Kenali Ciri Keputihan Normal dari Segi Warna, Bau, dan Konsistensi

(0)
08 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keputihan normal muncul setelah menstruasiKeputihan normal memiliki warna yang berbeda di setiap fase siklus menstruasi
Hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan. Di satu sisi, keputihan bisa memberikan manfaat untuk tubuh seperti membantu mencegah iritasi. Namun, di sisi lain juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi. Lalu seperti apa ciri keputihan normal dan apa bedanya dengan yang abnormal?Ciri keputihan normal bisa dilihat dari warna, bau, dan konsistensinya. Dalam bahasa medis, keputihan yang muncul sebelum menstruasi disebut sebagai leukorea.

Mengenal ciri keputihan normal

Menurut ahli, ciri keputihan yang normal dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu warna, bau, dan konsistensi. Dari segi bau, keputihan yang normal adalah yang tidak berbau menyengat. Sedangkan ciri keputihan normal dari aspek warna dan konsistensi bisa berubah-ubah, tergantung dari fase siklus menstruasi yang sedang dilewati wanita.

1. Ciri keputihan normal yang muncul saat ovulasi

Keputihan yang muncul saat ovulasi umumnya berwarna bening, agak cair, tetapi elastis. Sebelum ovulasi, jumlah keputihan yang muncul akan meningkat hingga 30 kali lipat dari biasanya.

2. Ciri keputihan normal yang muncul setelah ovulasi

Keputihan yang terjadi setelah ovulasi berwarna putih, tebal dan lengket. Keputihan ini dapat keluar hingga 14 hari, dengan volume yang lebih sedikit dibandingkan saat ovulasi.

3. Ciri keputihan normal yang muncul sebelum menstruasi

Keputihan yang keluar dapat berwarna putih kekuningan.

4. Ciri keputihan normal yang muncul setelah menstruasi

Setelah menstruasi, keputihan yang keluar dapat berwarna sedikit kecokelatan karena tercampur dengan sisa-sisa darah pada vagina.

Perbedaan ciri keputihan normal dan keputihan yang abnormal

Dari penjelasan di atas, Anda sudah lebih memahami ciri-ciri keputihan normal. Namun selain itu, Anda juga harus memahami ciri keputihan yang tidak normal, agar bisa lebih waspada mengenali gangguan yang terjadi. Beberapa ciri keputihan yang abnormal adalah:
  • Keputihan berbau tidak sedap dan menyengat
  • Keputihan berwarna kuning, hijau, abu-abu, atau terlihat seperti nanah
  • Adanya perubahan konsistensi atau tekstur, menjadi berbusa atau menggumpal
  • Munculnya keputihan disertai dengan rasa gatal, pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas pada vagina
  • Keputihan disertai dengan perdarahan atau bercak, padahal Anda tidak sedang menstruasi
Ciri-ciri keputihan di atas, bisa muncul karena adanya infeksi jamur, bakteri, atau bahkan menandakan adanya infeksi menular seksual (IMS).Apabila keputihan yang Anda alami, serupa dengan di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat memeberikan perawatan yang sesuai dengan penyebabnya.

Sebenarnya, dari mana datangnya keputihan yang normal?

Keputihan yang normal, muncul saat adanya perubahan kadar hormon di tubuh. Perubahan kadar hormon ini, selain memicu timbulnya keputihan, juga akan menyebabkan terjadinya proses ovulasi, perubahan kondisi leher rahim atau serviks, hingga perubahan suasana hati.Hormon yang memicu munculnya keputihan adalah hormon progesterone dan estrogen. Saat kadar hormon progesteron mendominasi, lendir keputihan yang muncul akan berwarna putih atau sedikit keruh. Sementara itu, keputihan yang muncul saat kadar hormon estrogen lebih mendominasi di tubuh akan berwarna bening, dengan tekstur lebih cair.

Munculnya keputihan normal juga ada fungsinya untuk kesehatan

Sebagai proses normal yang terjadi di tubuh hampir semua wanita, munculnya keputihan ternyata juga memiliki fungsi yang cukup beragam, seperti:

• Sebagai penanda masa subur

Beberapa wanita melihat munculnya keputihan normal sebagai penanda masa subur. Apabila keputihan yang keluar memiliki konsistensi sedikit cair dan lengket, maka hal tersebut dinilai menandakan masa subur sedang berlangsung.Keputihan yang berciri seperti di atas bisa menandakan masa subur karena diperkirakan keluar bersamaan dengan proses pelepasan sel telur. Sebaliknya, keputihan dengan konsistensi kental dianggap menandakan masa subur telah lewat.

• Menyediakan lingkungan yang ideal untuk sperma yang membuahi

Keputihan yang normal juga berfungsi untuk memberikan lingkungan yang ideal bagi sperma. Lendir yang keluar akan membantu sperma lebih mudah bergerak menuju saluran vagina dan leher rahim agar akhirnya dapat sampai ke dalam rahim.Keputihan juga membantu sperma untuk bertahan hidup lebih lama di area vagina yang cenderung asam.
Apabila keputihan yang keluar tidak dalam kondisi normal, sperma akan sulit untuk bergerak serta bertahan setelah masuk ke vagina. Hal ini akan membuat kehamilan lebih sulit untuk tercapai.

• Sebagai pelindung vagina

Dalam kondisi normal, keputihan akan menjaga jaringan vagina tetap sehat. Selain itu juga akan berperan sebagai pelicin serta melindungi vagina dari infeksi dan iritasi.Setelah mengetahui ciri-ciri keputihan normal serta perbedaannya dengan yang tidak normal, Anda diharapkan dapat lebih waspada untuk mengenali gangguan pada organ kewanitaan Anda. Selalu jaga kebersihan vagina Anda untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi jamur, bakteri, maupun virus.

Cara menjaga keputihan tetap normal dan tidak berbau

Anda tidak perlu mencegah timbulnya keputihan normal. Namun, keputihan yang abnormal seperti berbau dapat dicegah dengan mengikuti tips berikut:
  • Setelah menggunakan toilet, selalu bersihkan area kewanitaan Anda dari arah depan ke belakang. Ini dapat membantu mencegah bakteri dari daerah dubur masuk ke dalam vagina Anda.
  • Kenakan celana dalam berbahan katun di siang hari. Bahan katun memungkinkan area kewanitaan Anda untuk bernapas.
  • Hindari mengenakan celana dan celana dalam ketat, pakaian renang, celana pendek bersepeda, atau baju ketat untuk waktu yang lama.
  • Ganti deterjen atau pelembut pakaian Anda jika Anda merasa itu mengganggu area kewanitaan Anda.
  • Lateks pada kondom, diafragma, dan gel pembunuh sperma yang digunakan untuk kontrasepsi dapat membuat iritasi bagi sebagian wanita. Jika Anda menganggap salah satu dari hal tersebut sebagai masalah, segera bicarakan dengan dokter Anda untuk mengubah jenis KB lainnya.
  • Hindari bak air panas.
  • Keringkan area kewanitaan Anda setelah mandi.
  • Hindari semprotan kewanitaan, tisu toilet berwarna atau wangi, pembalut atau tampon dengan pewangi, dan mandi busa.
infeksi jamurkeputihanvagina gatalkesehatan vagina
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321116.php
Diakses pada 26 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/white-discharge-before-period#causes
Diakses pada 26 April 2019
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-egg-white-cervical-mucus-ewcm-1960232
Diakses pada 26 April 2019
Kid's Health. https://kidshealth.org/en/teens/vdischarge2.html
Diakses pada 24 Desember 2019
Mayo Cinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/vaginal-discharge/basics/definition/sym-20050825
Diakses pada 24 Desember 2019
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/vaginal-discharge/
DIakses 16 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait