Ini Tanda-tanda Bullying di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

(0)
21 Aug 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bullying di tempat kerja dapat berupa ejekan maupun pengucilanBullying di tempat kerja bisa memicu stres maupun depresi
Bullying tidak hanya dapat terjadi di lingkungan sekolah. Tindakan yang juga disebut erundungan ini juga bisa muncul di tempat kerja.Tindakan bullying di tempat kerja atau kantor bisa berupa tindakan fisik maupun verbal. Mulai dari memberikan beban kerja berlebih, menyebarkan gosip tidak benar, ataupun mengkritik tanpa alasan jelas.Menurut survey, bullying juga lebih umum dilakukan oleh pria dan korbannya lebih banyak wanita. Sayangnya, meski perundungan sudah banyak terjadi, hukuman untuk tindakan ini sering belum tegas. Bahkan hanya sekitar 11 persen pelakunya yang dihukum, dan mereka tetap bisa mempertahankan posisinya.

Tanda Anda mengalami bullying di tempat kerja

Terkadang, bullying sulit dikenali karena jenis dan cara pandang seseorang bisa berbeda-beda. Karena itu, berikut pandangan umum mengenai definisi dan tipe bullying yang perlu Anda ketahui:
  • Verbal

Bullying secara verbal bisa berupa ejekan, penghinaan, lelucon, gosip, atau penyalahgunaan lisan lainnya. Contohnya, Anda digosipkan melakukan tindakan di luar norma masyarakat, sehingga lingkungan kantor merendahkan dan mengucilkan Anda.
  • Intimidasi

Intimidasi dapat berupa ancaman dan pengucilan sosial di tempat kerja. Misalnya, Anda dikucilkan seperti tidak diajak ketika ada acara kantor karena Anda pernah menolak perintah bos tertentu.
  • Seputar prestasi kerja

Perundungan dalam prestasi kerja bisa meliputi hasil kerja Anda yang dirusak, dicuri atau diklaim oleh orang lain.
  • Pembalasan dendam

Sebagai contoh, Anda mungkin pernah berdebat dengan karena bos, lalu dia melakukan pembalasan dendam dengan menolak promosi Anda atau sejenisnya.
  • Kelembagaan

Bullying jenis ini terjadi ketika tempat kerja menerima dan mengizinkan terjadinya penindasan. Contohnya, target kerja yang tidak wajar, jam kerja yang berlebih, atau memecat siapa saja yang melawan.Bullying di tempat kerja bisa terjadi pada dan dilakukan oleh siapa saja, baik atasan, rekan kerja, bahkan anak buah. Namun tindakan tidak terpuji ini memang lebih umum dilakukan oleh atasan pada bawahannya, di mana atasan menyalahgunakan kekuasaannya.Ketika menjadi korban bullying, Anda mungkin akan mengalami hal-hal di bawah ini:
  • Ketika Anda memasuki ruangan, teman-teman kerja tiba-tiba berhenti mengobrol atau justru keluar ruangan
  • Anda tidak diajak mengobrol atau ikut acara kantor tertentu
  • Atasan Anda mungkin sering sekali bertanya atau menyuruh Anda tanpa alasan yang jelas
  • Anda mungkin diminta mengerjakan tugas baru di luar tanggung jawab Anda tanpa bantuan maupun pelatihan sebelumnya
  • Anda mungkin diminta untuk melakukan pekerjaan yang sangat sulit atau tidak penting dan kemudian dikritik saat tidak bisa melakukannya
  • Barang-barang kantor (seperti dokumen) hingga barang-barang pribadi (seperti ponsel) yang hilang
  • Anda mulai meragukan hasil kerja Anda dan mulai takut bila dipindahkan atau mungkin dipecat
  • Anda merasa gelisah dan murung tiap harus pergi ke kantor
  • Anda ingin akhir minggu segera tiba dan tidak semangat bekerja

Cara mengatasi bullying di tempat kerja

Bullying di tempat kerja bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental. Korban perundungan bisa mengalami stres, serangan panik, sulit tidur, hingga tekanan darah tinggi.Tidak hanya itu, korban bullying juga bisa kehilangan rasa percaya diri serta movitasi, hingga penurunan produktivitas kerja.Oleh karena itu, bila Anda mengalami bullying di tempat kerja, terapkanlah langkah-langkah berikut:
  • Lakukan dokumentasi

Catat waktu dan aksi bullying yang terjadi, serta simpan semua barang bukti, seperti surat ancaman atau sejenisnya. Bila memungkinkan, dokumentasikan secara fisik. Misalnya, lewat foto atau video.
  • Laporkan

Setelah memiliki bukti yang cukup, laporkan pada orang yang bisa Anda percaya. Pihak HRD mungkin bisa membantu bila atasan Anda adalah pelaku bullying.Anda juga bisa melaporkan ke pihak yang lebih tinggi, bahkan institusi hukum untuk perilaku bullying yang berat.Tidak lupa, baca terlebih dahulu aturan perusahaan tentang tindakan bullying di tempat kerja. Umumnya, tiap perusahan punya aturan dan hukuman mengenai hal ini.
  • Hadapi pelaku

Bila Anda tahu siapa yang menindas Anda, coba ajak ia bicara baik-baik. Jika Anda tidak nyaman, bawa rekan kerja yang Anda percaya untuk berbicara dengannya. Usahakan untuk berbicara dengan tenang, jelas, dan tetap sopan.
  • Ubah cara pandang

Banyak korban bully yang mengembangkan pandangan sempit tentang hidup secara tidak langsung akibat penindasan yang mereka alami. Karena itu, cobalah berpikir positif dan ingat kembali target hidup Anda.
  • Berbagi masalah

Ceritakan masalah Anda pada orang yang tepat dan dipercaya. Dengan bercerita, beban hidup Anda mungkin akan terasa lebih ringan.Menceritakan masalah bullying di tempat kerja pun dapat membantu Anda dalam memandang sesuatu dengan lebih positif.

Catatan dari SehatQ

Kini Anda sudah bisa mengetahui ada tidaknya bullying di tempat kerja, baik sebagai korban, pihak ketiga, maupun pelaku.Apapun posisi Anda, bullying adalah perbuatan yang tidak baik dan bisa menyebabkan luka batin maupun fisik pada diri seseorang. Jadi bila Anda merupakan korban atau pihak ketiga, segera lakukan aksi yang tepat.
bullying
Healthline. https://www.healthline.com/health/workplace-bullying#effects-of-bullying
Diakses pada 21 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/stress-anxiety-depression/bullying-at-work/
Diakses pada 21 Agustus 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-are-the-effects-of-workplace-bullying-460628
Diakses pada 21 Agustus 2020
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/things-you-can-do-to-heal-from-workplace-bullying-460672
Diakses pada 21 Agustus 2020
WebMD. https://www.webmd.com/balance/features/workplace-bully
Diakses pada 21 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait