Tanda-tanda Bayi Sudah Masuk Panggul yang Bisa Dikenali Bumil

(0)
09 Sep 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tanda-tanda bayi sudah masuk panggul, salah satunya kontraksi yang meningkatTonjolan perut semakin turun merupakan salah satu tanda-tanda bayi sudah masuk panggul
Ketika proses persalinan sudah semakin dekat, janin mulai memasuki panggul alias jalan lahir. Sebelum memasuki panggul, janin akan berputar sehingga bagian belakang kepalanya mengarah ke depan perut dan kepalanya menghadap ke bawah. Umumnya, kondisi ini terjadi menjelang akhir trimester ketiga, yakni sekitar 34-36 minggu kehamilan. Akan tetapi, sebagian ibu hamil tidak merasakan bayinya turun sampai proses persalinan dimulai atau beberapa jam sebelumnya. Meski demikian, sebenarnya ada tanda-tanda bayi sudah masuk panggul yang bisa ibu hamil cermati dalam mempersiapkan persalinan. Lantas, apa saja tanda-tanda tersebut?

Tanda-tanda bayi sudah masuk panggul

Berikut beberapa tanda-tanda bayi sudah masuk panggul yang dapat ibu hamil perhatikan.

1. Posisi tonjolan perut semakin turun

Tonjolan perut ibu hamil akan terlihat semakin turun saat janin sudah masuk panggul. Turunnya tonjolan ini dapat dilihat saat berdiri di depan cermin. Akan tetapi, tidak semua ibu hamil menyadari hal ini, terutama jika bayi turun ke panggul lebih lambat.

2. Bernapas lebih lega

Sebelumnya, ibu hamil mungkin kesulitan menarik napas dalam-dalam dan lebih mudah kehabisan napas karena bayi menekan diafragma. Akan tetapi, ketika bayi sudah masuk ke panggul, tekanan pada diafragma Anda akan berkurang. Hal ini bisa membuat Anda dapat bernapas lebih lega.

3. Meningkatnya tekanan pada panggul

Begitu janin turun, Anda mungkin merasakan tekanan yang meningkat pada panggul hingga cukup membuat Anda kesulitan untuk berjalan. Tekanan ini diibaratkan seperti berjalan dengan bola bowling di antara kedua kaki.

4. Keputihan

Saat janin masuk panggul, kepalanya akan menekan leher rahim. Hal tersebut dapat menghilangkan sumbat lendir yang menghalangi pembukaan serviks. Selama kehamilan, sumbat lendir berfungsi untuk melindungi rahim dari masuknya bakteri. Oleh sebab itu, setelah bayi turun, sumbatan lendir akan keluar dari vagina sebagai keputihan mirip jeli.

5. Sering buang air kecil

Kepala bayi yang turun ke panggul dapat memberi tekanan pada kandung kemih sehingga mendorong Anda untuk lebih sering buang air kecil yang sulit untuk ditahan. Anda bahkan mungkin mengalami kebocoran urine karena banyaknya tekanan ekstra pada kandung kemih.

6. Nyeri panggul

Nyeri panggul terjadi karena kepala bayi menekan banyak ligamen di panggul ibu. Hal ini khususnya bisa Anda rasakan saat bergerak ke arah tertentu. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami nyeri yang terasa tajam di serviks saat kepala bayi menekan saraf.

7. Sakit punggung

Janin yang sudah masuk ke panggul bisa memberi tekanan ekstra pada otot di punggung bagian bawah. Hal ini akan membuat Anda merasakan sakit punggung yang tak nyaman.

8. Lebih sering lapar

Sebelumnya, perut yang padat dengan janin dapat membuat ibu hamil merasa kenyang lebih cepat. Akan tetapi, ketika bayi sudah turun ke panggul, kapasitas perut terasa lebih besar karena tekanan pada perut berkurang. Hal ini dapat meredakan heartburn yang kerap dialami ibu hamil sekaligus meningkatkan rasa lapar.

9. Meningkatnya kontraksi

Begitu bayi turun ke panggul, tubuh akan semakin mempersiapkan persalinan. Anda mungkin mengalami peningkatan kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu), atau bahkan kontraksi nyata yang menandakan bahwa posisi janin sudah semakin dekat jalan lahir.

10. Wasir

Ketika janin telah masuk ke panggul, Anda berpotensi mengalami wasir. Masalah ini terjadi karena kepala janin menekan vena di panggul dan rektum. Banyaknya tekanan yang diberikan bahkan dapat memperburuk kondisi tersebut.Jika Anda merasa bayi sudah masuk panggul, segera periksakan diri ke dokter kandungan. Dokter akan memeriksa posisi bayi dan membantu memperkirakan kapan dimulainya waktu persalinan.Apabila janin belum juga masuk ke panggul saat mendekati waktu persalinan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti berjalan-jalan, squat, dan latihan membuka panggul. Namun sebelum mencobanya, pastikan Anda mendapat izin dari dokter kandungan.
persiapan kelahiranhamilkehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/baby-dropping#The-signs-
Diakses pada 26 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322456#nine-stages
Diakses pada 26 Agustus 2020
Mom Loves Best. https://momlovesbest.com/baby-dropping
Diakses pada 26 Agustus 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/ask-heidi/when-baby-drops.aspx
Diakses pada 26 Agustus 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-does-it-mean-when-your-baby-drops-2759074
Diakses pada 26 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait