang dapat dianggap sebagai tanda gangguan kesehatan, keputihan normal memiliki cirinya sendiri.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan sirkulasi hormon serta kondisi kesehatan tubuh Anda. Lalu, bagaimana sebenarnya ciri keputihan yang normal dan mengapa kondisi ini dapat terjadi?

Ini Sebabnya Keputihan dapat Muncul

Hormon yang memicu terjadinya proses pelepasan sel telur (ovulasi) juga dapat menyebabkan beberapa perubahan di tubuh.

Perubahan tersebut meliputi suasana hati, kondisi leher rahim (serviks), serta memicu keluarnya keputihan yang dapat menandakan kesuburan.

Keputihan yang muncul sebelum menstruasi, mengandung cairan dan sel yang luruh dari vagina. Meski bernama keputihan, cairan yang muncul terkandang dapat berwarna kekuningan pada beberapa orang.

Munculnya keputihan normal merupakan bagian dari siklus menstruasi yang disebut sebagai fase luteal. Pada fase ini, kadar hormon progesteron di tubuh berada pada nilai tertingginya.

Saat kadar hormon progesteron mendominasi, lendir keputihan yang muncul akan berwarna putih atau sedikit keruh. Sementara itu, keputihan yang muncul saat kadar hormon estrogen lebih mendominasi di tubuh akan berwarna bening, dengan tekstur lebih cair.

Ciri Keputihan Normal Selama Siklus Menstruasi

Ciri keputihan normal dapat berbeda-beda pada setiap fase di siklus menstruasi, seperti berikut ini.

1. Saat ovulasi:

Keputihan yang muncul saat ovulasi umumnya berwarna bening, agak cair, tetapi elastis. Sebelum ovulasi, jumlah keputihan yang muncul akan meningkat hingga 30 kali lipat dari biasanya.

2. Setelah ovulasi:

Keputihan yang terjadi setelah ovulasi berwarna putih, tebal dan lengket. Keputihan ini dapat keluar hingga 14 hari, dengan volume yang lebih sedikit dibandingkan saat ovulasi.

3. Sebelum menstruasi:

Keputihan yang keluar dapat berwarna putih kekuningan.

4. Setelah menstruasi:

Setelah menstruasi, keputihan yang keluar dapat berwarna sedikit kecokelatan karena tercampur dengan sisa-sisa darah pada vagina.

Terlepas dari warna dan teksturnya, keputihan dapat melumasi vagina serta menjaganya tetap sehat. Sehingga, selama keputihan yang Anda alami tidak disertai dengan gejala lain seperti gatal, nyeri atau kemerahan, hal tersebut dianggap keputihan normal.

Mengapa keputihan normal penting untuk wanita?

Beberapa wanita melihat kondisi keputihan untuk mengetahui masa subur. Apabila keputihan yang keluar memiliki konsistensi sedikit cair dan lengket, maka hal tersebut dinilai menandakan masa subur sedang berlangsung.

Keputihan yang berciri seperti di atas bisa menandakan masa subur karena diperkirakan keluar bersamaan dengan proses pelepasan sel telur. Sebaliknya, keputihan dengan konsistensi kental dianggap pertanda telah lewatnya masa subur.

Selain itu, keputihan juga berfungsi untuk memberikan lingkungan yang ideal untuk sperma. Lendir yang keluar akan membantu sperma lebih mudah bergerak menuju saluran vagina dan leher rahim agar akhirnya dapat sampai ke dalam rahim.

Keputihan juga membantu sperma untuk bertahan hidup lebih lama di area vagina yang cenderung asam.

Apabila keputihan yang keluar tidak dalam kondisi normal, sperma akan sulit untuk bergerak serta bertahan setelah masuk ke vagina. Hal ini akan membuat kehamilan lebih sulit untuk tercapai.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321116.php
Diakses pada 26 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/white-discharge-before-period#causes
Diakses pada 26 April 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-egg-white-cervical-mucus-ewcm-1960232
Diakses pada 26 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed