Tanda-Tanda HIV pada Ibu Hamil Berdasarkan Fase Perkembangannya

Mengetahui status kesehatan ibu hamil dengan melakukan pengecekan penyakit HIV sangat penting untuk dilakukan
Pengenalan tanda-tanda HIV pada ibu hamil dan pengecekan sangatlah penting untuk dilakukan

Siapa yang tidak kenal dengan penyakit HIV/AIDS. Pada tahun 2017 saja, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa penyakit mematikan ini telah memakan korban lebih dari 900.000 jiwa di dunia.

HIV merupakan virus yang mengakibatkan penyakit AIDS. AIDS sendiri adalah fase lanjutan di mana sistem imun penderita sudah sangat lemah, sehingga rentan terkena berbagai infeksi dan komplikasi. Mengenali tanda-tanda HIV serta melakukan pengecekan dan penanganan yang tepat bisa mencegah transisi infeksi HIV menjadi AIDS, termasuk pada ibu hamil.

HIV/AIDS dan ibu hamil

HIV sangat berbahaya karena virus ini dapat menyerang semua kalangan. Tapi mungkinkah ibu hamil terinfeksi HIV?

Jawabannya, sangat mungkin. Beberapa penularan umumnya terjadi sebelum masa kehamilan, misalnya kaum hawa yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi HIV. Cara penularan HIV dapat melalui darah dan cairan tubuh lainnya misalnya berupa sperma, serta penularan dapat terjadi dari ibu ke janin.

Di Indonesia sendiri, kelompok terbanyak yang menderita AIDS adalah kalangan ibu rumah tangga. Data ini merupakan hasil penelitian Departemen Kesehatan Indonesia yang dilakukan dari tahun 2005 hingga 2017.

Melihat data tersebut, mungkin tidak berlebihan jika kita menyimpulkan bahwa HIV dan AIDS termasuk penyakit yang cukup dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali tanda-tanda HIV sejak dini, termasuk ibu hamil.

Pengamatan yang cermat terhadap tanda-tanda tersebut serta melakukan tes akan menyelamatkan dua nyawa sekaligus, yakni ibu dan calon bayi yang dikandungnya.

Tanda-tanda HIV pada ibu hamil

Beberapa ibu hamil mungkin tidak menyadari tanda-tanda HIV pada dirinya. Pasalnya, gejala penyakit ini mungkin saja berbeda pada tiap penderita. Walau begitu, tetap ada gejala umum yang sebaiknya dicatat oleh para wanita yang sedang hamil.

Fase awal

Fase awal biasanya berlangsung dari dua hingga empat minggu setelah tertular virus HIV. Pada fase ini, ibu hamil mungkin mengalami tanda-tanda yang meliputi demam, sakit kepala, kelelahan, muncul ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, serta sakit pada tenggorokan.

Karena gejala di atas begitu umum dan kerap mirip dengan indikasi penyakit lain, ibu hamil sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter bila mengalaminya. Meski gejala terasa ringan, jangan disepelekan demi keselamatan Anda dan calon buah hati.

Fase lanjutan

Setelah fase awal di atas, tubuh akan bereaksi terhadap infeksi HIV yang masuk. Reaksi tersebut akan memunculkan serangkaian tanda-tanda lain yang dialami oleh ibu hamil yang positif HIV. Beberapa gejala fase lanjutan HIV bisa berupa:

  • Batuk kering.
  • Demam yang sering kambuh.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Kelelahan yang tidak wajar.
  • Penurunan berat badan yang terjadi dengan cepat. Padahal, ibu hamil seharusnya mengalami kenaikan berat badan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (lymphadenopathy), terutama di ketiak, paha atau leher.
  • Diare yang tidak kunjung membaik dan berlangsung selama lebih dari seminggu.
  • Bintik-bintik putih atau bercak yang abnormal di lidah, di dalam mulut, atau di tenggorokan.
  • Pneumonia.
  • Bercak-bercak abnormal pada kulit atau di bawah kulit, dalam mulut, hidung atau kelopak mata. Bercak ini bisa berwarna merah, coklat, merahh muda, atau ungu.
  • Ibu hamil juga mungkin mengalami gangguan neurologis, seperti kehilangan ingatan, serta penyakit mental seperti depresi.

Kembali digarisbawahi, bahwa tanda-tanda di atas dapat pula menjadi gejala gangguan kesehatan lain. Segera temui dan berkonsultasi dengan dokter guna memastikan penyebab di balik kondisi yang Anda alami. Dengan ini, deteksi dan penanganan dini pun bisa dilakukan.

Cara paling efektif untuk mengetahui status HIV seseorang adalah dengan melakukan tes HIV. Karena sangat mungkin beberapa ibu hamil tidak mengalami tanda-tanda di atas. namun sebenarnya sudah terinfeksi virus mematikan ini. Karena itu, pemeriksaan kesehatan lengkap pada awal kehamilan sangat dibutuhkan.

Artikel Terkait

Banner Telemed